Bisnis Vape Yang Menguntungkan

vape

Bisnisholic.web.id – Vape atau lebih di kenal Rokok Elektrik ini sekarang mulai banyak pengemar. Namun Rokok Elektrik ini di peruntukkan oleh kalangan yang ingin berhenti dari rokok namun sulit ini adalah solusinya. Bisnis vape juga sangat meguntungkan di karenakan sudah banyak orang lain yang telah tau manfaat dari vape tidak begitu merugikan tubuh dari pada rokok. Kali ini bisnisholic.web.id akan membahas sepuratan bisnis vape yang sangat menguntungkan dan telah banyak store di seluruh indonesia. Berikut ulasan mengenain bisnis vape.

Siapa bilang bisnis rokok elektrik alias vaporizer atau kerap disebut vape masih mini? Jika beberapa tahun lalu dulu bisnis ini hanya digeluti segelintir orang, kini pelaku bisnisnya sudah mencapai ribuan bahkan lebih.

Rhomedal, Ketua Divisi Humas Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) menyebutkan, sampai saat ini jumlah toko yang menjual vaporizer di Jabodetabek bisa mencapai kisaran 1.500 toko. “Ini belum mencakup toko vaporizer di seluruh Indonesia,” kata Rhomedal kepada KONTAN, Kamis (18/10).

Jika dikumpulkan di seluruh Indonesia, Rhomedal memproyeksikan jumlah pedagang perangkat rokok elektrik itu bisa mencapai 5.000 toko. Angka ini belum menghitung jumlah toko yang mandiri berjualan secara online.

Tak hanya pedagang vaporizer saja, menurut Rhomedal, bisnis pendukung rokok elektrik juga berkembang. Diantaranya adalah, bertambahnya jumlah importir vaporizer, pedagang aksesori vaporizer hingga kafe-kafe yang berdiri sejak komunitas vaporizer berkembang.

Baca juga : Bisnis Online Blogger

Meski bisnis vaporizer ini berkembang dengan pesat, namun di Indonesia pelaku bisnis ini masih menjadi anak tiri. Rhomedal menyebutkan, di Indonesia belum ada aturan yang mengatur soal bisnis rokok elektrik ini.

Seandainya, satu toko vaporizer bisa beromzet Rp 30 juta per bulan, setidaknya putaran uang dari 5.000 toko vaporizer di seluruh Indonesia tersebut bisa mencapai Rp 150 miliar per bulan. Angka yang besar bukan?

Pantas saja, ketika Vape Fair 2017 yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo), jumlah pengunjungnya lebih dari 40.000 orang. “Vape Fair 2017 merupakan event terbesar di Asia Tenggara,” klaim Rhomedal.

Namun karena ketiadaan aturan, pelaku bisnis vaporizer saat ini seringkali kesulitan dalam menjalankan bisnisnya, apalagi jika berkiatan dengan legal formal. Asal tahu saja, bisnis vape masuk ke Indonesia sekitar tahun 2012.

Related posts