Beberapa Hal yang Diperhatikan HRD saat Wawancara Kerja

Beberapa Hal yang Diperhatikan HRD saat Wawancara Kerja

Bisnisholic.web.id – Mungkin terkadang Anda sering bertanya tanya, kandidat seperti apakah yang selalu dicari oleh HRD untuk mengisi berbagai posisi di perusahaan. Jawabannya sangat sederhana, yaitu kandidat yang memiliki karakter. Banyak cara yang dilakukan HRD untuk menilai karakter pelamar kerja. Salah satu yang paling populer adalah penampilan. Lewat penampilan, HRD tahu apakah kandidat yang melamar termasuk orang yang rajin, pemalas, atau suka setengah-setengah saat bekerja.

Jika ingin melamar kerja, cobalah untuk berpakaian serapi mungkin agar terlihat profesional saat menghadiri interview. Selain penampilan, juga harus memerhatikan beberapa hal berikut.

Sebab, hal-hal ini juga sering HRD jadikan sebagai cara untuk menilai karakter pelamar kerja. Apa saja? Selain cara berpakaian, ini yang diperhatikan HRD saat wawancara kerja,

1. Seperti Apa Cara Berjalan Anda

Caramu memasuki ruang interview menjadi penilaian khusus bagi HRD, tapi Anda seringkali tidak menyadari hal ini. Mungkin Anda malah sering tertunduk saat berjalan atau sibuk merapikan pakaian saat memasuki ruang wawancara.

Dari sikap Anda ini, HRD bisa menyimpulkan kalau Anda termasuk orang yang kurang pede dan sedikit gugup saat menghadapi sesuatu. Cobalah berjalan dengan penuh percaya diri.

Tegapkan badan dan posisikan pandangan ke depan. Tunjukkan kalau Anda siap menghadapi interview meski kenyataannya Anda sangat takut untuk berhadapan dengan HRD.

2. Bagaimana Cara Anda Menjabat Tangan

Selanjutnya adalah jabat tangan. Jabatan yang keras dan kuat menunjukkan kalau Anda termasuk orang yang percaya diri, berani, dan tegas. Selain itu, sisi kepribadian Anda dinilai lebih ke arah ekstrovert sehingga sikap Anda selalu terkesan ekspresif.

Anda juga mudah bergaul, jadi tidak butuh waktu lama bila Anda ingin beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Sedangkan jabatan yang lemah menunjukkan sikap kurang percaya diri, lemah, dan kurang suka menghadapi kesulitan.

Orang tipe ini selalu mencari jalan termudah dalam menyelesaikan suatu masalah, sehingga mental dalam dirinya cenderung lemah. Sekali digertak saja, orang yang bertipe ini mungkin langsung ciut.

3. Seperti Apa Cara Berbicara Anda di Depan Orang Lain

Selama sesi interview, HRD akan menilai cara Anda berbicara. Mulai dari seberapa cepat pertanyaan bisa dijawab, posisi tangan, gerakan tubuh, hingga gerakan bibir Anda.

Jika Anda terlihat risih dan banyak melakukan pergerakan saat menjawab pertanyaan, bisa dipastikan kalau Anda gugup, takut, dan kurang percaya diri di depan HRD. Usahakan untuk bersikap tenang dan rileks.

Anggap saja Anda sedang mengikuti sesi oprec atau open recruitment organisasi seperti halnya di bangku kuliah dulu. Jangan terlalu banyak gerak sana-sini. Hal ini tidak hanya mengurangi skor penilaian Anda, tetapi juga membuat HRD tidak nyaman berada di dekat Anda.

4. Bagaimana Anda Menjaga Kontak Mata

Selain membangun chemistry, kontak mata juga menjadi senjata HRD untuk mengetahui karakter yang ada dalam diri Anda. Bila Anda berani melakukan kontak mata, biasanya memiliki sifat yang berani dan lebih dominan dalam lingkungan sosial.

Sikap dominan ini pertanda kalau Anda bisa dipercaya untuk memimpin suatu perkumpulan atau tim. Sebab, Anda tahu cara menenangkan dan mengatur orang-orang di sekitar.

Sedangkan Anda yang tidak berani melakukan kontak mata bisa dikatakan sedikit pemalu saat berada di dekat orang lain. Jika Anda belum terbiasa melakukan kontak mata saat berbicara, bisa berlatih setiap hari.

Setiap kali berbicara dengan orang di depan Anda, coba lihat matanya. Awalnya memang agak risih, tapi lama-kelamaan akan menjadi biasa saja. Kontak mata ini termasuk penilaian HRD. Jadi, jangan main-main, ya?

Baca Juga : Tips Ampuh Buat Dongkrak Karier Sebelum Akhir 2019

5. Seperti Apa Bentuk Tulisan Tangan Anda

Tulisan tangan bisa menunjukkan kepribadian yang seutuhnya. Mulai dari penggunaan huruf besar, ukuran tulisan, hingga bagaimana huruf dituliskan dalam selembar kertas.

Penulisan di awal kalimat yang selalu dimulai dengan huruf capital menunjukkan kalau Anda termasuk orang yang punya orientasi. Apapun yang dilakukan berdasarkan orientasi, jadi Anda tidak asal-asalan saat bertindak.

Sedangkan Anda yang selalu menulis dengan huruf kecil, termasuk di awal kalimat merupakan orang yang introvert atau tertutup kepada orang lain. Selain itu, ada juga ukuran huruf.

Jika ukuran tulisan sama besar antara satu kalimat dengan kalimat lain, itu artinya Anda konsisten dalam bekerja. Jika ukuran tulisan selalu berubah-ubah, itu berarti Anda termasuk orang yang cepat bosan dan kurang mampu berkomitmen.

6. Bagaimana Cara Anda Meminum Teh

Minum teh mungkin menjadi kegiatan yang sangat langka dalam sesi wawancara. Tapi, Anda perlu tahu kalau cara minum teh juga menunjukkan karakter seseorang.

Jika saat minum teh Anda selalu melihat isinya, Anda memiliki karakter yang selalu waspada, fokus, sadar akan kemampuan diri Anda sendiri, dan independen.

Sedangkan Anda yang selalu melihat bibir cangkir tehnya, Anda termasuk orang yang periang, mudah bergaul, mudah mempercayai orang lain, dan mudah pula dipengaruhi orang lain. Padahal dalam dunia kerja, Anda dituntut untuk independen demi kemajuan dan kebaikan diri sendiri.

7. Kehadiran di Ruang Wawancara

HRD bisa tahu Anda itu orang yang disiplin, patuh pada aturan, dan pekerja keras melalui jam kedatangan di ruang wawancara. Jika Anda datang tepat waktu, itu artinya Anda punya ketiga sikap baik ini. HRD pun akan sangat senang untuk merekrut Anda menjadi karyawan di perusahaan.

Sedangkan Anda yang datang terlambat plus tidak rapi, bisa disimpulkan kalau Anda orang yang teledor dan terburu-buru dalam mengerjakan sesuatu. Jika Anda termasuk tipe ini, harus banyak-banyak belajar menghargai waktu, ya?

Sudahkah Anda Membangun Karakter dan Image yang Baik?

Sebagai seorang pelamar kerja, Anda harus tahu cara memaksimalkan diri dihadapan HRD sehingga peluang untuk lolos tahap interview menjadi semakin besar. Tidak melulu soal penampilan, tapi juga karakter. Perbarui apa yang perlu diperbaiki dan tunjukkan image baik yang Anda punya kepada HRD.

Tips Ampuh Buat Dongkrak Karier Sebelum Akhir 2019

Tips Ampuh Buat Dongkrak Karier Sebelum Akhir 2019

Bisnisholic.web.id – Dari sebagian besar orang tentunya banyak orang yang bertanya-tanya bagaimana cara untuk mendapatkan perjalanan karier yang memuaskan. Bisa jadi sekarang Anda sedang dalam ditahap “menyusun kehidupan karier sempurna”. Sebenarnya, ada banyak hal yang bersifat umum untuk mengembangkan karier. Contohnya seperti harus membangun jaringan dengan baik, memilik ide-ide yang kreatif dan juga mempunyai kemampuan organisasi yang baik. Namun itu saja tidak cukup. Dikutip dari Forbes, berikut ini langkah jitu untuk mendorong karier ke jenjang yang lebih tinggi sebelum 2019 berakhir:

1. Menjadi agen perubahan

Menurut Rasha Hasaneen yang merupakan wakil presiden Product Management and Innovation di Ingersoll Rand yang dikutip dari Forbes, mengatakan “Perusahaan besar membutuhkan orang untuk tinggal di dalam perusahaan dan mengubah budaya perusahaan menjadi lebih baik”.

Ketika Anda frustasi di dalam lingkungan kerja dan mengatakan akan keluar begitu saja, pahami dan ingat betapa sulitnya Anda untuk berada di posisi sekarang. Bisa saja ada yang menginginkan ada di posisi Anda sekarang.

Oleh karena itu, berjuanglah untuk bisa menjadi salah satu agen perubahan yang mampu mengubah budaya yang lebih baik bagi perusahaan.

2. Belajar memahami “bahasa organisasi”

Cara lain yang harus Anda lakukan adalah berorganisasi dengan baik. Seperti mengkomunikasikan ide-ide dan kreativitasan Anda.

Dengan begitu cara yang Anda buat dapat ditiru oleh orang lain dan dapat dijalankan agar menjadi lebih baik.

3. Bekerja dengan orang yang mendukung

Bekerjalah dengan orang-orang yang mendukung dari apa yang Anda lakukan dan yang Anda kerjakan. Sebab dukungan adalah sebuah hal yang berarti. Setiap orang memiliki hal unik dalam memandang sesuatu dan menyelesaikan sesuatu. Walaupun beberapa perusahaan menuntut Anda untuk mengikuti langkah yang telah dibuat, tetapi itu menjadi hal yang dapat Anda lakukan untuk memilih pekerjaan yang sesuai dengan cara yang Anda inginkan.

Baca Juga : Tips Agar Anda Terhindar Dari Burnout Ketika Membuka Bisnis

4. Persiapkan diri sebelum memberikan sesuatu

Banyak orang memberikan saran bagi wanita karier untuk percaya diri. Termasuk percaya diri dalam apa yang ingin Anda sampaikan untuk perusahaan Anda. Penting untuk membangun percaya diri saat ini. Tunjukkan kepada banyak orang bahwa Anda memahami apa yang Anda jalani.

Salah satunya percaya diri ketika meminta kenaikan gaji karena itu adalah hal yang wajar. Bawalah bukti-bukti kontribusi seperti apa yang telah Anda berikan ke perusahaan. Sehingga hal tersebut dapat menjadi pertimbangan perusahaan untuk meningkatkan upah Anda.

5. Dalami pekerjaan baru

Jika Anda tetap memutuskan untuk meninggalkan perusahaan tersebut dan menekuni pekerjaan lain, ada baiknya Anda dalami terlebih dahulu. Tidak ada kata terlambat untuk memulai hal baru. Bisa saja dengan berpindahnya profesi, Anda dapat menemukan jalan yang lebih baik.

Hal tersebut juga bagus untuk menemukan ide-ide baru dalam pekerjaan. Sekaligus mempertajam keahlian bekerja Anda.

6. Terlibatlah dengan banyak orang

Ketika Anda terlibat dengan banyak orang, Anda tidak pernah tau siapa yang Anda ajak bicara. Berbicara dengan banyak orang bisa saja membuat Anda memiliki pandangan baru dan akhirnya mengubah karier Anda menjadi lebih baik.

Tetapi dalam catatan, berhati-hati untuk tidak terlalu membicarakan hal yang terlewat batas. Apalagi hal-hal buruk tentang orang lain karena dengan cara Anda berbicara sendiri, dapat menggambarkan seperti apa diri Anda sebenarnya di mata orang lain.

Tips Hindari Burnout Ketika Buka Bisnis

Tips Agar Anda Terhindar Dari Burnout Ketika Membuka Bisnis

Bisnisholic.web.id – Salah satu dari Keunggulan membuka bisnis sendiri adalah anda bisa menjadi bos bagi diri sendiri dan memiliki jam kerja yang fleksibel. Seperti dua mata koin, sisi positif itu juga bisa menjadi negatif. Yang pertama adalah menjadi bos perlu bekerja ekstra keras memikirkan segala lini usaha, mulai dari produk hingga pegawai, sementara waktu fleksibel bisa jadi bumerang seperti jam kerja menjadi kebablasan.

menghadapi segala stres bisnis, para pebisnis pun bisa jatuh ke kondisi burnout yang merupakan akumulasi dari kelelahan fisik maupun mental. Bila sudah burnout, semangat wirausaha bisa menjadi buyar. Untuk menghindari kondisi itu, berikut tips untuk mencegah burnout ketika menjalani bisnis.

1. Objektif Menilai Masalah

Sulit untuk menilai apa yang sebetulnya menjadi sumber masalah dalam ketika sedang bekerja non-stop dalam membangun bisnis. Coba duduk sebentar dan pertanyakan dengan objektif apa yang membuat perjalanan bisnismu menjadi sulit. Apakah karena bekerja terlalu keras pada tugas yang bukan prioritas? Apa butuh lebih banyak outsource? Ada masalah di personal?

Banyak pebisnis yang harus menghadapai kesulitas baik karena ekonomi lesu, ada masalah di hubugan personal, atau ada pesaing baru di pasar. Identifikasi sumber masalah pada bisnis dan tentukan langkah positif yang harus dilakukan.

2. Beri Jarak Kehidupan Kerja dan Personal

Sayangnya, keseimbangan kerja-kehidupan tidak sepenuhnya nyata baik di dunia korporat atau usaha. Banyak pebisnis yang harus kerja keras bertahun-tahun untuk sukses. Meski demikian, para pebisnis bisa mengontrol waktu kerja agar bisa fokus ke bisnis sekaligus kehidupan pribadi. Berilah jarak antara keduanya.

Atur jadwal dengan ideal agar bisa mendapatkan waktu yang kamu yakini bisa sepenuhnya membuatmu fokus ke aspek kehidupan selain kerja. Dengan ini, risiko burnout pun bisa berkurang.

Baca Juga : Tips Untuk Mengatur Keuangan Bagi Pengusaha Baru

3. Balik Kerja Kantoran

Gaji stabil, jam kerja stabil, serta mendapat benefit memiliki daya tarik tersendiri. Dan jika kamu mencapai fase di mana bisnismu tidak bekerja, maka tak apa untuk kembali ke kerja kantoran. Itu bukan berarti kamu pebisnis gagal, toh pengalamanmu sebagai pebisnis bisa menjadi modal besar ketika di masa depan kamu kembali membangun bisnis.

Beristirahatlah sejenak sebagai nahkoda bisnis untuk sementara, dan kembali lagi kelak.

4. Stop Bekerja Sendirian

Kebanyakan kerja sendirian bisa membuat rasa sepi dan burnout. Ini pula yang membuat kerja kantoran dirindukan karena setidaknya memberikan ruang berinteraksi. Solusi bagi pebisnis adalah mencoba co-working space agar bisa bercengkerama dengan pebisnis dan pegawai lain seperti dari start-up.

5. Jadi Pebisnis Part-Time

Zaman sekarang sudah banyak orang yang menjadi pebisnis part-time lewat bantuan media sosial. Ini merupakan solusi jika belum sepenuhnya yakin dengan bisnis yang dijalankan. Keuntungannya adalah masih bisa tetap mendapat gaji stabil dari kantor serta menjalankan bisnis sesuai minat. Jadi jangan ragu mengejar passion dan belajar sebagai pebisnis.

Tips Atur Uang untuk Pengusaha Baru Rintis Bisnis

Tips Untuk Mengatur Keuangan Bagi Pengusaha Baru

Bisnisholic.web.id – Sudah berapa kali Anda diberitahu bahwa menabung adalah hal yang baik? Pakar keuangan menyarankan Anda untuk menabung sedikit uang setiap bulan, tetapi itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Namun, jika Anda ingin memulai sebuah perusahaan, Anda harus mulai menganggarkan dan menabung. Kadang-kadang, ini akan menjadi tugas yang sulit, tetapi itu harus dilakukan jika Anda ingin berinvestasi di masa depan sebagai seorang pengusaha.

Jika Anda ingin mulai mengelola uang Anda dengan lebih efektif dan menyiapkan diri untuk menjadi seorang pengusaha, ikuti beberapa kiat di bawah ini. Dengan teknik ini, Anda akan mulai melihat perubahan dan Anda akan mengatur perilaku baik yang akan membantu karier Anda sebagai wirausahawan. berikut tips manajemen uang untuk pengusaha awal:

1. Prioritaskan organisasi

Ketika Anda terorganisir, Anda dapat melacak setiap aspek keuangan Anda. Rekam semua informasi keuangan Anda di satu tempat sehingga Anda dapat merujuk dan melacak kemajuan Anda. Ketika Anda mencatat semua informasi keuangan Anda, Anda mungkin ingin mencoba dan mengaturnya berdasarkan kategori. Sistem ini membantu Anda tetap di atas keuangan pribadi Anda, dan mempersiapkan Anda untuk sukses kewirausahaan.

2. Periksa kredit Anda

Hampir 30 persen orang tidak tahu skor kredit mereka. Jika Anda berada di antara orang ini, saatnya untuk meminta laporan kredit. Memahami nilai kredit Anda dan meningkatkannya sebaik kemampuan Anda adalah yang terpenting dalam hal pengelolaan uang. Fakta yang sedikit diketahui di kalangan calon pengusaha adalah bahwa pendanaan yang diterima bisnis baru sering bergantung pada skor kredit pendiri.

Baca Juga : Tips Untuk Anda Yang Ingin Memulai Bisnis dari Kecil

3. Cari informasi tambahan

Berlangganan ke situs web dan ikuti podcast yang menawarkan saran tentang pengelolaan uang. Selain itu, carilah saluran informasi yang berbicara langsung tentang keuangan kewirausahaan dan ikuti juga.

4. Temukan seorang mentor

Jika Anda mengelola keuangan pribadi dan keuangan kewirausahaan, satu hal yang pasti, terkadang rasanya Anda tidak bisa mengikuti semuanya. Perencanaan keuangan bisa sulit, itu menguras waktu dan tenaga Anda.

Sebagai seorang individu, Anda dapat mencari mentor yang dapat membantu Anda mengenai keuangan pribadi. Sebagai seorang pengusaha, Anda dapat terus bekerja dengan orang-orang ini atau mencari konsultan keuangan yang lebih mapan yang memberi Anda panduan untuk menjalankan bisnis Anda.

Mengelola keuangan Anda adalah pengalaman yang bermanfaat. Semakin banyak Anda berlatih, semakin Anda meningkatkan keuangan pribadi dan mengarahkan diri Anda untuk sukses dalam pengelolaan uang wirausaha.a

Tips Untuk Anda Yang Ingin Memulai Bisnis dari Kecil

Tips Untuk Anda Yang Ingin Memulai Bisnis dari Kecil

Bisnisholic.web.id – Sebagian besar orang tentunya selalu dihantui dengan rasa khawatir dan rasa takut untuk memulai, salah satunya adalah memulai untuk berbisnis. Biasa alasannya tidak jauh-jauh dari takut gagal, takut merugi, dan sebagainya. Akhirnya bisnis tidak jadi dijalankan. Nah, untuk menghindari kegagalan, dikutip dari Forbes, berikut tips untuk membantu Anda memulai bisnis sederhana :

1. Jangan banyak alasan

Untuk memulai suatu bisnis hindari banyak alasan. Jika Anda nyaman dengan terus membuat alasan, Anda akan terus terjebak dalam lingkaran aman.

Salah satunya jalan adalah hadapi. Khawatir tentang risiko kepemilikan bisnis adalah hal normal. Alasan hanya memperlambat untuk mencapai tujuan.

Jadi, cara untuk mengatasi alasan-alasan tersebut adalah dengan memulai.

2. Terima segala masukkan

Mendengar adalah kunci dari sukses. Dengarkan saran dari senior bisnis dan dari siapa pun yang mengerti persoalan bisnis. Dengan mendengarkan Anda akan memiliki pengetahuan baru dan kembangkan secara terperinci.

Dengarkan pendapat kolektif dari teman sebaya atau saudara karena mereka akan menjadi cerminan bagaimana rekasi konsumen akan produk yang Anda buat. Jangan abaikan kekuatan nasihat.

3. Pikirkan sebuah solusi

Ketimbang memikirkan produk apa yang akan dijual, lebih baik pikirkan apa yang menjadi masalah saat ini dan jadikan itu sebuah bisnis.

Hal tesebut jauh lebih mudah untuk mendapatkan segmentasi pasar. Ketahui masalah apa yang dihadapi target pelanggan dan bagaimana cara menyelesaikannya.

Baca Juga : Industri Farmasi Harus Manfaatkan E-Commerce

4. Buatlah yang sederhana

Sebagai pemula dalam hal bisnis, mulailah dengan bisnis baru yang sederhana ketimbang langsung membuat bisnis besar yang akhirnya membuat produk mahal dan tidak diinginkan oleh banyak orang. Hal tersebut untuk mencegah gagalnya bisnis di awal.

5. Rencana untuk berjaga-jaga

Bayangkan ketika Anda benar-benar tidak memiliki uang sepeser pun karena bisnis Anda terus mengalami kerugian. Hal tersebut membuat Anda menjadi berjaga-jaga untuk mengurangi kemungkinan tersebut.

Setidaknya jika bisnis Anda benar-benar gagal masih ada simpanan rencana yang mungkin akan dilakukan untuk hal terburuk nantinya.

6. Lakukan secara bertahap

Sebagai pembisnis baru, memerlukan waktu untuk dapat menghasilkan pendapatan tetap hingga bisnis Anda berjalan dengan sendirinya secara stabil.

Untuk memperoleh penghasilan tetap, dibutuhkan pengorbanan ditahap-tahap pertama. Setelah arus bisnis mulai tergambarkan maka saat itulah Anda memiliki arus kas yang sehat.

7. Bicarakan bisnis Anda

Percaya diri dengan bisnis buatan Anda agar dapat lebih meyakinkan konsumen untuk menggunakan produk yang Anda buat.

Hilangkan rasa khawatir Anda untuk membicarakannya di depan umum. Seperti kata pepatah berpura- puralah sampai Anda berhasil. Persiapkan diri untuk menyebarluaskan dengan memasarkan bisnis Anda.