4 Cara Mencegah Turn Over Pegawai

Cara Mencegah Turn Over Pegawai

bisnisholic.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  4 Cara Mencegah Turn Over Pegawai.  Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai 4 Cara Mencegah Turn Over Pegawai

Memiliki sumber daya manusia yang berkualitas serta beretos kerja tinggi merupakan satu keadaan ideal untuk perusahaan yang ingin terus berkembang. Keberadaan SDM ini, akan menjadi kunci perkembangan usaha, tentu jika dikelola dengan maksimal. Namum tidak sedikit, karena satu dan lain hal, karyawan melakukan apa yang disebut turnover.

Istilah ini sendiri diberikan untuk karyawan yang meninggalkan posisi atau jabatannya dan berpindah ke perusahaan lain. Tentu saja hal ini merupakan kabar buruk untuk perusahaan terlebih jika karyawan tersebut memiliki apa yang diperlukan perusahaan. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, baik internal maupun eksternal. Dari internal perusahaan sendiri, tentu ada serangkaian kebijakan yang disusun agar karyawan bisa betah bekerja di perusahaan. Karyawan yang memiliki skill memang diperlukan, namun memiliki karyawan loyal juga merupakan anugerah lainnya. Untuk melihat beberapa sebab mengapa karyawan melakukan turnover, simak penjelasan berikut beserta cara mengantisipasinya.

Kesalahan Penempatan pada Karyawan Berpotensi
Setiap karyawan tentu memiliki skill tertentu yang diperlukan perusahaan, itu sebabnya karyawan tersebut direkrut. Ketika skill ini dikombinasikan dengan posisi yang tepat, makan karyawan tersebut dapat bekerja dengan sangat optimal dan mencapai kinerja terbaiknya. Sayangnya hal ini tidak selalu terjadi di perusahaan yang ada.

Kesalahan pembacaan potensi dan penempatan menjadi salah satu penyebab karyawan melakukan turnover. Perbedaan plotting kerja dan minat serta potensi karyawan yang dimiliki, akan menyebabkan karyawan tersebut tidak dapat berkembang dan mengalami stagnansi karir. Hal ini juga terjadi tidak hanya karena kesalahan perusahaan, namun juga kegagalan karyawan dalam melakukan adaptasi.Hal ini bisa dicegah dengan melakukan analisa bakat, passion dan skill yang dimiliki karyawan sebelum ditempatkan di satu divisi. Dengan analisa yang cermat, maka perusahaan dapat menempatkan karyawan pada posisi yang tepat dan potensi karyawan melakukan turnover akan berkurang.

Manajerial yang ‘Menimbun’ Potensi
Menimbun di sini diartikan sebagai upaya pencegahan karyawan dengan potensi atau skill tinggi untuk mendapatkan promosi. Wajarnya, jenjang karir akan diberikan pada karyawan yang berprestasi sehingga karyawan tersebut bisa menempati jabatan yang lebih tinggi sesuai dengan prestasi dan pencapaian yang diberikannya untuk perusahaan.

Namun pada kasus ini, jajaran manajerial dengan sengaja menghambat karir si karyawan dengan tujuan agar bisa ‘menggunakan’ jasa karyawan tersebut lebih lama untuk satu tim. Selain itu, penghambatan ini juga upaya agar karyawan bisa memberikan kinerja yang tetap tinggi pada tataran gaji yang tetap.Solusi utama dari penyebab turnover yang satu ini tentu adalah apresiasi pada setiap prestasi karyawan. Apresiasi yang diberikan bisa berupa promosi pada karyawan terkait, sehingga ia mendapat kenaikan jabatan yang layak. Jika memang perusahaan tidak mampu memberikan apresiasi yang layak, maka konsekuensinya adalah resiko karyawan tersebut mencari ladang yang lebih hijau.

Kesenjangan Payroll
Ketika terjadi satu fenomena tertentu, misalnya seperti revolusi industri yang terjadi belakangan ini, maka akan ada beberapa posisi atau jabatan yang akan mengalami kenaikan nilai jual. Kenaikan ini berupa tawaran payroll yang lebih besar karena dirasa peran yang dilakukan menjadi semakin krusial dalam perkembangan iklim industri.

Tak jarang, hal fundamental seperti payroll yang tidak sesuai menjadi alasan utama karyawan ‘meloncat’ ke perusahaan lain. Karyawan yang berada pada posisi yang tengah naik daun dan tidak pendapat kenaikan payroll akan memiliki pikiran untuk berpindah tempat kerja agar mendapat gaji yang lebih sesuai.Hal ini bisa dicegah dengan selalu memperhatikan pergerakan nilai jabatan yang terjadi. Posisi SEO (Search Engine Optimizer) misalnya, beberapa tahun belakangan mengalami peningkatan nilai yang signifikan karena semakin dibutuhkan. Perusahaan harus selalu memberikan penawaran yang menarik dan sesuai dengan tingkat payroll yang ditawarkan di pasar tenaga kerja.

Baca Juga : Cara Menilai Kinerja Perusahaan Dari Ratio Keuangan

Jam Kerja yang Berlebihan
Mesin yang dioperasikan secara berlebihan demi tercapainya target produksi satu ketika akan mengalami kerusakan, demikian juga yang terjadi pada SDM perusahaan. Jam kerja yang berlebihan yang dibebankan pada karyawan akan membuat karyawan kelelahan dan justru akan berdampak pada penurunan kinerja secara signifikan.

Jam kerja, lembur, target yang tidak masuk aka dan sistem kerja yang tidak sehat, akan menjadi pemicu lain untuk karyawan melakukan turnover. Karyawan juga bukanlah seorang yang pasif, dan tentu akan mencari informasi mengenai bagaimana iklim kerja di perusahaan lain dan apa yang ditawarkan. Ketika yang didapatkan karyawan tidak sesuai dengan harapannya, bukan tidak mungkin karyawan akan menyerah dan memilih keluar dari perusahaan.Gunakan pengaturan sistem yang efektif dengan alokasi jam kerja dan waktu istirahat yang benar. Dengan demikian, karyawan akan bisa memberikan kinerja lebih baik, yang berarti tingkat produksi bisa naikkan.

Cara Menilai Kinerja Perusahaan Dari Ratio Keuangan

Cara Menilai Kinerja Perusahaan Dari Ratio Keuangan

bisnisholic.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Cara Menilai Kinerja Perusahaan Dari Ratio Keuangan.  Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai Cara Menilai Kinerja Perusahaan Dari Ratio Keuangan

Kinerja perusahaan merupakan hasil dari kegiatan manajemen di setiap perusahaan. Parameter yang sering digunakan untuk menilai kinerja suatu perusahaan adalah dengan menggunakan pendekatan di mana informasi keuangan diambil dari laporan keuangan atau laporan keuangan lainnya. Rasio Keuangan merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dalam menjalankan sebuah perusahaan. Seorang pengusaha harus memahami tentang rasio keuangan, karena memiliki banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila dapat menganalisis rasio keuangan perusahaan. Rasio keuangan digunakan sebagai salah satu alat ukur untuk mengetahui posisi keuangan dan keberhasilan suatu perusahaan yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan. Ketahui tentang cara penilaian kinerja perusahaan berdasarkan rasio keuangan di bawah ini.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kinerja Perusahaan
Ada beberapa faktor penting yang dapat mempengaruhi kinerja suatu perusahaan. Diantaranya adalah sebagai berikut ini:

1. Efektivitas dan efisiensi
2. Otoritas atau wewenang
3. Disiplin atau taat terhadap hukum dan peraturan yang berlaku
4. Inisiatif, yang berkaitan dengan daya pikir dan kreativitas dalam perusahaan

Laporan Keuangan Sebagai Alat Pengukuran Kinerja Perusahaan
Laporan keuangan memiliki beberapa nilai keuntungan dan kelebihan yang dapat dirasakan dampaknya, baik bagi manajemen atau pemilik perusahaan, antara lain adalah sebagai berikut ini:

1. Menjadi alat pengukuran atau penilaian kinerja perusahaan. Dengan adanya laporan keuangan perusahaan, semua informasi tentang aliran pendapatan dan pengeluaran dalam perusahaan tercatat dengan baik dengan valid dan transparan. Sehingga laporan keuangan juga dapat menjadi dasar penilaian dari kinerja unit usaha dan tim karyawan yang ada di perusahaan.

2. Membuat langkah-langkah untuk perbaikan perusahaan. Dengan mengetahui dimana letak inefisiensi perusahaan, maka langkah-langkah perbaikan dapat dilakukan secara lebih baik dan tepat sasaran. Dengan adanya laporan keuangan, maka akan jelas terlihat dimana terjadinya pos-pos perusahaan dengan pengeluaran atau pembiayaan yang besar sehingga perlu dihemat, dan lain sebagainya.

3. Menjadi dasar informasi untuk melakukan proyeksi di masa mendatang. Dengan adanya data keuangan, maka akan membantu manajemen dan pemilik perusahaan dalam menentukan target dan visi untuk pengembangan bisnis yang ingin didapatkan di masa depan. Terutama dalam melakukan pembelian aktiva atau melakukan pinjaman ke pihak lain yang harus disesuaikan dengan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan yang lebih baik lagi.

4. Meningkatkan kredibilitas dan akuntabilitas suatu perusahaan. Untuk beberapa investor, laporan keuangan yang baik dapat menjadi dasar dalam melakukan penanaman modal kepada perusahaan tersebut. Namun, bukan berarti hal ini menyebabkan laporan keuangan dapat dipoles dengan angka-angka positif yang baik sehingga perusahaan dapat dinilai lebih tinggi.

Baca Juga : Penjelasan Tugas HR Manager Dalam Perusahaan

Indikator Rasio Keuangan untuk Menilai Kinerja Perusahaan
Ada 4 indikator rasio keuangan yang dapat digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan. Keempat indikator ini saling berhubungan sehingga para pengusaha harus dapat menjaga keseimbangan antara keempat rasio yang dimiliki. Indikator tersebut diantaranya adalah:

1. Rasio Likuiditas, merupakan rasio untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban membayar hutang-hutangnya maupun untuk mengecek efisiensi modal kerja. Rasio ini dapat digunakan untuk mengukur likuiditas suatu perusahaan. Apabila perusahaan tersebut mampu memenuhi kewajibannya, maka dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut likuid. Sedangkan apabila perusahaan tersebut tidak mampu memenuhi kewajibanya, maka perusahaan tersebut dikatakan ilikuid. Rasio yang sering digunakan untuk menghitungnya adalah Current Ratio, Quick Ratio, dan Cash Ratio.

2. Rasio Profitabilitas, merupakan rasio yang digunakan untuk menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Selain itu, rasio ini juga dapat digunakan untuk mengetahui kelangsungan hidup perusahaan yang dapat diukur menggunakan Gross Profit Margin, Net Profit Margin, Return On Assets, dan Return On Equity.

3. Rasio Solvabilitas, merupakan rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melunasi seluruh kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka panjang. Rasio ini dapat diukur dengan menggunakan Rasio Hutang terhadap Aktiva, Time Interest Earned, dan Fixed Charge Coverage.

4. Rasio Aktivitas, digunakan untuk mengukur tingkat penggunaan aktiva atau kekayaan perusahaan. Rasio ini diukur dengan menggunakan perputaran piutang, perputaran persediaan, perputaran aktiva tetap, dan perputaran total aktiva.

Fungsi Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio keuangan digunakan oleh manajemen perusahaan untuk menentukan seberapa baik kinerja perusahaan. Sedangkan fungsi analisis rasio keuangan untuk para investor adalah untuk melihat perusahaan yang akan digunakan untuk investasi, apakah memiliki kondisi keuangan yang baik atau tidak. Sehingga investor dapat menentukan investasi mana yang terbaik. Suatu perusahaan dapat dikatakan dalam kondisi baik apabila memiliki indikator-indikator seperti memiliki rasio likuiditas yang lancar, profitabilitas yang tinggi, solvabilitas yang tinggi, serta rasio aktivitas yang tinggi. Indikator-indikator tersebut dapat diketahui menggunakan rasio keuangan yang dapat dihitung berdasarkan data yang diperoleh dari laporan keuangan.

Penjelasan Tugas HR Manager Dalam Perusahaan

Penjelasan Tugas HR Manager Dalam Perusahaan

bisnisholic.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Penjelasan Tugas HR Manager Dalam Perusahaan.  Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai Penjelasan Tugas HR Manager Dalam Perusahaan

Pengelolaan sumber daya manusia atau human resources dalam satu perusahaan merupakan salah satu hal krusial. Pasalnya, perusahaan tidak mungkin berjalan tanpa keberadaan SDM untuk mengoperasikan berbagai hal yang ada. Untuk itulah, kemudian peran HR Manager menjadi sangat penting, terkait dengan pengelolaan dan administrasi SDM yang dimiliki.Memang secara praktis peran dari SDM yang dimiliki perusahaan akan terkikis oleh keberadaan berbagai aplikasi dan software yang kini mulai gencar dikembangkan. Namun demikian, hal ini tidak berlaku pada level manager. Kapasitas software dan program yang saat ini ada belum dapat menggantikan peran manager secara keseluruhan.Utamanya pada bagian HR perusahaan. Bagian yang mengepalai pengelolaan manusia di perusahaan ini masih sangat tergantung pada kapasitas manager sebagai manusia. Hanya saja, memang secara praktis pekerjaan yang dilaksanakan sangat terbantu oleh keberadaan software atau program yang khusus dikembangkan untuk ranah ke-HR-an.

Tugas yang tadinya harus dilakukan dengan berbekal data analog, kini telah banyak terbantu dengan digitalisasi pengumpulan data dan analisis data tersebut. Digitalisasi yang terjadi juga tidak hanya memanfaatkan perangkat komputer, namun juga pada software khusus yang diperuntukkan untuk keperluan HR. HR Manager kemudian akan mendapatkan rekap data yang digunakan untuk membuat keputusan strategis terkait HR di perusahaan.

Job Description HR Manager
Secara sederhana terdapat tiga tugas utama dari seorang manager di bidang HR ini.

– Mengembangan dan mengurus perencanaan sumber daya manusia dan berbagai macam prosedur yang berkaitan dengan staff di dalam perusahaan.
– Merencanakan, mengatur dan memantau aktivitas dan tindakan dari bagian HR.
– Bertanggung jawab atas pengembangan dan perencanaan tujuan bagian HR, tujuan serta sistem atau prosedur pelaksanaannya.

Ketiga tugas utama ini harus dilaksanakan oleh seorang yang memiliki kapabilitas sebagai seorang manajer di bidang HR, agar perusahaan dapat melakukan pengelolaan SDM yang dimilikinya dengan optimal. Memang jika dilihat dalam lingkup kecil pada setiap perusahaan, biasanya manager HR akan memiliki sedikit perbedaan tugas. Namun secara ideal, inilah garis besar tugas seorang manager bidang HR.

Target dari Manajer Bidang HR
Dari ketika jobdesc yang disebutkan di atas, kemudian dijabarkan ke dalam beberapa hal yang lebih spesifik dan detail. Beberapa jabaran dan poin di bawah ini menjadi gambaran umum mengenai tugas dan target yang umumnya harus dicapai seorang manager di bidang HR.

– Implementasi dan revisi pada program pengupahan perusahaan.
– Membuat dan merevisi job description masing-masing bagian.
– Melakukan survei gaji tahunan.
– Pengembangan, analisa serta pembaruan pada kebijakan anggaran gaji perusahaan.
– Pengembangan, analisa serta pembaruan program evaluasi perusahaan.
– Pengembangan, revisi dan rekomendasi pada kebijakan terkait staff.
– Pengelolaan standar operasional perusahaan beserta segala prosedur yang terkait dengan SDM.
– Pengawasan pada proses rekrutmen setiap bagian, termasuk juga pembuatan dan penempatan iklan peluang kerja.
– Pengelolaan program onboarding untuk karyawan baru dan konseling karyawan.
– Pengawasan wawancara pengunduran diri.
– Pengelolaan laporan dan arsip setiap bagian.
– Ikut serta dalam rapat staff administrasi.
– Merekomendasikan kebijakan baru, pendekatan baru, serta prosedur baru yang bertujuan mengembangkan perusahaan.

Setiap poin tersebut merupakan target ideal yang harus dilaksanakan oleh HR manager, untuk memenuhi kewajiban pada posisi tersebut. Nantinya, setiap poin tersebut memerlukan basis data yang aktual pada kondisi SDM yang dimiliki perusahaan. Tujuannya jelas, agar setiap keputusan yang diambil berdasarkan data terbaru dan termutakhir yang dimiliki oleh perusahaan.

Baca Juga : Sistem Slip Gaji Online Dan Manfaatnya

Aplikasi HR
Pengambilan kebijakan dan pelaksanaan tugas posisi ini, harus berdasar pada data yang sangat valid. Di sinilah kemudian software atau aplikasi HR berperan untuk membantu kerja manager bagian HR. Data yang direkam dan disediakan kemudian dapat dimanfaatkan secara penuh untuk keperluan analisis berbagai hal terkait karyawan atau SDM yang dimiliki perusahaan.

Update dari data yang disediakan biasanya akan dilakukan secara sangat rutin, mengingat masukan data yang ada dilakukan oleh setiap staff sendiri. Data yang di input kemudian akan disimpan dan diproses sedemikian rupa, sehingga HR manager dapat menggunakan dan mengolah data yang diperlukan untuk kebijakan yang akan diambil.Kombinasi antara kapabilitas manusia, serta software yang handal dapat menghasilkan satu output yang baik bagi perusahaan dan karyawan. Elemen manusia dalam pengelolaan SDM perusahaan masih sangat diperlukan, karena bagaimanapun juga staf yang dikelola adalah manusia, maka sebaiknya dikelola dengan memanusiakan manusia tersebut.

Sistem Slip Gaji Online Dan Manfaatnya

Sistem Slip Gaji Online Dan Manfaatnya

bisnisholic.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Sistem Slip Gaji Online Dan Manfaatnya. Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai Sistem Slip Gaji Online Dan Manfaatnya

Ketika waktu pembayaran gaji tiba, perusahaan harus memberikan sejumlah uang pada karyawannya. Pemberian ini bisa secara langsung, ataupun dikirimkan melalui rekening bank yang dimiliki karyawan. Tentu saja, kemudian pembayaran gaji juga harus disertai dengan slip gaji. Proses ini bisa dilakukan lebih praktis dengan menggunakan sistem online.

Untuk pekerja kantoran tempo dulu, pasti akrab dengan dokumen ini. Bagaimanapun bentuknya, slip digunakan perusahaan untuk menunjukkan rincian pembayaran, tunjangan, serta potongan pada gaji yang diberikan. Secara praktis, ini adalah bentuk transparansi perusahaan serta bukti bahwa karyawan bekerja pada perusahaan tersebut.

Untuk karyawan sendiri slip gaji bisa digunakan pada beragam keperluan. Misalnya saja untuk melakukan kredit suatu barang atau mengajukan pinjaman ke bank. Bank atau toko yang menyediakan layanan kredit atau utang akan menggunakan slip sebagai alat pengukur kemampuan ekonomi karyawan tersebut.

Sistem online yang kini banyak diterapkan di berbagai perusahaan sendiri bertujuan untuk mempermudah proses penyampaian dokumen ini. Berkas yang dahulu harus dicetak dan disertakan pada amplop gaji, kini bisa dengan mudah dikirimkan melalui surat elektronik atau aplikasi HR yang digunakan perusahaan tersebut.

Kemudahan Slip Gaji Online
Dalam dunia modern, sistem online tentu menjadi suatu keharusan. Demikian pula pada pengelolaan perusahaan dan karyawan. Penggunaan layanan atau aplikasi HR dalam dunia industri semacam menjadi syarat untuk disebut sebagai perusahaan modern. Aplikasi HR ini biasanya juga dilengkapi dengan fitur pengelolaan slip, gaji bulanan, dan sebagainya. Untuk fitur slip gaji, terdapat beberapa kemudahan yang akan diberikan oleh layanan HR ini kepada perusahaan dan karyawan.

a. Perhitungan Tepat
Pertama dan utama dalam pencantuman slip dan gaji karyawan, diperlukan ketepatan hitung. Karena menjadi hak yang harus diberikan pada karyawan, kesalahan hitung dan pencatatan terkait gaji menjadi hal yang sangat tidak dibenarkan. Selain merugikan karyawan hal ini juga bisa menurunkan citra baik perusahaan di pasar tenaga kerja.Dengan aplikasi HR yang tepat, perusahaan bisa mempercayakan penghitungan gaji dan pencatatan slip gaji pada sistem yang telah tersedia. Akurasi hitung tidak perlu diragukan lagi, karena setiap penghitungan terintegrasi pada database yang disediakan sehingga akan memberikan output berupa catatan dan jumlah gaji yang tepat.

b. Kesederhanaan Penyampaian
Dengan menggunakan slip gaji online, perusahaan dan karyawan tak perlu lagi menghabiskan waktu untuk bertatap muka menyelesaikan urusan rutin seperti penyampaian berkas ini. Melalui aplikasi HR yang digunakan, perusahaan bisa secara langsung mengirimkan berkas tersebut dan hampir pada waktu yang bersama diterima oleh karyawan.Mengingat berkas ini adalah output dari sistem pengelolaan HR berbasis online, maka akan menjadi sangat mudah penyampaiannya. Bagian HR perusahaan tinggal mengakses aplikasi, mengunduh data slip, kemudian mengirimkan pada setiap karyawan yang dimiliki di perusahaan tersebut, berdasarkan perhitungan dan database masing-masing.

Manfaat Sistem Online untuk Karyawan
Selain membawa kemudahan bagi perusahaan, sistem yang digunakan juga kana bermanfaat untuk karyawan secara umum.

a. Pengarsipan Aman dan Rapi
Mengingat berkas yang disampaikan berbentuk digital, tentu pengarsipan yang dilakukan akan cenderung lebih aman dan rapi. Karyawan bisa memanfaatkan fitur pada aplikasi yang digunakan untuk menyimpan berkas slip pembayaran gaji tanpa takut hilang atau bocor informasinya. Selain itu, arsip akan rapi dan sistematis, berurutan berdasarkan bulan penerimaan.

b. Dapat Dilihat Kapan Saja
Pernahkan ada karyawan yang membawa slip gajinya kemanapun dia pergi? Tentu tidak. Slip pembayaran gaji biasanya akan disimpan di rumah, karena merupakan dokumen bersifat personal dan rahasia. Tak jarang ini akan merepotkan ketika tiba saatnya akan menggunakan slip untuk berbagai keperluan.Dengan memiliki akses pada smartphone yang dipegang setiap karyawan, berkas ini dapat digunakan setiap saat. Untuk dilihat, dimonitor, serta digunakan dengan lebih praktis. Berkas ini kemudian bisa dicetak setiap saat untuk berbagai keperluan sehingga memudahkan karyawan ketika diperlukan.

Baca Juga : Pahami Komponen Gaji Tidak Tetap

c. Risiko Kerusakan Berkas
Karena sistem penyimpanan dikelola oleh perusahaan dan penyedia layanan HR, maka kemudian resiko kerusakan berkas akan dapat ditekan seminimal mungkin. Slip pembayaran gaji merupakan dokumen legal yang menyatakan status kerja dan besaran penghasilan karyawan. Sehingga berkas ini harus dijamin keamanan dan kerahasiaannya.Sistem pengelolaan online pada slip pembayaran gaji sendiri sudah banyak digunakan. Kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan terbukti bermanfaat untuk perusahaan dan karyawan, sehingga memiliki nilai yang cukup tinggi untuk industri saat ini.

Fitur slip gaji bisa dimaksimalkan jika layanan HR yang digunakan mengintegrasikan setiap data karyawan dengan baik. Artinya, setiap perubahan dan perkembangan akan di update setiap saat untuk menjamin validitas data. Salah satu layanan HR yang disarankan adalah Sleekr. Kelengkapan fitur dan kemudahan penggunaan baik untuk perusahaan maupun karyawan akan membantu kedua belah pihak dalam berbagai urusan. Segera ajukan demo untuk perusahaan dan rasakan manfaatnya!

Pahami Komponen Gaji Tidak Tetap

Pahami Komponen Gaji Tidak Tetap

bisnisholic.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Pahami Komponen Gaji Tidak Tetap. Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai Pahami Komponen Gaji Tidak Tetap

Setiap karyawan berhak untuk mendapatkan upah atau gaji setiap bulannya. Menurut Pasal 1 ayat 30 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003, upah atau gaji dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari perusahaan kepada karyawan yang ditetapkan dan dibayarkan sesuai perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Gaji memiliki komponen yang beragam, tergantung pada sistem kerjanya. Bagi para pekerja freelance yang tidak terikat kontrak pada perusahaan, pada umumnya hanya memiliki upah tunggal atau berupa honor yang dihitung berdasar satuan pekerjaan. Sedangkan bagi para karyawan tetap di perusahaan memiliki beberapa komponen tambahan.

Dalam menetapkan gaji karyawan, terkadang tim HR di perusahaan dibuat bingung karena tidak memahami komponen upah yang perlu dimasukkan dalam perhitungan gaji. Padahal, hal tersebut sangat penting agar perhitungan gaji tidak melebihi ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, serta tidak mengganggu stabilitas gaji karyawan yang bersangkutan. Berikut ini telah kami rangkum informasi tentang komponen gaji tidak tetap karyawan yang perlu diketahui.

Komponen Gaji Karyawan
Dalam PP Nomor 78 Tahun 2015 telah dijelaskan tentang komponen gaji karyawan sebagai berikut:

1. Upah tanpa tunjangan, yaitu sejumlah uang yang diterima oleh pekerja secara tetap. Sebagai contoh, seorang karyawan menerima upah sebesar Rp7.000.000 sebagai upah bersih. Maka besaran upah tersebut utuh digunakan sebagai dasar perhitungan hal–hal terkait dengan upah, seperti tunjangan hari raya keagamaan, upah lembur, pesangon, iuran jaminan sosial, dan lain sebagainya.

2. Upah pokok dan tunjangan tetap, yaitu besaran upah pokok yang dapat diterima paling sedikit sebesar 75% dari jumlah upah pokok dan tunjangan tetap. Upah pokok adalah imbalan dasar yang dibayarkan kepada karyawan menurut tingkat atau jenis pekerjaan yang besarnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan. Sedangkan tunjangan tetap adalah pembayaran kepada karyawan yang dilakukan secara teratur dan tidak dikaitkan dengan kehadiran pekerja atau pencapaian prestasi kerja tertentu. Sebagai contoh, seorang karyawan menerima upah sebesar Rp3.000.000, maka komponen gaji terdiri dari upah pokok yaitu sebesar Rp2.250.000 (75%) dan tunjangan tetap Rp750.000 (25%).

3. Upah pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap. Sama halnya dengan komponen upah pokok dan tunjangan tetap, besarnya upah pokok paling sedikit 75% dari jumlah upah pokok dan tunjangan tetap. Tunjangan tidak tetap adalah pembayaran yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan karyawan, yang diberikan secara tidak tetap serta dibayarkan menurut satuan waktu yang tidak sama dengan waktu pembayaran upah pokok. Seperti tunjangan transport, atau tunjangan makan yang didasarkan pada kehadiran. Contohnya, seorang karyawan menerima upah sebesar Rp3.500.000 dengan komponen upah pokok Rp2.250.000 (75%), tunjangan tetap Rp750.000 (25%), dan tunjangan tidak tetap sebesar Rp500.000.

Aspek-aspek Penentuan Komponen Gaji Karyawan
Terdapat beberapa hal yang sebaiknya dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam manajemen gaji karyawan antara lain adalah:

1. Jumlah gaji karyawan sebaiknya sesuai dengan kinerja yang diberikan oleh karyawan pada perusahaan. Karyawan dengan tugas yang cukup sulit atau beresiko tinggi sebaiknya diberi imbalan yang cukup memadai.

2. Bagi karyawan yang memiliki prestasi atau memiliki pencapaian yang berdampak baik pada perusahaan layak mendapat imbalan berupa bonus. Bonus tersebut tidak termasuk dalam gaji pokok karyawan. Pemberian imbalan khusus pada karyawan atas pencapaian tertentu ini akan memotivasi karyawan untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan kinerja mereka di perusahaan.

3. Setiap karyawan berhak untuk mendapatkan kenaikan gaji berdasarkan kriteria tertentu yang telah diberlakukan oleh perusahaan. Sama halnya dengan pemberian bonus, kenaikan gaji juga dapat memotivasi karyawan untuk memberikan kinerja terbaik bagi perusahaan.

Rumus untuk Menentukan Komponen Gaji Karyawan
Dalam menghitung komponen gaji tidak tetap karyawan, ada rumus sederhana yang dapat digunakan. Rumus sederhana ini digunakan untuk menghitung nilai dari setiap komponen gaji secara lebih akurat dan mudah. Rumus yang biasanya digunakan pada penghitungan nilai komponen gaji karyawan adalah sebagai berikut:

1. Gaji dan tunjangan tetap (P) bernilai 70% sampai 80% dari take home pay
2. Tunjangan tidak tetap (Q) bernilai 20% sampai 30% dari take home pay
3. Gaji pokok berkisar pada nilai 70% sampai 80% dari (P)
4. Tunjangan jabatan berkisar pada nilai 50% sampai 60% dari (P)
5. Tunjangan operasional berkisar pada nilai 30% sampai 40% dari (P)
6. Sedangkan tunjangan transport berkisar pada nilai 50% sampai 60% dari (Q)
7. Uang makan berkisar pada nilai 30% sampai 40% dari (Q)

Baca Juga : Karyawan Kontrak Tidak Jadi Tetap

Menjalankan sebuah bisnis atau perusahaan memang mengharuskan Anda untuk memperhatikan berbagai aspek yang berhubungan dengan perusahaan. Sehingga perusahaan Anda dapat berjalan dengan baik dan performa bisnis dapat terus meningkat. Salah satu hal yang perlu Anda perhatikan dalam menjalankan sebuah perusahaan adalah aspek keuangan. Ada banyak hal yang berkaitan dengan aspek keuangan, salah satunya adalah gaji karyawan. Dengan memiliki pemahaman mengenai komponen gaji termasuk komponen gaji tidak tetap karyawan, proses penentuan gaji akan lebih mudah.

Sebenarnya perusahaan tidak perlu bersusah payah untuk menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk menghitung komponen gaji tidak tetap karyawan. Cara yang paling praktis adalah dengan menggunakan aplikasi hitung gaji, seperti Sleekr. Sleekr merupakan software HR yang dapat menjadi solusi lengkap bagi tugas-tugas HR dan keuangan perusahaan. Sleekr akan membantu Anda dalam mengelola data karyawan, perhitungan gaji atau payroll, dan lain sebagainya. Dapatkan informasi lebih lengkap tentang Sleekr di sini! Sleekr akan memudahkan Anda mengelola perusahaan secara lebih baik.