Ini Bisa Jadi Target Marketing Anak Muda

Ini Bisa Jadi Target Marketing Anak Muda

bisnisholic.web.id Target marketing anak muda ? Bingung gimana cara kontrol konsumennya ? Gak tahu mau ngasih apa yang bisa jadi kegemaran konsumen. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Ini Bisa Jadi Target Marketing Anak Muda. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Ini Bisa Jadi Target Marketing Anak Muda

Selama beberapa tahun belakangan ini, generasi milenial (Y) menyita banyak perhatian, termasuk para pebisnis sekalipun. Bukan hanya terbatas pada generasi milenial saja, kini sudah mulai memasuki era generasi Z.Generasi ini dianggap memiliki karakter yang unik dan berbeda dari generasi-generasi sebelumnya, di mana hal ini jelas akan sangat memengaruhi perilaku sehari-hari mereka. Bukan hanya dalam bekerja, tapi juga dalam membelanjakan uangnya terbilang unik.Jika Anda ingin menjalankan bisnis yang menyasar generasi muda ini, maka pastikan memahami dengan baik berbagai karakter mereka sejak awal. Tak semua produk bisa menarik perhatian.

Tidak semua bisnis menarik bagi generasi muda ini, mengingat mereka memiliki sudat pandang tersendiri soal berbelanja. Jika generasi lain hanya fokus pada berbagai produk yang mereka butuhkan, maka generasi muda ini justru menunjukkan perhatian lainnya.Selain produk, mereka juga mencermati beragam dampak dan juga kebaikan atas pembelian yang akan mereka lakukan. Hal ini tentu menjadi perhatian penting bagi Anda serta pelaku bisnis lainnya, mengingat generasi muda ini merupakan salah satu kelompok konsumen yang aktif dan sangat menjanjikan.Jika Anda bisa mendapatkan kelompok konsumen ini, maka bisnis Anda tentu bisa berjalan lancar dan mendapatkan angka penjualan yang maksimal. Lalu, bisnis apa sebenarnya yang menarik dan bisa mendatangkan konsumen anak muda?

Baca Juga : Strategi Manajemen Paling Jitu

Industri Kreatif
Tentu bukan rahasia lagi jika kaum milenial dan Z merupakan generasi yang tergantung internet seiring dengan perkembangan dunia teknologi di Indonesia. Generasi ini identik dengan pertumbuhan industri kreatif yang selama beberapa tahun belakangan justru semakin berkembang dengan pesat.Mereka tertarik dengan berbagai jenis bisnis yang mandiri dan kreatif, bahkan meski industri ini baru tumbuh dalam skala yang kecil sekalipun. Bagi Anda yang berniat menjalankan bisnis dengan menyasar konsumen anak muda, maka memilih industri kreatif dengan basis teknologi digital bisa menjadi pertimbangan.

Strategi Manajemen Paling Jitu

Strategi Manajemen Paling Jitu

bisnisholic.web.id Bingung gimana bisa narik konsumen ? Strategi demi strategi sudah di rancang. Namun masih kurang efektif. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Strategi Manajemen Paling Jitu. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Strategi Manajemen Paling Jitu

Setiap perusahaan yang memproduksi barang atau jasa pasti membutuhkan strategi manajemen yang tepat. Dengan strategi tersebut, target dan tujuan perusahaan dapat tercapai sesuai harapan.Manajemen pemasaran memiliki peran vital dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Dari Wikipedia, pengertian manajemen pemasaran adalah proses penetapan tujuan-tujuan pemasaran bagi suatu organisasi (dengan mempertimbangkan sumber daya internal dan peluang pasar), perencanaan, dan pelaksanaan aktivitas untuk memenuhi tujuan-tujuan tertentu, dan mengukur kemajuan ke arah pencapaiannya.

1. Konsep Produksi
Konsep yang satu ini merupakan konsep konvensional yang banyak dianut perusahaan dengan sistem manajemen yang sudah stabil. Sebab, produksi massal lebih diutamakan untuk menekan biaya produksinya. Selain itu, biaya distribusi pun ikut disisir. Dengan begitu, harga jual produk atau jasa dapat lebih murah.Maklum, banyak konsumen yang lebih berorientasi pada harga murah ketimbang kualitas. Namun ada konsumen tertentu yang tak peduli jika harus merogoh kocek lebih demi mendapatkan produk atau jasa berkualitas baik.

2. Konsep Produk
Dalam menghasilkan barang atau jasa, perusahaan berusaha mengedepankan kualitas. Sehingga konsumen percaya dan kembali membeli produk perusahaan. Satu hal yang perlu diketahui, kualitas akan berpengaruh pada harga. “Ada harga, ada rupa.”Selain kualitas dan harga, barang atau jasa perusahaan juga harus memiliki keunggulan atau ciri khas dari produk kompetitor. Konsep produk harus dipikirkan dengan matang, bagaimana caranya produk yang diusung punya kekuatan tersendiri.

Baca Juga : Rahasia Sukses Eatlah FNB Yang Populer

3. Konsep Penjualan
Setelah produk siap, kualitas dan kuantitasnya memadai, harga jual sudah ditetapkan, berikutnya dalam manajemen pemasaran dikenal dengan konsep penjualan. Perusahaan harus mempunyai cara atau strategi penjualan tepat sesuai dengan target sasaran.Menjual produk, mempengaruhi konsumen sehingga tertarik membeli. Kalau perlu menjual produk secara agresif dengan sistem jemput bola, dari pintu ke pintu. Promosi yang dilakukan perusahaan juga dapat membuat konsumen kepincut membeli.Tapi begitu promosi ditiadakan, konsumen akan pindah ke lain hati. Menggunakan produk barang atau jasa kompetitor. Namun dalam konsep penjualan ini, kepuasan dan loyalitas konsumen seringkali tak terlalu dihiraukan.

4. Konsep Pemasaran
Konsumen adalah segalanya bagi perusahaan yang menganut konsep ini. Kebutuhan konsumen akan benar-benar menjadi prioritas. Perusahaan akan menyediakan waktu untuk berinteraksi dan mendengarkan suara konsumen lebih banyak.Riset atau survei kerap dilakukan sebelum memutuskan proses prosuksi dan pemasaran. Fokus utama adalah pada nilai tambah untuk membedakannya dengan sesama kompetitor.

5. Konsep Pemasaran Umum
Dalam konsep ini, perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan saja, tapi memperhatikan manfaatnya bagi orang lain. Perusahaan percaya, bisnis akan sukses bila konsumen puas dan ternyata produk barang atau jasa yang dihasilkan memiliki dampak baik ke konsumen maupun masyarakat luas.

Rahasia Sukses Eatlah FNB Yang Populer

Rahasia Sukses Eatlah FNB Yang Populer

bisnisholic.web.id Eatlah adlaah salah satu bisnis FNB yang khas dan sukses dengan resep Salted eggnya. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Rahasia Sukses Eatlah FNB Yang Populer. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Rahasia Sukses Eatlah FNB Yang Populer

Tak dapat dipungkiri jika bisnis makanan atau Food & Beverages (F&B) kini banyak digandrungi oleh para anak muda yang ingin menjadi wirausahawan. Menjanjikan keuntungan dan tak lekang oleh waktu adalah beberapa alasan mengapa bisnis di bidang tersebut ramai bermunculan beberapa tahun terakhir.Dibarengi dengan teknologi yang berkembang pesat, banyak inovasi dan konsep unik yang lahir dari buah pikiran para pegiat bisnis di bidang F&B ini. Salah satunya adalah brand makanan yang dicanangkan oleh anak negeri, Eatlah.

Bisa dibilang, Eatlah adalah pelopor gerai makanan yang menggunakan konsep casual eating dalam produk dan pelayanannya.Eatlah juga menghadirkan tren baru pada kuliner dalam negeri dengan membawa menu dari Singapura. Ya, saus salted egg atau telur asin yang juga cocok dengan lidah masyarakat Indonesia. Tidak butuh waktu lama menu makanan besutan tiga anak muda itu meledak dan banyak diminati oleh konsumen Indonesia, khususnya para generasi millennial.Melihat kesuksesan brand tersebut, tentu banyak kalangan tertarik mengetahui bagaimana cara Eatlah menggaet para peminatnya. Tak perlu panjang lebar lagi, mari bongkar rahasia kesuksesan Eatlah menjadi brand makanan yang populer di Indonesia dalam waktu singkat.

Petualangan Brand Eatlah Menjadi Gerai yang Booming Di Kalangan Anak Muda
Eatlah adalah suatu merek bisnis makanan yang memiliki ciri khas sajian kuliner dengan menggunakan saus telur asin atau salted egg. Siapa yang sangka bahwa brand ini lahir dari hasil kreativitas tiga anak muda yang aktif dalam mewujudkan inovasi yang dimiliki tahun 2016 silam.Ya, Eatlah dapat berdiri karena buah pikiran dari Charina Prinandita, Michael Chrisyanto, dan Riesky Vernandes yang saat itu masih berumur kurang dari 30 tahun. Ketiga anak muda ini memulai bisnis dengan bermodalkan 45 juta Rupiah. Modal tersebut juga merupakan dana yang dipinjam dari orang tua masing-masing pendiri.

Namun, dengan modal dan ide yang matang, gerai Eatlah pertama yang beroperasi di Jakarta Utara telah balik modal kurang dari satu tahun. Hal ini tentu menjadi awal yang menjanjikan untuk memperlebar sayap bisnis dan menggaet lebih banyak lagi pelanggan.Hingga pertengahan tahun 2018 lalu, Eatlah percaya diri membuka hingga 14 gerai dan menarget 18 gerai lagi di awal tahun 2019. Tak hanya beroperasi di Jakarta, Eatlah juga mulai merambah ke beberapa lokasi strategis di Indonesia seperti Eatlah Bandung, Eatlah Semarang, hingga Eatlah Surabaya. Hal ini tentu saja sangat menakjubkan melihat gerai ini yang baru berdiri kurang lebih 3 tahun.

Brand Eatlah juga mempunyai ciri khas penyajian makanan yang unik. Cara penyajian menggunakan wadah food box yang mudah untuk dibawa. Hal tersebut mampu memberikan ciri khas baru sebagai makanan on the go dan tidak ribet untuk dikonsumsi saat sedang beraktivitas sekalipun.Jadi, konsumen Eatlah dapat menikmati santapan kapan pun dan di mana pun. Dengan memanfaatkan layanan yang ditawarkan oleh moda transportasi online, Eatlah mampu memasarkan hidangan yang dijajakan dengan lebih luas.Penggunaan media sosial yang tepat juga mampu menjaga hubungan antara bisnis dengan konsumen setianya. Media sosial juga menjadi platform yang efektif untuk mempromosikan produk bisnis ke pangsa pasar yang lebih luas. Hal tersebut juga bisa menarik minat beli masyarakat.

Semua Ada karena Keyakinan
Melihat perjalanan bisnis brand Eatlah yang dalam sekejap mampu meraih kesuksesan membuat para pegiat bisnis di bidang serupa takjub. Namun, segala pencapaian tersebut tidak akan pernah terwujud jika ketiga pendiri tersebut merasa ragu dengan ide dan buah pikiran yang dimiliki.Karena ragu dan takut gagal adalah penghalang utama seseorang untuk bisa menjalani bisnis yang sebenarnya memiliki prospek yang bagus. Untuk itu, bagi Anda yang memiliki inovasi atau konsep bisnis yang menjanjikan, jangan ragu untuk merealisasikannya dengan sungguh-sungguh.Gunakan pula segala kesempatan yang tersedia serta kemajuan teknologi seperti yang dilakukan brand Eatlah. Dengan begitu, bukan tidak mungkin bisnis yang dirintis mampu menciptakan tren bisnis baru bagi masyarakat Indonesia.

Baca Juga : Pentingnya Invoice Dalam Kegiatan Bisnis

Rahasia Sukses Eatlah Hingga Banyak Digandrungi Konsumen Indonesia
1. Menerapkan Konsep Baru
Melalui Eatlah, ketiga anak muda tersebut berani merubah konsep makanan yang telah lebih dulu populer di Singapura menjadi produk yang memiliki daya jual tinggi. Hal ini terlihat dari pemberian nama Eatlah sebagai merek yang terdengar simpel namun catchy dan cocok dengan gaya anak muda zaman sekarang.Pemilihan konsep gerai yang santai namun tetap memiliki kesan modern juga berhasil membuat Eatlah mampu merebut pangsa anak muda. Selain membuat gerai lebih mudah dikenali, konsep tersebut juga nyaman untuk dijadikan sebagai tempat nongkrong bagi generasi millennials.

2. Membuat Packaging yang Unik
Tak hanya pada gerai, konsep casual juga terlihat dari cara Eatlah membungkus produk makanannya. Menggunakan model wadah food box dengan tulisan unik yang disematkan. Sehingga, konsumen Eatlah dapat menyantap hidangan dengan praktis dan bisa lebih leluasa membawanya ke mana saja.Konsep penyajian ini tentu menjadi nilai tambah mengapa Eatlah layak dijadikan langganan saat menyantap makan siang sembari tetap bisa beraktivitas seperti biasa.

3. Memanfaatkan Teknologi Secara Maksimal
Rahasia sukses selanjutnya dari brand Eatlah adalah keberaniannya dalam memaksimalkan penggunaan internet dan teknologi untuk melayani para pelanggannya. Adanya fitur delivery yang ditawarkan moda transportasi online seperti Gojek dan Grab juga dimanfaatkan dengan baik dan tepat.Bahkan, tak kurang dari 80 persen pesanan yang diterima oleh brand ini berasal dari pengguna transportasi online tersebut.Eatlah juga tak henti-hentinya melakukan promosi melalui platform media sosial yang populer di kalangan anak muda. Instagram, salah satu media sosial yang ‘ngetren’ dengan fitur membagikan foto dan video. Instagram dianggap sebagai media yang paling sesuai bagi Eatlah untuk memasarkan brand dan juga produk mereka.

Melalui postingan foto dan video dari produk yang dijajakan, ditambah dengan bumbu caption yang estetis, Eatlah mampu menarik minat beli kawula muda. Hingga kini, akun Instagram Eatlah telah memiliki lebih dari 50 ribu pengikut yang juga menjadi pelanggan setia makanan mereka.Yang pasti, usahakan untuk rutin memposting hidangan atau produk yang dijual dengan semenarik mungkin melalui media sosial.Praktikkan pula gaya penyampaian produk yang komunikatif dan merespon tanggapan dari para pelanggan dengan gaya bahasa yang santai. Dengan begitu, para pelanggan akan merasa lebih intim. Mereka pun akan merasa lebih enggan untuk mencoba produk lain yang serupa.

4. Kualitas yang Selalu Dijaga
Rahasia terakhir dari suksesnya Eatlah sebagai brand F&B kekinian yang populer di Indonesia adalah kualitas makanan yang terjaga. Tak dapat dibantah jika kualitas produk yang baik dan konsisten akan membuat konsumen datang lagi.Hal inilah yang coba selalu dilakukan oleh Eatlah untuk selalu menjaga kualitas serta cita rasa dari setiap makanan yang dihidangkan kepada pelanggannya. Memang dalam menjaga kualitas makanan membutuhkan usaha ekstra dan manajemen yang mumpuni. Namun, jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, sikap profesionalitas tersebut tidak akan sulit untuk dijalani.Eatlah sendiri selalu melakukan training kepada setiap karyawannya agar setiap gerai memiliki cita rasa yang sama dan dapat memuaskan setiap konsumennya. Dengan begitu, barulah Eatlah mampu mendapatkan kepercayaan dari para pelanggannya.

Pentingnya Invoice Dalam Kegiatan Bisnis

Pentingnya Invoice Dalam Kegiatan Bisnis

bisnisholic.web.id Invoice tidak boleh dianggap remeh,ternyata invoice ternyata sangat berguna untuk sebuah kegiatan bisnis. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Pentingnya Invoice Dalam Kegiatan Bisnis. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Pentingnya Invoice Dalam Kegiatan Bisnis

Saat menekuni dunia bisnis, seseorang tentu diwajibkan untuk memahami banyak istilah penting di dalamnya. Tak hanya bagi pemilik badan usaha saja, seseorang yang bersentuhan dengan bidang tersebut juga harus memahami istilah yang sering digunakan dalam dunia bisnis.Berbicara soal bisnis, pasti tidak akan jauh dari hal-hal yang berkaitan dengan keuangan dan transaksi. Nah, ada satu istilah yang umum digunakan dalam urusan finansial maupun bertransaksi. Istilah tersebut adalah invoice atau dalam Bahasa Indonesia disebut faktur.Bagi yang jarang menggeluti atau bersentuhan dengan kegiatan berbisnis tentu akan merasa bingung dengan apa itu invoice atau faktur. Namun, bagi Anda yang berprofesi sebagai akuntan, bagian pemasaran, atau pemilik sebuah usaha tentu tidak akan asing dengan istilah tersebut.Meski begitu, tahukah Anda definisi dari invoice beserta jenis dan fungsinya? Untuk itu, agar pemahaman Anda lebih mantap dan membuat kinerja pekerjaan berjalan dengan lebih lancar, simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Invoice?
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, istilah invoice atau faktur banyak ditemui dalam kegiatan berbisnis. Bidang pekerjaan di perusahaan dan bagian marketing juga akrab dengan penggunaan istilah tersebut. Penyebabnya karena invoice berkaitan erat dengan urusan keuangan dan transaksi dalam skala yang cukup besar.Secara umum, invoice adalah sebuah dokumen yang berisi informasi tentang sebuah kegiatan pembelian yang dilakukan oleh perusahaan atau institusi. Invoice juga dapat dijadikan sebagai suatu pernyataan penagihan yang diberikan oleh pihak penjual ke pihak pembeli.Pihak penjual biasanya akan mengisinya dengan detail informasi transaksi seperti nama barang, jenis, harga satuan, jumlah yang dibeli, hingga nominal yang harus dibayarkan oleh pembeli. Tak lupa dengan tanggal dilakukannya pembelian yang juga harus tercantum dalam dokumen tersebut.

Dalam membuat dokumen penting tersebut, penjual seringkali akan mencetaknya dalam tiga rangkap, yang mana setiap rangkap memiliki perannya masing-masing.

1. Rangkap Pertama
Pada rangkap pertama biasanya digunakan sebagai bukti bahwa perusahaan telah melunasi pembayaran.

2. Rangkap Kedua
Rangkap kedua sebagai pendataan di bagian penjualan.

3. Rangkap Ketiga
Sedangkan untuk rangkap yang terakhir difungsikan sebagai berkas laporan pada bagian keuangan.

Baca Juga : Manfaat Ekuitas Dalam Perkembangan Bisnis

Setiap rangkap tersebut juga dapat dijadikan sebagai bukti jika transaksi dilakukan dengan sistem kredit.Selain menjadi bukti pembayaran, dokumen tersebut juga dapat menjadi berkas penagihan dari pihak penjual yang harus dilunasi pihak pembeli. Pastinya sebelum faktur diberikan oleh penjual, kedua pihak harus telah menyepakati transaksi yang dilakukan dan dicantumkan pada purchase order.Namun, dalam beberapa kondisi, invoice juga dapat berupa notice atau kuitansi. Oleh sebab itu, periksa segala bentuk berkas yang merupakan invoice di perusahaan agar kinerjanya dapat diukur dengan lebih cermat dan seksama.

Fungsi-Fungsinya dalam Kegiatan Bertransaksi
Berisi informasi rinci tentang suatu kegiatan transaksi, fungsi utama dari invoice adalah sebagai dokumen penagihan dari penjual untuk pihak pembeli. Namun, ada beberapa fungsi lain dari dokumen ini dalam kegiatan bertransaksi.

1. Dokumen yang Berisikan Informasi
Fungsi pertama adalah sebagai dokumen yang berisi informasi mengenai suatu barang atau jasa yang dibeli oleh konsumen. Melalui invoice, konsumen dapat mengetahui biaya tagihan yang harus dilunasi atas transaksi yang telah dilakukan.Dengan begitu, jika terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian dengan kesepakatan di purchase order, konsumen dapat melayangkan komplain atau bahkan melakukan pembatalan transaksi.

2. Bahan Rujukan
Fungsi selanjutnya adalah sebagai bahan rujukan saat barang atau jasa dijual kembali ke pihak ketiga atau untuk ditambahkan ke pembukuan finansial bisnis. Jika diperlukan, perusahaan dapat menjadikannya sebagai referensi dan dijadikan sebagai dokumen faktur pajak.Jadi, dengan memiliki dokumen penting tersebut, pembeli tidak hanya mudah mengetahui detail transaksi tapi juga beragam fungsi penting lainnya. Sehingga, pengelolaan dan pemantauan aktivitas bisnis pun dapat lebih mudah dilakukan dengan menyimpan invoice.

Manfaat Ekuitas Dalam Perkembangan Bisnis

Manfaat Ekuitas Dalam Perkembangan Bisnis

bisnisholic.web.id Ekuitas sangat berpengaruh besar dalam sebuah perkembangan bisnis. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Manfaat Ekuitas Dalam Perkembangan Bisnis. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Manfaat Ekuitas Dalam Perkembangan Bisnis

Pada saat ingin memulai sebuah bisnis atau usaha, ada dua hal penting yang harus dipersiapkan dengan matang. Hal penting tersebut meliputi ide atau konsep dan modal yang akan diinvestasikan. Tanpa kedua aspek tersebut, bisnis tidak akan mungkin bisa berdiri dan berkembang sesuai dengan harapan.Jika Anda membangunnya hanya dengan modal tetapi tidak memiliki konsep usaha yang jelas, sudah pasti bisnis tersebut akan bergerak tanpa arah dan sulit untuk berkembang. Memiliki ide usaha yang matang tetapi tidak memiliki modal yang cukup juga akan membuat bisnis berjalan lambat atau bahkan berhenti ditengah jalan.Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah mencari bantuan investor atau menjadi investor itu sendiri. Anda dapat membagi ide bisnis yang dimiliki dengan orang yang mau menginvestasikan dana yang dimiliki. Jika Anda memiliki tabungan yang tidak digunakan, tidak ada salahnya juga untuk mencari individu berkualitas yang memiliki konsep bisnis menjanjikan untuk ditanami saham.

Kegiatan penanaman modal oleh investor atau ekuitas pada sebuah bisnis yang memiliki potensi profit tinggi adalah hal yang lumrah terjadi. Bahkan, perusahaan kelas kakap seperti Gojek dan Apple sekalipun pasti pernah berada pada fase penanaman modal oleh investor.Alasannya karena perusahaan membutuhkan dana segar untuk meningkatkan operasional bisnis dan investor percaya bahwa saham yang ditanam dapat memberikan untung berlipat. Nah, untuk memahami ekuitas serta perannya secara lebih jelas, simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu Ekuitas?
Istilah ekuitas adalah bentuk naturalisasi dari kata dalam Bahasa Inggris, equity. Equity dalam konteks berbisnis sendiri memiliki makna sebagai kekayaan atau harta bersih yang dimiliki sebuah perusahaan.Mengingat kembali pada persamaan dasar keilmuan akuntansi, terdapat dua sisi yang ada dalam sebuah perusahaan. Layaknya pada koin, kedua sisi tersebut tidak bisa dipisahkan karena berkaitan satu sama lain. Kedua sisi perusahaan tersebut adalah sisi harta atau kekayaan dan utang atau beban perusahaan juga ekuitas.

1. Sisi Pertama
Sisi pertama adalah sumber daya atau aset yang murni dimiliki oleh perusahaan.

2. Sisi Kedua
Sedangkan, sisi kedua dalam sebuah perusahaan adalah beban kepentingan yang menjadi hak kreditor serta pemegang saham atas kekayaan yang dimiliki perusahaan.

Arti Ekuitas Secara Umum
Secara umum, yang dimaksud dengan ekuitas adalah sebagian kekayaan atau harta perusahaan yang dimiliki oleh para kreditor serta investor tersebut. Ekuitas juga dapat dimiliki oleh pemilik perusahaan yang menanamkan modal pada perusahaan yang dijalankannya. Jadi, ekuitas tidak melulu tentang saham atau dana yang ditanam oleh investor saja.

Dalam sebuah perusahaan yang berkembang, ekuitas menjadi nilai ukur dari penjualan saham atau pemberian dividen kepada pemegang saham. Ekuitas tidak hanya merujuk pada nominal modal yang disuntikkan oleh para investor atau pemegang saham saja, namun juga nilai jual dari saham yang dimiliki tersebut.Saat sebuah bisnis menerima suntikan modal dari investor, otomatis sebagian dari perusahaan tersebut menjadi hak milik dari si pemberi dana. Jika selama beberapa waktu ke depan bisnis tersebut berkembang dan asetnya berlipat ganda, maka perusahaan wajib membagikan sebagian keuntungan kepada investornya.

Dengan begitu, nilai dana yang diberikan investor untuk keperluan operasional akan bertambah selaras dengan peningkatan aset serta keuntungan yang didapat perusahaan.Pada sebagian besar praktiknya, ekuitas di sebuah perusahaan dilakukan oleh investor dan juga pendiri bisnis itu sendiri. Nominal keuntungan yang diterima oleh mereka ditentukan dari jumlah modal yang dimiliki serta perjanjian yang sudah ditetapkan oleh kedua belah pihak. Jadi, pihak penanam modal dan pengelola perusahaan akan sama-sama diuntungkan.Penghitungan nilai ekuitas secara sederhana dilakukan dengan mengurangi jumlah aktiva perusahaan dengan pasiva.

Aktiva meliputi kekayaan yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan operasional bisnis, seperti biaya transaksi dan lain sebagainya. Sedangkan, pasiva adalah biaya ekonomi atau hutang yang harus dibayarkan oleh perusahaan di masa depan.Pada prinsipnya, ekuitas merupakan aset bersih yang didapatkan dari investasi pemilik bisnis serta keuntungan operasional perusahaan. Ekuitas juga menjadi perkiraan atas porsi keuntungan yang berhak diterima oleh seluruh entitas kepemilikan kekayaan atau aset suatu perusahaan. Jadi, melalui ekuitas, perusahaan mampu menentukan nominal keuntungan yang akan diberikan kepada pemilik bisnis serta para investornya.

5 Elemen yang Menjadi Acuan Pembagian Ekuitas
Pembagian modal usaha atau ekuitas yang dilakukan oleh perusahaan selalu meruntut pada 5 elemen utama. Kelima elemen dalam ekuitas adalah:

1. Modal Disetor
Sebagai elemen pertama, yang termasuk sebagai modal disetor adalah nominal uang yang disetorkan para pemegang saham. Pada umumnya, modal disetor dibagi menjadi dua kelompok, yakni modal saham dan agio atau disagio saham.Modal saham merupakan jumlah lembar saham atau dana yang terdapat pada sebuah bisnis atau perusahaan. Sedangkan, untuk agio dan disagio adalah perbandingan dari jumlah investor dengan nominal saham yang tersedia dalam perusahaan.

2. Modal Penilaian Kembali
Selanjutnya, elemen kedua adalah modal penilaian kembali, diartikan sebagai modal yang tersisa dari periode sebelumnya dan dimasukkan ke pembukuan periode selanjutnya. Dengan begitu, modal yang masih ada di periode sebelumnya dapat digunakan secara maksimal untuk kebutuhan bisnis di periode yang akan datang.

3. Laba Tidak Dibagi
Elemen ketiga, laba tidak dibagi merupakan jumlah keuntungan bisnis dari periode sebelumnya dan belum diambil oleh pemilik modal. Berbeda dengan sebelumnya, elemen ini tidak dimasukkan sebagai dividen dan dijadikan modal bisnis tambahan daripada dibiarkan mengendap.

4. Modal Sumbangan
Untuk elemen keempat, modal sumbangan merupakan modal yang diperoleh dari aktiva yang disumbangkan oleh pihak lain.

5. Modal Lain-Lain
Terakhir, yang dimaksud dengan modal lain-lain sebagai elemen kelima adalah modal yang bersifat cadangan. Elemen kelima ini didapatkan ketika dana yang digunakan untuk membeli persediaan masih tersisa karena harga mengalami penurunan dan tidak bisa dicairkan sebagai dividen oleh investor.

Baca Juga : Cara Mencegah Turn Over Pegawai

Itulah kelima elemen yang menjadi acuan perusahaan dalam membagikan modal usaha atau ekuitas kepada para investornya. Jadi, saat perusahaan akan membagikan ekuitas, kelima elemen tersebut harus diperhitungkan dengan seksama agar nominal yang diberikan akurat.

Bentuk-Bentuk yang Seringkali Terdapat dalam Perseroan Terbatas
Ekuitas hampir selalu bisa ditemui dalam sebuah perusahaan, baik yang berskala besar maupun kecil. Hal ini disebabkan karena ekuitas memiliki andil yang cukup signifikan pada perkembangan sebuah bisnis hingga mencapai kestabilan dan memberikan keuntungan. Berikut contohnya:

1. Modal di Entitas
Ekuitas dapat berupa modal di entitas berbentuk PT atau Perseroan Terbatas yang terdiri dari saham yang diberikan investor. Bentuk lainnya dapat berupa saham seperti Saham Preferen, Biasa, dan juga Akun Tambahan Modal Disetor.

2. Modal yang Bersumber dari Sumbangan
Kemudian, ekuitas juga dapat berbentuk donated capital atau modal yang bersumber dari sumbangan. Bentuk ekuitas donated capital ini dapat dikategorikan sebagai tambahan modal yang disetor investor.

3. Premium dan Diskon
Contoh ekuitas lainnya adalah agio atau premium dan disagio atau discount dari hasil penjualan saham. Bentuk ekuitas agio dan disagio dapat berasal dari jenis saham biasa ataupun saham preferen.

4. Selisih dari Penilaian Ulang Aktiva Tetap
Bentuk ekuitas selanjutnya adalah selisih dari penilaian ulang aktiva tetap. Bentuk ekuitas ini didapatkan saat perusahaan sedang melakukan revaluasi pada aktiva tetap berdasarkan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

5. Laba yang Ditahan
Terakhir, retained earnings atau laba yang ditahan adalah bentuk ekuitas yang biasanya terdapat pada perseroan terbatas. Bentuk ekuitas ini juga dapat berupa accumulated losses atau sisa kerugian yang ditanggung perusahaan pada periode perhitungan sebelumnya.

Tambahan Modal dari Investor dapat Membuat Bisnis Lebih Pesat Berkembang
Modal adalah salah satu aspek penting untuk bisa memulai bisnis dan memaksimalkan laju perusahaan. Tanpa memiliki modal yang cukup, bukan tidak mungkin bisnis akan sulit untuk berkembang atau bahkan mengalami kebangkrutan karena tidak dapat berjalan dengan semestinya.

Untuk itulah mengapa praktik suntikan saham oleh investor banyak dijumpai dalam dunia bisnis, terlebih untuk perusahaan yang sedang dalam proses berkembang. Dengan begitu, proses produksi, distribusi, dan juga transaksi dapat dijalankan dengan lancar.Namun, memiliki jumlah modal yang berlimpah tidaklah cukup untuk mengembangkan bisnis tanpa dibarengi dengan pengelolaan keuangan yang mumpuni. Pengelolaan keuangan yang baik dapat terwujud dengan membuat laporan keuangan yang rinci dan akurat, baik dengan cara konvensional maupun software akuntansi.Dengan begitu, pemilik bisnis dapat mempertanggungjawabkan modal yang diberikan oleh para investor dan membagikan keuntungan seperti yang diharapkan oleh penanam saham. Jadi, perusahaan dan investor sama-sama menjadi pihak yang diuntungkan.