Peluang Bisnis Masa Pandemi Covid-19

Peluang Bisnis Masa Pandemi Covid-19

Peluang Bisnis Masa Pandemi Covid-19 – Dalam masa pandemi ini terdapat banyak karyawan yang dirumahkan atau bahkan dipecat, dengan terjadinya ini banyak masyarakat-masyarakat yang memilih untuk membuka usaha.

Usaha rumahan merupakan peluang yang bisa dimanfaatkan. Umumnya modal yang dibutuhkan juga tidak terlalu besar, selain itu lebih fleksibel. Untuk memulai peluang usaha rumahan di saat Pandemi seperti sekarang ini, yang perlu dilakukan adalah memaksimalkan bakat dan minat untuk membuat sesuatu sehingga diminati atau dibutuhkan orang lain.

Berikut ini adalah 5 peluang usaha rumahan yang sudah cukup banyak di lakoni dan menghasilkan pundi-pundi rupiah :

1) Usaha Online

Memanfaatkan kemajuan teknologi, usaha online sudah banyak digandrungi bahkan sebelum wabah Pandemi menjangkit. Ide usaha online ini sangat beragam dan fleksibel, hanya perlu memanfaatkan internet dan laptop atau smartphone saja.

Terlebih di tengah pembatasan sosial seperti sekarang, dimana masyarakat lebih banyak beraktivitas di dalam rumah yang justru meningkatkan penggunaan internet -termasuk untuk berbelanja. Menjalankan usaha online bisa dengan memanfaatkan dan mengoptimalkan lapak-lapak e-commerce yang kian banyak tersedia, atau bisa juga membuat toko online via website pribadi, bahkan menggunakan media sosial.

2) Usaha Pembuatan Masker Kain

Selama masa pandemi ini, masker menjadi barang wajib dikenakan, terlebih ketika harus melakukan aktivitas di luar rumah. Fenomena ini membuat masker medis menjadi barang yang cukup langka -apalagi sempat adanya kelangkaan dan kalaupun ada harganya terbilang tinggi. Sampai kemudian, keluar himbauan bahwa masker medis diperuntukkan bagi para pejuang garda terdepan dalam menangani pasien covid dan untuk masyarakat bisa dengan masker kain sebagai alternatif.

Dan hal ini bisa menjadi peluang usaha bagi yang memiliki keterampilan menjahit Menjalani usaha masker kain bisa sangat menguntungkan untuk dijalankan.

Masker kain bisa dibuat dengan beragam model, seperti tie-up (diikat sendiri), earloop, dan headloop (untuk hijab). Selain itu, tak ada salahnya melakukan inovasi dengan menggunakan beragam macam warna kain dan juga motif agar banyak dilirik pembeli.

3) Usaha Catering Harian

Salah satu usaha yang menjanjikan adalah berjualan makanan. Ini sudah pasti menjadi peluang usaha yang bagus bagi yang memiliki kemampuan memasak mumpuni dengan menjalani usaha catering harian.

Wabah virus corona membuat sebagian masyarakat mulai concern dalam menjaga kesehatan, salah satunya menjaga pola dan asupan makan yang lebih sehat. Bisa dengan menjalani catering yang menghadirkan menu-menu sehat dan bergizi seimbang.

Ciptakan kunikan sehingga pembeli tertarik dengan usaha yang tengah di jalani. Untuk promosi maupun penawaran bisa lewat platform berbasis digital.

Baca Juga: Tips Strategi Menjadi HRD yang Dapat Memajukan Perusahaan

4. Bisnis Makanan Beku (Frozen Food)

Di saat Pandemi, aktifitas di luar rumah dibatasi dan sebisa mungkin tidak kemana-mana, kecuali untuk hal yang begitu mendesak. Dan hal ini justru membuat seseorang lebih sering menyimpan makanan agar intensitas keluar rumah bisa dikurangi. Apalagi bagi orang yang tidak piawai memasak, sehingga lebih sering membuat makanan yang cenderung simpel dan mudah, seperti Frozen food misalnya.

Nah, ini juga bisa jadi peluang usaha. Menjalankan usaha frozen food tidak terlalu sulit. Setidaknya, yang harus disiapkan adalah freezer dan persediaan frozen food yang beragam.

Usahakan untuk menyiapkan berbagai jenis frozen food; mulai dari frozen vegetable, nugget, sosis, hingga cemilan. Pastikan makanan yang di jual harus bertahan lama dan praktis. Jikalaupun tidak terlalu berbakat memasak, usaha ini tetap bisa digarap dengan menjadi agen frozen food di wilayah sekitar.

5) Usaha Menulis/ Content Writer

Pernah dengar istilah ‘hal yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar’? Nah jika memiliki hobi menulis, bisa memanfaatkannya dengan menjadi penulis lepas atau content writer.

Manfaatkan kesempatan sebaik-baiknya bisa dengan menulis sebuah cerita pendek dan menjualnya, atau mempostingnya di blog pribadi. Pekerjaan sebagai editor di sebuah perusahaan penerbit atau outlet media online juga bisa menjadi pilihan.

Yang terpenting adalah menemukan fokus dan kesukaan dalam menulis. Setelah itu, perdalam lagi ilmunya, misalnya saja dengan memperdalam pemahaman Search Engine Optimization (SEO) dan menerapkannya untuk meningkatkan nilai jual dengan harga pantas.

Semua peluang usaha yang disebutkan cukup dapat membantu mendapatkan penghasilan selama masa pandemi virus Corona. Ambil pilihan yang tepat, tergantung pada keahlian serta minat. Jangan pernah memilih peluang usaha hanya karena orang lain juga melakukan itu, lakukan yang terbaik sebisamu.

Beberapa-Ikan-Dinamai-dengan-Nama-Hewan-Lain

Tips Strategi Menjadi HRD yang Dapat Memajukan Perusahaan

bisnisholic – Perusahaan yang besar idealnya memiliki sumber daya manusia (SDM) yang beragam. Jika diarahkan dan dikelola dengan baik, SDM tersebut dapat membantu Anda untuk mencapai target dan tujuan yang ditetapkan oleh perusahaan. HRD merupakan ujung tombak untuk mendapatkan SDM berkualitas tersebut sebagai roda penggerak perusahaan. Kira-kira apa saja strategi HRD yang dapat dilakukan untuk memajukan perusahaan? Simak ulasannya di bawah ini.

Menempatkan SDM sesuai keahlian

Banyaknya SDM yang dipekerjakan oleh perusahaan mutlak memerlukan pengelolaan yang baik dan tepat. Langkah pertama untuk dapat membuat perusahaan menjadi lebih maju adalah HRD harus mampu menempatkan karyawan sesuai dengan keahliannya masing-masing.

Pemetaan yang dilakukan HRD harus sesuai kebutuhan perusahaan tanpa meninggalkan kompetensi yang dimiliki karyawan. Penempatan karyawan pada pekerjaan dan tugas yang sesuai dengan kemampuan dan potensi mereka akan sangat membantu perusahaan lebih berkembang.

HRD harus tahu persis bagaimana cara mengoptimalkan tenaga dan produktivitas para karyawan tersebut. Tak hanya itu, strategi HRD juga harus bisa memastikan agar karyawan bekerja seefisien mungkin untuk mencapai tingkat produktivitas kerja yang memuaskan.

HRD bertanggung jawab untuk merancang sistem dan juga implementasi penilaian kinerja pegawai agar sesuai dengan target perusahaan. Pengorganisasian yang terencana dengan tepat akan dapat menyelesaikan berbagai tugas perusahaan secara cepat dan efisien.

Membangun komunikasi yang baik
Untuk mencapai kemajuan perusahaan, sistem informasi yang terstruktur sangat dibutuhkan agar tidak terjadi kesalahan dalam berkomunikasi. Bila HRD melakukan kesalahan dalam menyampaikan maksud salah satu pihak, maka dapat menyebabkan hubungan kerja tidak berjalan baik. Membuat komunikasi dua arah antara pimpinan dan karyawan yang harmonis dan intens akan dapat mengurangi  masalah miskomunikasi.

Pelatihan komunikasi juga akan memberikan pengetahuan dan ilmu baru kepada setiap individu  untuk meminimalisir masalah komunikasi dalam perusahaan. Pada dasarnya, orang-orang yang berada dalam divisi HRD memiliki kemampuan komunikasi dan manajerial yang baik, mengingat hal tersebut memang diperlukan untuk menghadapi SDM di perusahaan.

Sebagai divisi yang bertugas untuk menangani SDM, HRD bertugas membangun kapabilitas, meningkatkan motivasi, dan produktivitas karyawan. Hal ini berujung pada tercapainya visi misi dan target perusahaan.

Benchmarking juga menjadi hal yang penting untuk mengukur performa atau hasil kerja karyawan. Metode ini dapat memberikan informasi yang diperlukan untuk membantu manajemen. Hal tersebut juga dapat berfungsi untuk evaluasi dan memastikan tidak ada tugas yang terlewat.

Baca Juga :Tips Buka Usaha Bakso Untuk Pemula

Memfasilitasi kebutuhan karyawan

Membuat perusahaan berkembang pesat bukanlah perkara yang mudah. Makin banyaknya persaingan yang ada juga menjadi tantangan tersendiri. Untuk mencapai produktivitas yang tinggi dalam perusahaan, fasilitas kerja yang lengkap tentu sangat dibutuhkan. Sudah menjadi tugas HRD untuk menganalisis kebutuhan karyawan dan menyediakan semua sarana yang dibutuhkan oleh karyawan.

Perusahaan besar umumnya banyak memiliki fasilitas yang lengkap untuk karyawan. Tak hanya fasilitas bekerja, tapi juga mementingkan kehidupan personal karyawannya. Jadi, fasilitas yang diberikan pun mampu mendukung hal tersebut, misalnya pusat kebugaran untuk menunjang gaya hidup sehat atau ruang entertainment untuk melepas penat.

Jam kerja kantor yang fleksibel juga dapat menjadi salah satu fasilitas untuk memenuhi hak dan kebutuhan karyawan. Misalnya karyawan yang juga sebagai ibu rumah tangga diberikan waktu yang lebih fleksibel untuk menuntaskan pekerjaannya sehari-hari. Tentu saja beban kerja yang diberikan sesuai dengan porsinya dan tidak ada bedanya dengan karyawan lain. Hanya saja waktu yang diberikan lebih fleksibel. Hal ini akan membuat karyawan perempuan dapat lebih maksimal dalam menjalankan perannya sebagai seorang ibu dan berkarir.

Mengembangkan SDM

Pengembangan SDM merupakan hal yang sangat penting dan karyawan harus selalu dibina agar keterampilan mereka semakin bertambah. Perusahaan harus konsisten memberikan fasilitas pada karyawan berupa pengembangan skill individu. Training dan development memiliki fungsi untuk menjaga kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan demi meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja.

Peningkatan ini juga bisa memberikan dampak positif pada perkembangan perusahaan. Hal ini akan membuat karyawan berpikir lebih kreatif dan menambah wawasan. Dengan tersedianya banyak ide baru, maka kesempatan perusahaan untuk memenangkan kompetisi pasar akan terbuka lebar.

HRD harus mampu mengembangkan dan mengelola sumber daya yang ada secara efektif dan efisien. Perusahaan yang sadar akan pentingnya fungsi dan strategi HRD biasanya akan menempatkan HRD untuk membantu menyusun langkah strategis perusahaan. Pasalnya, karyawan adalah faktor yang sangat penting sebagai penggerak perusahaan. HRD berperan penting untuk mengumpulkan informasi dan membantu menentukan solusi yang tepat sehingga dapat memecahkan segala persoalan yang terjadi di perusahaan.

Tips-Buka-Usaha-Bakso-Untuk-Pemula

Tips Buka Usaha Bakso Untuk Pemula

bisnisholic – Semakin majunya zaman, kini banyak ragam jenis kuliner yang muncul. Mulai dari yang terkenal dari cita rasa, bentuk, asal, bahkan keunikannya. Hal itu mendorong banyaknya pengusaha kuliner yang bermunculan. Salah satu usaha yang cukup menjanjikan ialah usaha bakso.
Tapi dengan munculnya kesempatan yang semakin luas dalam usaha kuliner, maka semakin ketat juga persaingan dalam bidang usaha ini. Jika Anda tidak bisa memanfaaatkannya dengan baik dan tidak memiliki keunggulan yang lain, maka akan sedikit kesempatan Anda untuk sukses dalam bidang usaha ini.
Hal yang harus Anda lakukan ketika ingin memasuki bidang usaha kuliner adalah pemilihan jenis makanan apa yang akan Anda produksi dan pasarkan. Memilih jenis makanan yang digemari oleh segala golongan adalah cara aman untuk memulai usaha ini.
Salah satu jenis usaha makanan adalah bakso. Untuk memulai usaha bakso, Anda tidak boleh asal dalam memproduksinya. Banyak cara yang bisa Anda lakukan agar usaha bakso Anda dikenal oleh banyak konsumen.
Inilah Cara Jitu Bagi Pemula Usaha Kuliner Bakso
Sebagai pemula usaha, Anda pasti sangat membutuhkan beberapa tips yang dapat menunjang usaha Anda. Berikut cara jitu yang bisa Anda lakukan agar usaha Anda dapat berjalan dengan baik :
Tentukan Jenis Bakso
Tentukanlah jenis bakso yang ingin Anda produksi. Apakah Anda akan memproduksi bakso berkuah atau bakso yang tidak berkuah. Lalu tentukan pula bahan utamanya. Jika Anda ingin menambahkan isinya, Anda juga harus mulai memikirkannya.
Tentukan Konsumen yang dituju
Hal selanjutnya anda harus menentukan konsumen yang anda tuju, apakah masyarakat umum, pelajar atau para karyawan. Hal ini dapat membantu anda dalam penentuan menu yang akan diperjualkan, dan penentuan harga.
Tentukan Lokasi Penjualan
Lokasi penjualan adalah salah satu faktor terpenting dalam menunjang kesuksesan sebuah usaha. Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan lokasi penjualan adalah sisi strategisnya, sisi kenyamanannya, dan juga sisi kebersihan lingkungannya.
Buat Strategi Daya Tarik Tempat
Selain strategi penentuan lokasi, daya tarik tersendiri akan menjadi salah satu hal yang berpengaruh dalam kesuksesan sebuah usaha, buatlah dekorasi sesuai konsumen yang dituju dan juga letak lokasinya, salah satu contohnya adalah buat lokasi penjualan yang Instagramabel.
Sediakan Mesin yang Menunjang Usaha Kuliner Bakso
Lakukan persiapan untuk masuk ke dunia usaha kuliner bakso secara maksimal. Setelah menentukan lokasi dan strategi dekorasi yang menarik. Hal penting yang harus dipersiapkan lainnya adalah mesin yang membantu Anda memproduksi bakso Anda.
Usahakan Anda memilih produk yang berkualitas. Agar Anda dapat menggunakannya dengan baik dan menghasilkan kualitas bakso Anda, inilah salah satu platform yang menyediakan mesin untuk membantu anda memproduksi mesin bakso
Dalam usaha kuliner, kualitas produksi didominasi oleh cita rasa dan penyajian. Maka dari itu Anda haruslah giat dalam berlatih memproduksi bakso yang berkualitas agar dapat menarik minat konsumen.
Salah satu langkah yang dapat anda ambil adalah dengan mengikuti kursus yang berhubungan dan menjunjang keahlian anda dalam memproduksi jenis usaha yang anda tawarkan.
Buat Ciri Khas dari Segi Rasa atau Penyajian
Agar usaha Anda terlihat, Anda harus berusaha menjadi berbeda. Cara yang dapat Anda lakukan adalah dengan membuat sesuatu yang bisa menjadi ciri khas dari sesuatu yang akan Anda produksi.
Dalam kasus ini, bakso yang diproduksi haruslah memiliki keunikan pada rasa ataupun cara penyajiannya. Agar konsumen bisa dengan mudah mengingat bakso yang Anda sajikan.
Tingkatkan Trik Promosi
Setelah semua usaha sudah dilakukan, langkah berikutnya adalah melakukan promosi yang dapat menarik perhatian para konsumen. Lakukan promosi yang kreatif dan manfaatkan segala cara  mulai dari media sosial atau menggunakan brosur.
Itulah beberapa contoh bisnis yang bisa diterapkan untuk mensukseskan usaha bisnis kuliner bakso Anda. Jika Anda sudah memaksimalkan semua hal itu, usaha Anda dipastikan akan mengalami perkembangan.
Bertahan-Dan-Membangun-Bisnis-Di-Tengah-Pandemik

Bertahan Dan Membangun Bisnis Di Tengah Pandemik

bisnisholic – Pandemi membuat roda perekonomian melambat. Akibatnya, banyak wirausaha harus rela gulung tikar ketimbang harus merugi terus. Tak hanya bagi pelaku bisnis kecil saja yang terdampak, sama halnya dengan bisnis besar. Hal itu dikarenakan perubahan situasi yang cepat karena banyak orang harus di rumah saja.

Nah, bagi kamu yang masih mengeluti bisnis di tengan pandemi, boleh terapkan beberapa tips berikut agar bisnismu bisa bertahan selama pandemi.

Rencanakan keuangan secara tepat

Segala sesuatunya bisa berjalan dengan baik dan lancar dengan perencanaan yang matang. Hal yang sama juga berlaku untuk arus kas usaha.

Buatlah perencanaan keuangan yang tepat selama pandemi. Mulai dari jumlah uang yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis, arus penggunaan uang, dan lain sebagainya.

Selain tepat, perencanaan keuangan juga harus dibuat dengan sangat mendetail. Berikan keterangan mengenai arus penggunaan uang tepat di samping kolom nama-nama pengeluaran.

Dengan begitu, kamu tahu kemana arah keuangan untuk bisnismu. Jika ada beberapa pengeluaran yang tidak diperlukan, lebih baik ditutup untuk menambah omzet untuk bisnismu.

Baca Juga :Tips Membuka Bisnis Usaha Percetakan

Buat bisnis lain

Membuat bisnis lain bisa jadi menjadi penolong bisnis utama kamu. Namun, dalam pemilihan bisnis lainnya, kamu perlu mengetahui peluang bisnis lain tersebut. Bisnis yang memang sedang dibutuhkan selama pandemi ini, masker kain misalnya.

Dengan begitu, kamu memiliki dana cadangan jikalau bisnis utamamu mengalami penurunan selama pandemi.

Beralih ke digital

Saat ini banyak orang enggan untuk keluar rumah, mereka lebih baik memesan sebuah produk maupun jasa melalui daring atau secara online. Nah, hal itu bisa kamu manfaatkan untuk beralih ke ranah digital.

Sebagai contoh, jika kamu memiliki bisnis pakaian yang memiliki toko, kamu bisa jual produk kamu melalui online. Mulai berjualan ke marketplace sampai media sosial. Memanfaatkan dunia digital bisa menjadi solusi biar bisnis kamu tetap bertahan selama pandemi.

Tips Membuka Bisnis Usaha Percetakan

Tips Membuka Bisnis Usaha Percetakan

bisnisholic.web.id – Setiap orang ingin memiliki usahanya sendiri. Namun, tidak sedikit yang masih kebingungan untuk menentukan jenis usaha yang ingin dibangun. Jika kuliner dan fashion telah begitu menjamur, mengapa kamu tidak mencoba untuk memulai usaha percetakan?
Meski sekilas usaha ini membutuhkan modal dalam jumlah besar, nyatanya tidak demikian. Justru, keuntungan yang akan kamu dapatkan terbilang sangat menjanjikan, asalkan kamu tahu rincian modal usaha percetakan yang akan kamu dirikan.
Sama halnya dengan kuliner, usaha di bidang percetakan juga memiliki berbagai bidang utama, seperti percetakan offset dan percetakan yang berfokus pada digital. Memang, semakin tingginya kebutuhan akan pembuatan kartu nama, baliho, spanduk, undangan, hingga banner untuk keperluan promosi, kini bisnis percetakan semakin mudah ditemui.
Tentu saja, ini menghadirkan nilai lebih bagi calon konsumen, karena bisa memilih jasa mana yang lebih berkualitas, pastinya dengan harga yang terbilang terjangkau. Namun, bagi kamu sebagai pemilik usaha, hal ini menjadi tantangan besar yang perlu kamu taklukkan. Pasalnya, tanpa adanya strategi, bukan tidak mungkin bisnis yang kamu geluti berakhir dengan gulung tikar karena tidak mampu bergelut menghadapi ketatnya persaingan.
Tips Memulai Usaha Percetakan
Sebelum memulai merintis bisnis apa saja, tak terkecuali usaha percetakan, kamu harus memiliki perencanaan yang matang. Tujuannya tidak lain adalah untuk menuai kesuksesan dan meraup keuntungan dalam jumlah maksimal. Pastinya dengan meminimalkan biaya pengeluaran untuk hal-hal yang sifatnya operasional.
Sebenarnya, memulai suatu usaha tidak pernah menjadi hal yang sulit. Modal mungkin menjadi kendala yang paling sering dijumpai, tetapi di atasnya, ada hal lain lagi yang membuat seorang calon pengusaha justru merasa kesulitan untuk memulai langkah awal. Hal tersebut adalah niat dan kemauan. Siapa pun, kamu sekalipun, tidak akan pernah bisa menjadi pengusaha sukses jika niat dan kemauan kamu masih tidak stabil. Berapa pun modal yang kamu miliki, apakah kamu mampu atau justru tidak, yang paling penting adalah niat.
Nah, jika kamu tertarik untuk memulai langkah awal dan merintis usaha percetakan, berikut tips mudahnya yang bisa kamu ikuti:
1. Cari Informasi Sebanyak Mungkin, Termasuk dalam Hal Modal
Apa pun bisnis yang akan kamu rintis, jangan pernah lupa bahwa semua itu tetap butuh modal, tak terkecuali bisnis percetakan. Jika kamu adalah seorang yang awam, tidak ada salahnya untuk mencari informasi sebanyak mungkin tentang usaha satu ini. Hal ini sangat membantu untuk kamu menentukan langkah awal, berikut menyiapkan modal yang dibutuhkan.
Setelah mengetahui berapa kisaran modal awal yang dibutuhkan, kamu bisa melanjutkan pencarian menuju ke apa saja yang dibutuhkan, termasuk peralatan yang berhubungan usaha ini. Tak lupa, apa jenis bisnis percetakan yang ingin kamu geluti, apakah itu berkisar kepada percetakan ofset atau mengarah pada bisnis percetakan digital. Nantinya, besarnya modal yang kamu butuhkan bisa terkalkulasi lebih jelas.
Selain itu, kamu juga perlu mengetahui apa saja keahlian yang dibutuhkan untuk bisa menggeluti usaha ini. Jika kamu bukan orang yang bergerak di bidang percetakan, kamu mungkin bisa mengikuti kursus atau belajar langsung pada teman atau orang lain yang lebih memahami bidang keahlian ini. Tanpa adanya keahlian, usaha yang kamu bangun tidak akan pernah mengalami kemajuan, kecuali kamu bersedia mengeluarkan uang ekstra untuk langsung membayar orang.
2. Tahap Awal, Pesaing adalah Kawan
Tidak sedikit orang yang menggeluti usaha percetakan menganggap vendor lain adalah pesaing. Padahal, kamu tentu memerlukan banyak ilmu langsung dari ahlinya. Jalinlah kerja sama yang baik dengan vendor yang telah berhasil menjalankan bisnis ini, supaya kamu memiliki gambaran yang lebih luas tentang percetakan. Namun, jangan asal, pilihlah vendor yang benar-benar berkualitas dalam pekerjaannya.
Paling tidak, kamu memiliki ilmu dasar percetakan dengan mengetahui jenis kertas, seperti ivory, HVS, CTS, dan jenis kertas lain yang biasanya digunakan untuk proses cetak. Dalam hal ini, kamu bisa bertanya langsung pada penjual kertas. Kamu perlu tahu bahwa kertas merupakan bahan baku yang amat penting dalam proses percetakan. Semakin tinggi harga kertas, maka biaya cetak pun akan turut mengalami peningkatan.
Sama halnya dengan vendor, pastikan juga kamu memilih pemasok kertas yang benar-benar terpercaya dan tidak diragukan lagi kredibilitasnya. Tidak boleh lupa, pemasok harus bisa bekerja sama dalam jangka waktu yang lama. Jadi, tidak ada salahnya untuk berkeliling dan berbincang langsung dengan pemilik usaha kertas kala ingin mencari supplier.
3. Paham Bagaimana Proses Produksi Percetakan
Tidak banyak orang yang tahu, bahwa alasan mengapa sebuah usaha pada akhirnya tak mampu bersaing dan memilih untuk menutupnya adalah tidak mengetahui dengan pasti apa sebenarnya usaha yang sedang coba dikerjakan. Seperti halnya usaha percetakan. Perlu dipahami bahwa membuat rincian modal usaha percetakan bukan menjadi jawaban terbaik.
Pemilik usaha juga diharuskan untuk mengetahui bagaimana sebenarnya proses produksi cetak berlangsung. Pasalnya, proses ini tidak bisa kamu hafalkan, dengan diikuti sejauh mana kamu sudah menguasai keahlian untuk mengoperasikan peralatan cetak nantinya. Memang, ini bukan menjadi yang termudah, tetapi kamu akan menjadi biasa karena sudah terbiasa melakukannya dulu.
4. Buat Rancangan Bisnis
Kunci keberhasilan lain dalam bisnis selain niat yang dibarengi dengan keahlian yang mumpuni adalah adanya rancangan bisnis. Ini sangat penting, karena bisnis yang kamu jalankan akan mengacu pada strategi yang sudah kamu buat sebelumnya. Jika kamu kesulitan membuatnya karena prosesnya yang cukup sulit, lakukan dengan caramu sendiri, seperti misalnya membuat skema, peta atau cabang pohon.
Tulis segala informasi yang kamu miliki, mulai dari jumlah modal, biaya untuk berbelanja kebutuhan awal, biaya transportasi dan operasional, hingga biaya sampingan untuk membeli camilan. Sertakan pula kisaran keuntungan harian, lama waktu yang dibutuhkan hingga modal kembali sepenuhnya (ROI), juga strategi yang akan kamu jalankan, mulai dari promosi hingga inovasi yang bisa menjadi nilai jual yang lebih baik dari pesaing.
5. Promosikan Bisnismu
Kini, kamu sudah sampai pada bagian yang tidak kalah pentingnya dengan menyusun rancangan bisnis, yaitu mempromosikan usaha percetakan milikmu. Supaya kamu tidak membuang banyak biaya untuk promosi, kamu bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi. Ya, memang benar bahwa promosi menjadi salah satu bagian rancangan bisnis yang paling menghabiskan biaya modal.
Cara paling mudah untuk melakukan promosi bisnis adalah melalui media sosial. Sebagai generasi milenium, kamu tentu memiliki akun media sosial, baik Facebook, Twitter, Instagram, hingga channel Youtube. Jika kamu tidak mau akun pribadimu terganggu karena digunakan untuk promosi, kamu bisa membuat akun baru khusus untuk bisnismu.
Promosi melalui media online ini juga ada caranya. Kamu bisa menggunakan Facebook Ads atau Google Ads. Keduanya disinyalir mampu menciptakan calon pelanggan potensial baru tanpa perlu menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan tentu saja biaya. Buat konten yang menarik, kamu bisa belajar banyak mengenai content marketing berikut visual yang mengundang rasa penasaran calon pelanggan untuk mencari tahu lebih lanjut tentang bisnismu.
Selain memasang umpan dengan konten dan visual yang berkualitas, kamu juga bisa meningkatkan engagement dengan intens berinteraksi pada calon pelanggan. Ungkapan pelanggan adalah raja mungkin hingga kini masih terpakai, dan penilaian pelanggan bisa membuat usahamu melejit, atau bahkan jatuh terpuruk.
Sebagai pelanggan, respons cepat tentu sangat dibutuhkan. Pasalnya, mereka membutuhkan solusi untuk setiap masalah, dan menunggu selalu menjadi hal yang paling membosankan. Jadi, jangan buat mereka menunggu solusi dari kamu terlalu lama, karena ini bisa membuat mereka beralih pada pesaing.
Supaya minat calon pelanggan makin tinggi, kamu bisa membuat kuis interaktif pada waktu-waktu dengan hadiah yang menarik. Dalam pengamatan media sosial, kuis dengan hadiah masih menjadi tren yang membuat angka engagement melejit cukup pesat. Hadiah bisa berupa tiket nonton, voucher belanja, atau merchandise yang bisa digunakan kapan saja oleh konsumen. Cara ini juga dikenal dengan istilah promosi berjalan.
6. Hindari Menolak Order
Jangan sampai usaha dan biaya yang sudah kamu keluarkan untuk merintis usaha percetakan ini sia-sia karena kamu terlalu pilih-pilih dalam menerima order, sembari tetap berpromosi, kamu bisa mulai mengerjakan satu atau dua klien. Menolak order hanya akan membuat kamu kehilangan kesempatan untuk menunjukkan nilai lebih yang dimiliki bisnismu.
Lalu, bagaimana jika kamu tidak terlalu paham perihal percetakan? Tidak masalah, tetap terima order yang datang. Nantinya, kamu bisa melemparnya kembali ke pihak ketiga dengan sistem bagi hasil. Hal terpenting adalah order tersebut jadi sesuai dengan keinginan dan harga yang telah disepakati, entah siapa yang mengerjakannya itu urusan nanti.
7. Pertahankan Kualitas
Meski order yang kamu terima terbilang kecil dan tidak mendatangkan angka keuntungan yang besar, kamu tetap tidak boleh menyepelekan dan harus mengerjakannya dengan semaksimal mungkin. Berapapun besarnya, kualitas tetap harus dijaga, karena ini menunjukkan kredibilitas dan profesionalitas kamu sebagai pemilik usaha.
Dengan tetap berpegang pada kualitas maksimal untuk setiap proyek yang kamu tangani, pelanggan akan puas dengan hasil yang mereka dapatkan. Mereka inilah yang berpotensi menjadi pelanggan setia, yang tanpa kamu sadari akan mendatangkan lebih banyak calon pelanggan potensial melalui promosi secara langsung kepada rekan kerja, tetangga, atau bahkan para investor.
8. Bisakah Langsung Berinvestasi?
Tidak hanya mendulang keuntungan sebagai penghasilan tambahan, bisnis juga menjadi ladang investasi jangka panjang. Namun, jika kamu adalah seorang pemula yang baru saja membuka sebuah gerai usaha, mungkin investasi bisa menjadi alternatif lain. Kamu bisa berfokus pada peningkatan kredibilitas dengan memiliki banyak klien dan fokus untuk menerima serta mengerjakan semua order yang masuk.
Kamu perlu tahu bahwa membeli peralatan percetakan membutuhkan biaya yang tidak sedikit jumlahnya. Tentu, alat-alat ini bisa menjadi ladang investasi yang bagus, terlebih jika kamu memiliki modal yang cukup untuk menyediakannya. Namun, kamu bisa mempertimbangkan hal tersebut lebih matang. Jangan sampai kredibilitas usahamu belum menunjukkan hasil maksimal, tetapi kamu sudah menguras seluruh modal hanya untuk urusan gengsi semata.
Lalu, kapan waktu yang tepat untuk memulai investasi? Jawabannya adalah ketika kamu sudah memiliki nama besar dan jumlah order yang semakin menumpuk dari waktu ke waktu. Kamu bisa mulai menyediakan mesin-mesin cetak, menambah karyawan, peralatan penunjang percetakan, hingga menyewa atau membeli lahan untuk dijadikan kantor.
Namun, sebelum memulainya, kamu terlebih dahulu perlu menyusun program kerja setidaknya hingga lima tahun ke depan. Jangan lupa, buat yang realistis, sehingga kamu bisa mengira-ira bagaimana alur usaha kamu ke depannya. Buat pula cashflow yang bisa menggambarkan proyeksi aliran dana untuk bisnismu dalam satu periode tertentu.
9. Pantang Menyerah dan Tidak Mudah Putus Asa
Tidak selamanya usaha percetakan milikmu berada di atas. Ada kalanya kamu mengalami hambatan atau kendala yang berujung pada kerugian. Inilah risiko terbesar menjadi pengusaha: kamu harus siap untuk menghadapi keadaan terburuk yang bahkan tidak diketahui kapan datangnya. Usaha milikmu bisa saja menjadi sangat sukses, tetapi bisa juga kamu mengalami kerugian besar yang berujung pada kebangkrutan pada saat yang hampir bersamaan.
Inilah mengapa setiap pengusaha diharuskan untuk memiliki mental sekeras baja, pantang menyerah, dan tidak mudah putus asa. Ancaman kerugian bisa terjadi kapan saja, sehingga kamu perlu kuat menghadapinya untuk bisa menentukan strategi apa yang menjadi pilihan supaya kamu bisa segera menemukan solusi dan jalan keluar.
Jadi, jangan pernah takut gagal jika kamu memilih untuk menjadi pengusaha. Selalu ingat bahwa kegagalan tidak hanya terjadi pada setiap pemilik bisnis, bahkan kegagalan juga bisa terjadi pada karyawan kantoran, hingga pelajar. Kuncinya adalah tidak mudah menyerah dan putus asa.
Rincian Modal Usaha Percetakan
Setelah mengetahui tips memulai usaha peternakan dari nol, sekarang saatnya kamu menghitung berapa kisaran modal yang diperlukan. Anggaplah kamu memilih untuk menjalani usaha percetakan kecil-kecilan dalam skala rumahan, sehingga biaya sewa lokasi belum dimunculkan untuk mengoptimalkan modal.
Berikut adalah rincian modal usaha percetakan yang bisa kamu cermati. Rincian biaya ini bisa menjadi gambaran untuk kamu yang akan membuka bisnis percetakan baik ofset maupun digital printing.
  • Mesin cetak (mesin fotokopi) atau mesin printer seharga Rp10 juta. Asumsikan kamu bisa mendapatkan dua atau tiga buah mesin cetak dengan anggaran tersebut.
  • Komputer (PC) dengan prosesor terbaru seharga Rp7 juta. Kamu tidak disarankan untuk menggunakan laptop, karena pengoperasiannya yang terbilang lebih rumit jika dibandingkan dengan PC.
  • Mesin pemotong kertas seharga Rp5 juta.
  • Mesin Laminating berikut bahan laminasinya seharga Rp2 juta.
  • Tinta untuk mesin cetak seharga Rp1,5 juta.
  • Kertas beragam jenis (HVS A4 70gr, HVS A4 80 gr, HVS Folio, Ivory, Buffalo, dll.) seharga Rp5 juta. Asumsikan kamu bisa mendapatkan beberapa jenis kertas, atau membeli kertas inti seperti HVS dan kertas foto untuk modal awal.
  • CD yang berisi instalasi program aplikasi Corel Draw, Photoshop, dan perangkat lunak Adobe terbaru seharga Rp500 ribu.
  • CD yang berisi instalasi program desain, kalender, hingga frame foto seharga Rp500 ribu.
  • Etalase untuk meletakkan barang seharga Rp5 juta.
Dari rincian modal usaha percetakan di atas, setidaknya kamu membutuhkan modal sebesar Rp35 juta hingga Rp40 juta. Asumsikan sisa modal ini akan terpakai untuk biaya operasional, seperti ongkos bensin yang kamu keluarkan untuk membeli segala keperluan.
Angka ini masih terbilang kecil, karena kamu belum memasukkan biaya penyewaan lokasi atau penambahan barang yang dijual. Biasanya, usaha percetakan juga menjual beberapa peralatan tulis-menulis (untuk usaha percetakan ofset), kertas kado, dan beberapa barang pendukung lainnya.
Itu tadi sekilas ulasan mengenai usaha percetakan berikut rincian kisaran modal yang dibutuhkan untuk membangun usaha ini. Bagaimana, sudah siap untuk memulainya? Selamat mencoba dan semoga sukses!