HR Pengelolaan Cerdas Untuk Kesuksesan Manajemen Perusahaan

HR Pengelolaan Cerdas Untuk Kesuksesan Manajemen Perusahaan

bisnisholic.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai HR Pengelolaan Cerdas Untuk Kesuksesan Manajemen Perusahaan Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai HR Pengelolaan Cerdas Untuk Kesuksesan Manajemen Perusahaan

Penggunaan Software HR di Perusahaan
Software HR ini sudah cukup banyak digunakan oleh berbagai perusahaan untuk membantu dalam administrasi data pegawai. Apalagi di zaman yang serba digital ini, semua pekerjaan sebisa mungkin dibantu oleh komputer. Hingga saat ini, penggunaan Software HR semakin banyak, terutama di perusahaan menengah dan besar. Software atau aplikasi ini bertujuan untuk membantu divisi HR dalam melakukan pengelolaan data statis maupun data kinerja para karyawan perusahaan. Kemampuan aplikasi ini dalam membantu perusahaan untuk mengelola data informasi karyawan tentu akan sangat bermanfaat untuk kinerja divisi HR. Karena waktu kerja divisi HR lebih banyak habis untuk urusan administrasi, maka dengan menggunakan aplikasi ini, waktu yang digunakan untuk mengurus administrasi akan jauh lebih efisien. Dengan begitu, divisi HR pada akhirnya bisa lebih fokus untuk menjalankan pekerjaan lainnya yang lebih prioritas.

Tugas-tugas HRD yang dapat dialihkan pada Software HR
Aplikasi HR memang dirancang khusus untuk membantu berbagai tugas divisi HR. Bahkan mulai dari membuat perencanaan pengelolaan SDM, beberapa aplikasi dapat membantunya. Aplikasi tersebut dapat digunakan untuk menyimpan data karyawan, aplikasi tanya jawab antar karyawan dengan HRD, pembuatan laporan kerja, rekap data kehadiran, menyimpan riwayat kinerja karyawan, pengembangan kompetensi karyawan, hingga membantu dalam sistem rekrutmen dan penggajian. Berikut ini merupakan tugas-tugas HRD yang dapat dialihkan pada penggunaan aplikasi HR:

1. Salah satu tugas HR yang paling menantang dan turut menentukan nasib perusahaan adalah proses rekrutmen karyawan. Dengan menggunakan aplikasi HRD, maka kini divisi HR tidak perlu disibukkan dengan kertas-kertas surat lamaran. Selain itu, divisi HR juga tidak perlu melakukan review lamaran yang masuk satu persatu, mengelompokkannya ke dalam jenis-jenis pekerjaan, dan memastikan datanya ada pada saat dibutuhkan. HR dapat memanfaatkan situs lowongan kerja yang akan mempermudah tracking data kandidat. Mulai dari kandidat baru melamar, hingga mereka diterima sebagai karyawan.

Baca Juga : Ini Bisa Jadi Target Marketing Anak Muda

2. Tugas divisi HR yang tidak kalah menyita waktu adalah melakukan monitoring absensi karyawan. Apalagi jika perusahaan menerapkan tunjangan kehadiran atau denda keterlambatan, pasti akan menyita lebih banyak waktu dan merepotkan. Dulu penggunaan mesin absensi karyawan harus dipantau setiap hari. Namun saat ini absensi karyawan menjadi lebih aktual karena bantuan alat-alat yang canggih dan penggunaan aplikasi HRD yang modern.

3. Sebelum adanya HR Software yang canggih dan modern, setiap karyawan yang ingin mengajukan cuti harus mengisi formulir khusus dan mengajukannya kepada HR. Cara tersebut telah dipandang membahayakan karena formulir tersebut dapat mudah hilang sehingga menyulitkan HRD. Dengan adanya software ini, maka akan memungkinkan karyawan dapat mengajukan cuti secara online.

4. Risiko human error sangatlah tinggi jika menghitung penggajian karyawan dengan cara konvensional. Namun sekarang HRD dapat menggunakan software seperti untuk perhitungan gaji secara online, dan lain sebagainya.

Gaji Pending Bisa Dilaporkan

Gaji Pending Bisa Dilaporkan

bisnisholic.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Gaji Pending Bisa Dilaporkan. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Gaji Pending Bisa Dilaporkan

Persoalan upah atau gaji memang menjadi salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Upah atau gaji yang layak akan memacu seorang karyawan untuk bekerja dengan dedikasi yang lebih baik. Sedangkan gaji yang tidak layak tentu saja akan menyebabkan karyawan menjadi kurang berdedikasi. Meskipun hal ini telah diketahui secara umum, namun ternyata masih ada banyak perusahaan yang masih semena-mena dalam memperlakukan para karyawannya. Salah satu fenomena akibat ketidaklayakan gaji karyawan adalah adanya keluar masuk karyawan yang frekuensinya sangat tinggi.

Gaji yang kecil serta beban tugas kerja yang banyak akan membuat karyawan merasa tidak dihargai dan memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan. Akibatnya, kestabilan perusahaan dapat terganggu sehingga performanya menjadi lebih buruk dibandingkan perusahaan lain. Bahkan ada perusahaan yang tidak memberikan gaji karyawan secara tepat waktu. Apabila gaji tidak dibayar oleh perusahaan, maka setiap karyawan memiliki hak untuk melaporkan perusahaan tersebut kepada pihak yang berwenang.

Standar Gaji Karyawan di Indonesia
Adanya standar gaji karyawan memang sangat diperlukan dan akan memberikan manfaat baik bagi perusahaan maupun bagi karyawan. Dengan adanya standar gaji yang jelas, maka dapat meredam potensi konflik yang terjadi akibat pertentangan antara perusahaan dengan karyawan. Demo-demo dari buruh yang anarkis hingga buruh yang kehidupannya kurang layak juga dapat dinihilkan dengan adanya standar gaji yang tepat. Standar jumlah gaji karyawan di Indonesia tergantung pada beberapa hal. Gaji minimal karyawan telah diatur dalam upah minimum, yang terdiri atas UMP, UMK, dan lainnya.

Salah satu faktor yang menentukan gaji karyawan adalah lokasi karyawan tersebut bekerja. Wilayah-wilayah dengan aktivitas dan perusahaan industri yang tinggi biasanya memiliki standar gaji yang lebih besar dibandingkan dengan wilayah lain yang aktivitas dan perusahaan industrinya rendah. Perbedaan standar gaji juga dapat diakibatkan oleh nilai KHL yang berbeda untuk setiap wilayah. Karena untuk dapat mencukupi kehidupan dengan layak, tentu gaji yang didapatkan harus lebih tinggi atau setara dengan KHL. Standar KHL untuk setiap wilayah di Indonesia juga berbeda-beda. Wilayah-wilayah seperti Papua memiliki standar KHL yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan KHL di wilayah Indonesia bagian barat. Selanjutnya, faktor lain yang juga berpengaruh pada jumlah gaji adalah jenis perusahaan tempat karyawan bekerja. Perusahaan yang besar tentu saja akan memberikan gaji yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan kecil. Selain itu, jenis pekerjaan juga akan mempengaruhi gaji yang didapatkan.

Perusahaan Telat Membayar Gaji Karyawan
Perusahaan yang terlambat membayarkan gaji karyawan akan dikenakan denda. Pengenaan denda tersebut tidak menghilangkan kewajiban perusahaan untuk tetap membayarkan gaji kepada karyawan. Pasal 93 Ayat 2 Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan telah menjelaskan bahwa pihak perusahaan yang karena kesengajaan atau kelalaiannya mengakibatkan keterlambatan pembayaran gaji, maka akan dikenakan denda sesuai dengan persentase tertentu dari gaji karyawan. Denda yang dimaksud akan dikenakan kepada perusahaan dengan ketentuan sebagai berikut ini:

1. Mulai dari hari keempat sampai dengan hari kedelapan terhitung tanggal seharusnya gaji dibayar, perusahaan dikenakan denda sebesar 5% untuk setiap hari keterlambatan dari gaji yang seharusnya dibayarkan.

2. Sesudah hari kedelapan, apabila gaji tidak dibayar, maka perusahaan dikenakan denda keterlambatan sebagaimana dimaksud dalam poin 1 ditambah 1% untuk setiap hari keterlambatan. Dengan ketentuan 1 bulan tidak boleh melebihi 50% dari gaji yang seharusnya dibayarkan.

3. Kemudian sesudah 1 bulan, apabila gaji tidak dibayar, maka perusahaan dikenakan denda keterlambatan sebagaimana dimaksud dalam poin 1 dan 2, ditambahkan bunga sebesar suku bunga yang berlaku pada bank pemerintah.

Baca Juga : Tunjangan Transportasi Karyawan

Langkah Hukum Bagi Karyawan Jika Gaji Tidak Dibayar
Adapun langkah hukum yang dapat dilakukan oleh karyawan apabila gaji tidak dibayar oleh perusahaan adalah sebagai berikut ini:

1. Langkah pertama adalah membicarakan terkait gaji yang tidak dibayar terlebih dahulu dengan pihak perusahaan (jalur bipartit).

2. Yang kedua, apabila melalui jalur bipartit tidak menemukan penyelesaian, karyawan dapat melakukan penyelesaian perselisihan melalui jalur tripartit dengan mediasi. Dimana yang menjadi mediatornya adalah pihak dari suku Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Disnaker) setempat.

3. Langkah yang ketiga, apabila jalur mediasi juga tidak berhasil maka karyawan yang bersangkutan dapat mengajukan gugatan kepada Pengadilan Hubungan Industrial.

Apabila gaji tidak dibayar oleh perusahaan secara sengaja, atau perusahaan terlambat atau melalaikan kewajibannya dalam pembayaran gaji, maka perusahaan harus membayar denda sesuai dengan aturan pada Pasal 19 PP Nomor 8 Tahun 1981 tentang Perlindungan Upah seperti yang telah disebutkan di atas. Dengan memahami aturan tersebut, sebaiknya Divisi HR tidak melakukan penahanan gaji karyawan. Agar sistem penggajian di perusahaan dapat berjalan lancar, Divisi HR memerlukan aplikasi penggajian yang dapat memantau catatan absensi, cuti, serta potongan-potongan yang diberlakukan pada karyawan. Penggunaan software payroll akan memungkinkan karyawan dan perusahaan sama-sama mengetahui posisinya di dalam sebuah pekerjaan. Dengan demikian, hal-hal yang berhubungan dengan administrasi karyawan tidak akan menjadi masalah di kemudian hari. Gunakan software HR Sleekr yang telah dipercaya dan diandalkan oleh banyak perusahaan di Indonesia. Sleekr hadir sebagai software HR yang lengkap dan dapat menjadi solusi untuk manajemen HR di perusahaan Anda.

Penurunan Bisnis Garmen Di Indonesia

Penurunan Bisnis Garmen Di Indonesia

bisnisholic.web.id Salah satu bisnis yang sangat menjalar di Indonesia sekarang adalah bisnis Garmen. Bagaimana tidak? Clothing Line saja sudah cukup penting, bagaimana dengan sumber dari bisnis Garmen? Tentu saja Bisnis Garmen akan sangat menghasilkan bukan? Berikut ini akan kami berikan artikel tentang Perkembangan Bisnis Garmen di Indonesia.

Anne Patricia Sutanto, Wakil Direktur Utama PT Pan Brothers Tbk., mengatakan saat ini perusahaan menggunakan 85% bahan baku impor, sisanya sebesar 15% diambil dari industri dalam negeri. Sebenarnya, perseroan lebih memilih untuk menyerap bahan baku domestik, tetapi karena kemampuan produksi terbatas, maka impor menjadi pilihan.”Kalau industri tekstil dalam negeri bisa [memenuhi kebutuhan], kami lebih suka beli dari mereka. Perlu pengembangan pabrik kain dan finishing dyeing, tidak hanya kapasitas tetapi juga kemampuan inovasi karena perlu bersaing dengan negara lain,” ujarnya di Jakarta, belum lama ini.

Dia menyebutkan serapan bahan baku lokal perseroan selama ini tergantung kemampuan industri tekstil yang menyuplai. Pasalnya, jika dipaksakan untuk memenuhi sesuai kebutuhan pabrikan garmen, pada akhirnya justru akan mendatangkan pinalti bagi industri bahan baku karena tidak mampu memenuhi kebutuhan sesuai order.Iswar Deni, Corporate Secretary Pan Brothers, menambahkan emiten dengan kode saham PBRX ini sebenarnya lebih memilih bahan baku lokal karena waktu pengiriman lebih cepat dibandingkan impor. Namun, karena suplai kurang, maka mau tidak mau perseroan mengimpor untuk memenuhi permintaan pakaian jadi dari pasar global.

“Kami berharap ada investor masuk di industri antara karena pengembangan di sektor tersebut telat,” kata Iswar.Kementerian Perindustrian saat ini sedang mendorong investasi tekstil ke sektor antara atau midstream. Achmad Sigit Dwiwahjono, Dirjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin mengatakan saat ini beberapa investor asal China berminat untuk menanamkan modalnya di dalam negeri dengan membangun fasilitas produksi. Pemerintah mendorong investor supaya masuk ke industri pencelupan dan pewarnaan kain.

Baca Juga : Jago Bisnis Online Untuk Pemula

“Industri tekstil kita masih lemah di situ. Sudah ada yang joint venture mengambil alih pabrik,” katanya.Redma Gita Wirawasta, Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI), berpendapat industri TPT, khususnya di sektor antara, memang harus segera dikembangkan untuk mempertahankan permintaan global akan produk hilir.Menurutnya, industri tekstil antara dalam negeri sudah lama tidak ada pemain baru maupun ekspansi dari pelaku yang sudah ada dengan alasan kurang menarik untuk investasi karena impor yang masih banyak sehingga tidak ada pasar, walaupun konsumsi dalam negeri besar.

Namun, ke depan industri antara dalam negeri harus segera dikembangkan karena buyer di luar negeri akan mencari pabrikan dengan local sourcing supaya bisa mempercepat waktu pengiriman barang. Ekspor pakaian jadi dari Indonesia bisa menurun apabila terus mengandalkan impor karena membutuhkan waktu pengiriman atau lead time yang lebih lama.“Kalau enggak bangun midstream, ekspor garmen dalam 2—3 tahun ke depan bisa anjlok. Buyer tidak hanya melihat masalah kualitas dan harga, tetapi juga masalah waktu pengiriman,” ujarnya.Pabrikan pakaian jadi lainnya, PT Golden Flower Tbk. sebelumnya menyatakan akan meningkatkan komposisi penggunaan kain jadi produksi lokal pada tahun ini. Dengan demikian, perseroan menargetkan dapat mengimbangi pasokan kain jadi impor untuk bahan baku perseroan.

Direktur Golden Flower Balkrishnan Udaikumar menjabarkan perseroan masih bergantung kepada pasokan kain jadi dari China hingga 70% dari kebutuhan total kain jadi perseroan. Adapun, lanjutnya, perseroan berencana untuk mencari pemasok kain jadi, khususnya yang berbahan polyester, di dalam negeri.

Industri Farmasi Harus Manfaatkan E-Commerce

Industri Farmasi Harus Manfaatkan E-Commerce

Bisnisholic.web.id – Seiring masuknya era industri 4.0, sektor industri harus mulai memanfaatkan platform jual beli online (e-commerce) dalam rangka menggenjot penjualannya. Hal ini tidak terkecuali di industri farmasi.

Presiden Direktur PT Meccaya Pharmaceutical, Ricky Surya Prakasa mengatakan, di era digital seperti saat ini, industri farmasi memiliki segmen pasar baru yang mendominasi yaitu kaum muda atau generasi milenial. Karakter konsumen baru ini dinilai sangat menarik bagi industri karena dinamis dan mobile, dengan didukung ragam layanan online yang ada.

“Era sekarang pastinya sudah sangat jauh berbeda dengan 10-20 tahun sebelumnya. Pangsa pasar atau konsumen pun sudah mulai berubah,” ujar dia

Untuk meraih pangsa pasar generasi milenial ini, lanjut Ricky, pihaknya bekerja sama dengan distributor dan retail modern untuk memasarkan produk-produknya melalui platform e-commerce.

“Dari sisi distribusi, walaupun belum memanfaatkan digital e-commerce secara langsung, namun rekanan retail modern dan tradisional Meccaya Pharmaceutical telah banyak memanfaatkankan e-commerce sehingga produk Salep Kulit 88 maupun Krim Anti Jamur 88 sudah banyak tersedia online,” jelas dia.

Dari sisi penjualan, kata Ricky, pada semester I 2019 Meccaya Pharmaceutical mampu mengalami pertumbuhan yang signifikan. Sedangkan secara tahunan, pada 2019 ini ditargetkan penjualan mampu tumbuh 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Faktor pendorong pertumbuhan ini tidak lain karena adanya kontribusi penjualan dari produk baru dan penambahan dari pengalokasian bugdet promosi di digital branding,” kata dia.

Pada tahun ini, Meccaya Pharmaceutical melalui produk Salep Kulit 88 meraih penghargaan Superbrands 2019 untuk kategori Antifungal. Hal berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh A.C Nielsen di 6 kota besar termasuk Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan dan Makassar.

Menperin Minta Pelaku Industri Farmasi RI Garap Pasar Afrika dan Eropa

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mendorong, industri farmasi dalam negeri untuk memperluas pasar ekspornya ke negara nontradisional. Hal ini guna menekan defisit necara perdagangan industri farmasi Indonesia.

Dia menjelaskan, saat ini, neraca ekspor-impor industri farmasi masih menunjukkan defisit. Meski pun nilai ekspor pada 2018 tercatat sebesar USD 1.136 juta atau meningkat dibandingkan 2017 sebesar USD 1.101 juta.

Namun demikian, lanjut Airlangga, potensi untuk meningkatkan ekspor produk farmasi masih sangat terbuka. Terlebih saat ini Indonesia telah memasuki era industri 4.0 yang merupakan era transformasi digital yang akan menciptakan nilai tambah baru pada industri farmasi.

Baca Juga : Inovasi Menjadi Kunci Dari Produk Bumbu Makanan RI Tembus Pasar Ekspor

“Pemanfaatan teknologi dan kecerdasan digital mulai dari proses produksi dan distribusi memberikan peluang baru serta meningkatkan daya saing industri farmasi,” ujar dia

Menurut Airlangga, masih banyak pasar-pasar baru yang bisa digarap oleh industri farmasi di Indonesia. Salah satunya yaitu pasar Afrika yang membutuhkan banyak pasokan produk farmasi.

“Diharapkan dapat mendorong industri farmasi untuk mengembangkan pasar ekspor, khususnya pasar ekspor non-tradisional seperti Amerika Latin, Eropa Timur, Rusia hingga Afrika,” tandas dia.

90 Persen Bahan Baku Industri Farmasi Masih Bergantung Impor

Industri farmasi menjadi salah satu bagian dari industri prioritas pemerintah dalam revolusi industri ke-4 (industri 4.0).

Namun sayangnya, selama ini industri farmasi masih dihadapkan pada keterbatasan bahan baku.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, saat ini jumlah industri farmasi di dalam negeri sebanyak 206 perusahaan.

Dari jumlah tersebut, didominasi perusahaan swasta nasional sebanyak 178 perusahaan. Kemudian diikuti sebanyak 24 perusahaan Multi National Company (MNC) dan 4 perusahaan BUMN.

“Industri farmasi adalah industri yang memiliki karakteristik padat modal (capital intensive), high technology, R&D intensive, heavily regulated, dan fragmented market,” ujar dia

Ia menjelaskan, industri farmasi dalam negeri termasuk industri yang telah lama berdiri dan mampu memenuhi 75 persen kebutuhan obat dalam negeri. Namun, industri ini masih terkendala pasokan bahan baku dari dalam negeri, sehingga hampir 90 persen bahan bakunya masih dipenuhi dari impor.

Jadi, Tunggu apa lagi dan untuk apa lagi anda berpikir lama? Untuk bermain casino di situs judi online yang sudah terpecaya di seluruh Indonesia dengan resmi dan aman untuk bermain dan bila anda tertarik untuk bermain judi online di situs judi slot terpercaya.

Anda hanya perlu Daftar Slot Online Indonesia dengan data – data yang lengkap yakni tipe bank, nama rekening, nomor rekening dan nomor handphone dan agen tersebut akan memberikan akun ID anda untuk bermain judi online yang berada di situs tersebut dan mereka juga mempunyai costumer service yang siap melayani 24 jam.

“Saat ini kita masih mengimpor sebesar USD 4 miliar dalam bahan baku obat dan sekitar USD 800 juta dalam bentuk obat jadi,” kata dia.

Inovasi Menjadi Kunci Dari Produk Bumbu Makanan RI Tembus Pasar Eksporvvvvvvvv

Inovasi Menjadi Kunci Dari Produk Bumbu Makanan RI Tembus Pasar Ekspor

Bisnisholic.web.idIndustri bumbu makanan dalam negeri perlu melakukan banyak inovasi agar mampu bersaingan dengan produk dari negara lain. Selain itu, inovasi juga dibutuhkan agar produk makanan Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor.

GM of Marketing PT Sasa Inti Albert Dinata mengatakan, pihaknya telah bergerak di industri bumbu makanan selama lebih dari 50 tahun. Hingga saat ini, Sasa juga telah berhasil menembus pasar ekspor.

“Sasa telah merambah pasar internasional dengan dilakukannya kegiatan ekspor sejak lebih dari satu dekade ke pasar Asia, Timur Tengah, Afrika dan ke beberapa negara lainnya yang memiliki prospek baik untuk dipasarkan,” ujar dia

Menurut Albert, pihaknya juga terus melakukan promosi dan inovasi untuk bisa memperluas pasar ekspor. Salah satunya dengan berpartisipasi dalam Food and Hotel Indonesia 2019, pameran kuliner dan perhotelan terbesar di Indonesia yang diikuti oleh 1.300 peserta pameran dan mendatangkan lebih dari 30 ribu pembeli dari 38 negara.

“Ini diharapkan dapat memberikan dukungan kepada para chef untuk terus berkreasi dan berinovasi sehingga ke depannya akan berdampak baik bagi perkembangan industri kuliner di Indonesia,” ungkap dia.

Sementara untu pasar ekspor, ke depannya Albert akan fokus mengembangkan ekspor ke lebih banyak negara-negara di kawasan Asia dan Afrika. Mengingat potensi di kawasan tersebut masih sangat besar.

“Dengan penetapan harga yang kompetitif dan pengiriman yang dapat diandalkan, Sasa dapat menjangkau setiap wilayah,” tandas dia.

Industri Makanan dan Minuman Cocok Untuk Pengusaha Milenial

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya mendorong masyarakat untuk terlibat dalam industri sebagai pelaku usaha. Salah satu kelompok masyarakat yang juga didorong yakni generasi milenial.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, generasi milenial dapat mulai berbisnis di sektor makanan dan minuman. Sebab sektor ini dapat dimulai dengan modal kecil.

“Milenial tentu mereka diberi kesempatan antara lain, industri yang start dengan modal lebih rendah itu adalah makanan minuman,” kata dia, saat ditemui, di JCC, Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Selain itu, berkembangnya perusahaan berbasis digital, seperti aplikasi ojek online yang memberi ruang bagi pelaku IKM, kata Airlangga, merupakan peluang yang dapat diambil oleh milenial.

“Makanan dan minuman dengan adanya aplikasi digital dengan adanya ojek online, delivery-nya bagus,” jelas dia.

Diharapkan dengan pemanfaatan teknologi digital makin banyak usaha kecil masyarakat yang dapat masuk pasar. “Jadi mulai banyak usaha kecil menengah dari masyarakat yang mempunya skala ekonomi cukup untuk masuk ke pasar,” tandasnya.

Baca Juga : Tips Bisnis Makanan Ringan Lengkap dengan Jenisnya

Genjot Ekspor, Jokowi Prioritaskan Industri Makanan dan Minuman

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, pemerintah akan menyiapkan langkah untuk menggenjot ekspor Indonesia.

Salah satunya dengan memberikan prioritas bagi industri makan dan minuman agar bisa meningkatkan ekspornya.

Jokowi mengungkapkan, industri makanan dan minuman selama ini mampu menunjukkan kinerja yang positif. Bahkan pertumbuhan dari industri ini mencapai sembilan persen per tahun.

“Pertama, memang ada prioritas, prioritas tadi memang saya sampaikan ke Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, industri makanan dan minuman menjadi prioritas karena growth-nya tinggi, 9 persen, grup di makanan dan minuman. Itu gede banget,” ujar dia

Oleh sebab itu, pemerintah akan memberikan dukungan kepada industri ini agar mampu tumbuh lebih tinggi dan meningkatkan ekspornya.

“Sehingga ini industri ini harus diberikan dukungan sehingga kemarin ada sedikit masalah misalnya Mayora dan Filipina nah pemerintah mengirimkan tim berbicara dengan pemerintah di sana agar yang ada tetap bisa masuk,” kata dia.

Selain itu, lanjut Jokowi, pemerintah juga telah melakukan deregulasi dan penyederhanaan perizinan untuk menarik lebih banyak investasi yang bisa masuk. Dengan harapan, perusahaan yang berinvestasi di Indonesia bisa mengekspor produknya ke negara lain.

“Saya kira regulasi untuk ekspor hampir dikatakan semuanya disederhanakan. Investasi-investasi yang berkaitan dengan barang barang ekspor atau produk produk subtitusi impor juga diberikan kemudahan,” ujar dia.

“Karena memang kunci di situ untuk memperbaiki neraca perdagangan kita memperbaiki neraca transaksi kita. Semua sudah mengarah, hanya memang nanti misalnnya ada hal-hal yang enggak baik perlu dikoreksi ya kita koreksi. Yang paling penting kecepatan ekspor harus didorong,” ia menambahkan.

Pria Ini Mampu Hasilkan Rp 600 Juta per Bulan Walau Hanya Lulusan SMA

Pria Ini Mampu Hasilkan Rp 600 Juta per Bulan Walau Hanya Lulusan SMA

Bisnisholic.web.id – Di tengah perkembangan arus modernisasi, kehadiran para pelaku Usaha Mikro Kecil dan menengah (UMKM) kerap kali dipandang sebelah mata. Sebab, persaingan di dalam negeri masih menjadi momok menakutkan bagi para UMKM, apalagi untuk bisa menembus pasar hingga ke luar negeri.

Namun ada UMKM yang bisa mematahkan pandangan tersebut yakni Bawadi Coffee. Lewat tangan Teuku Dharul Bawadi, Bawadi Coffee tidak hanya mampu merajai pasar dalam negeri, namum bisa melebarkan sayap hingga go internasional dengan menembus pasar dibeberapa negara.

“Jangkauan pemasaran saya pertama itu baru di Aceh kita masuk diseluruh Aceh. Internasional kita sudah masuk 8 negara diantaranya adalah Malaysia, Singapura, Canada, China, Thailand, Brunei, Australia dan India,” kata Bawadi

Tak puas sampai di situ, pria berusia 30 tahun ini akan kembali merambah pasar ke arah timur tengah, bahkan eropa. “Minggu depan saya ke Rusia dan di Swiss. Jadi kita arah ke eropa lagi,” imbuhnya.

Dia menceritakan, dari beberapa negara tujuan asal ekspor produk olahan kopi jadi tersebut, Bawadi Coffee mampu meraup omset penjualan hingga sebesar Rp 600 juta per bulan. Angka tersebut setara dengan 20 kali lipat dari modal awal membangun bisnis yang hanya sebesar Rp 30 juta.

“Modal awal kita Rp 30 juta. Itu hasil dari tabungan saya pribadi. Penjualan sebulan Rp 600 juta,” imbuhnya.

Baca Juga : Berikut Beberapa Tips Agar Dapat Menjadi Pengusaha Sukses

Hanya Lulusan SMA

Namun siapa sangka, dibalik kesuksesannya, Bawadi hanyalah seorang lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Berangkat dari kegagalannya untuk menamatkan kuliah, dia mulai berpikir dan merencanakan untuk membangun sebuah bisnis kopi yang kini dinamai Bawadi Coffee.

“Sebenernya saya kuliah di semester 6 mau lanjut semester ke 7 saya liat kawan-kawan saya ditempat kuliah semua mengejar untuk jadi PNS dan lain-lain sedangkan saya bertolak belakang dengan saya, saya ingin menciptakan bagaimana saya bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat satu perusahaan namanya Bawadi Coffee,” kisahnya.

Pria kelahiran Aceh tersebut mengisahkan alasan dirinya membangun brand Bawadi Coffee. Menurutnya di daerah tanah kelahirannya ada beberapa komoditas yang potensinya luar biasa, dan cukup dikenal dipasar internasional, salah satunya adalah kopi.

“Saya ambil pertama kopi Arabica Gayo kita produksi di awal tahun 2014 saya mulai memasarkannya ke beberapa lokasi yakni ke Malaysia dan Singapura. karena memang awal target kopi Bawadi kita langsung ke Malaysia,” terangnya.

Dirinya pun menceritakan kenapa tujuan pasar pertamanya langsung ke luar negeri. Sebab, baginya dengan membuka pasar di negara luar secara persaingan dan kompetitor masih belum banyak. Hal ini berbeda dengan kondisi pasar dalam negeri.

“Karena kalau kita masuk ke nasional harus ada nama karena orang agak susah nerima produk baru kalau memang dia belum ada nama. Tapi saya sesuaikan ke luar negeri,” jelasnya.

Kerjasama Dengan 1.840 Petani Kopi

Kendati begitu, komposisi pasar dalam negeri sendiri masih cukup dominan apabila dibandingkan dengan luar negeri yakni sekitar 70 persen dibanding 30 persen. Beberapa pasar dalam negeri yang kini sudah dimasuki produknya yakni Alfamart, Indomaret, dan Giant.

“Mimpi kita tahun ini saya rencana masuk ke 7 eleven. Kalau kita masuk ke sana otomatis 36 negara kita sudah bisa masuk barang. Jadi kita tidak susah distribusikan barang dan promisi karena biaya keduanya mahal bagi kita UMKM tidak akan sanggup distribusi 36 negara, tapi kalau kita manfaatkan jaringan ini barang kita akan masuk ke semua negara,” ungkapnya.

Hingga saat ini, pihaknya sudah bekerja sama dengan 1.840 petani kopi dari yang sebelumnya hanya 50 petani saja. Sedangkan karyawan tetap yang dikerjakan di Bawadi Coffee mencapai 28 orang dan karyawan lepas sebanyak 34 orang yang didominasi oleh mahasiswa.

“Jadi saya bermimpi supaya kawan-kawan yang lagi kuliah saya suruh mereka berkunjung ke tempat saya, supaya dia bisa berwirausaha sambil kuliah. Jadi disinilah 34 orang ini dia siang ke tempat saya dia ambil kopi dia jualan dari situ dia sambil belajar. Jadi saya memamg semuanya yang ingin belajar akan tampung di Aceh jadi kita sama-sama untuk berkembang,” pungkasnya.

Bea Cukai Temukan Kasus Impor Sampah Plastik Sejak Januari 2018

Bea Cukai Temukan Kasus Impor Sampah Plastik Sejak Januari 2018

Bisnisholic.web.id – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa setidaknya ada empat kasus impor limbah plastik ke negara itu dari Januari 2018 hingga Juni 2019. Kasus pertama adalah penemuan limbah plastik di Surabaya, Jawa Timur.

Bea Cukai mendapati ada lima kontainer yang semestinya berisi skrap kertas dari Amerika Serikat. Namun ternyata, kertas bekas impor itu dicampur sampah plastik dan mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun alias B3.

Kini, kontainer berisi sampah plastik itu sudah dikembalikan ke negara asal. “Seluruhnya sudah direekspor,” ujar Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Ditjen Bea Cukai Syarif Hidayat melalui keterangan tertulis kepada Tempo, Senin, 17 Juni 2019.

Kasus kedua adalah temuan di Batam, Kepulauan Riau. Bea Cukai menduga ada 65 kontainer skrap plastik asal Amerika Serikat dan Eropa yang dicampur dengan limbah plastik. Dari 65 kontainer itu, 30 kontainer sudah diperiksa dengan hasil 17 kontainer memenuhi ketentuan, 3 kontainer sudah dilakukan uji laboratorium dan tengah dikoordinasikan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta 10 kontainer sedang dalam proses uji laboratorium. “Sebanyak 35 kontainer sisanya masih dalam proses pemeriksaan,” ujar Syarif.

Berikutnya, impor limbah kertas juga tercatat terjadi di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah. Namun, setelah diperiksa, sebanyak sembilan kontainer asal negeri Abang SAm itu sudah sesuai ketentuan.

Terakhir adalah kasus impor waste paper di Tanjung Priok, DKI Jakata. Dalam kasus itu tercatat ada 16 kontainer berisi kertas bekas asal Amerika Serikat. “Diduga impor itu tercampur limbah lain. Terhadap kontainer tersebut telah diselesaikan dengan reekspor,” kata Syarif.

Ke depannya, Syarif mengatakan Bea Cukai bakal memperketat pengawasan terhadap impor skrap plastik dan kertas. “Bea Cukai akan terus meningkatkan pengawasan dan analisis berbasis manajemen risiko dalam melakukan pemeriksaan terhadap impor skrap plastik dan kertas,” ujar dia.

Baca juga : Importir Bawang Putih Akan Terus Berlanjut

Di samping itu, Bea Cukai terus berkoordinasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait untuk mengembalikan limbah yang telah masuk ke Indonesia ke negara asal. “Dalam hal ini yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku,” tutur Syarif.

Wilayah Kebumen Mengalami Kekeringan Sawah

Wilayah Kebumen Mengalami Kekeringan Sawah

Bisnisholic.web.idKementerian Pertanian (Kementerian Pertanian) melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur dan Fasilitas Pertanian (PSP) memantau kekeringan beras di Kabupaten Kebumen. Beberapa tempat terancam oleh kekeringan, termasuk Pesantren Bulus dan Kecamatan Petanahan.

Di Kecamatan Bulus Pesantren luas tanaman padi sawah (standing crop) yang terancam kekeringan pada Musim Tanam kedua (MT II) sebanyak 213 Ha. Meliputi Desa Indrosari 6 Ha, Desa Sangubanyu 30 Ha, Desa Ambalkumolo 9 Ha, Desa Bocor 14 Ha, Desa Waluyo 4 Ha, dan Desa Sidomoro 160 Ha. Saat ini umur tanaman padi 30 hari setelah tanam (HST). Pada Kecamatan Bulus Pesantren pantauan dilakukan pada Desa Sidomoro, Desa Tanjungsari dan Desa Bocor. Berdasarkan pantauan Gapoktan Mitra Tani di Desa Sidomoro yang merupakan desa paling luas standing crop yang terancam kekeringan.

“Penyebab kekekeringan yang melanda Kecamatan Bulus Pesantren karena pengurangan suplai air dari Waduk Wadaslintang (intake Kedungsamak) ke jaringan irigasi. Juga karena musim kemarau yang maju, bulan April curah hujan rendah dan Bulan Mei sudah tidak ada hujan. Sementara awal masa tanam yang mengalami kemunduran,” jelas Direktur Jenderal PSP, Sarwo Edhy, dalam keterangannya, Selasa (18/6/2019).

Sarwo Edhy mengatakan, telah dilakukan upaya penyelamatan tanaman padi yang mengalami kekeringan. Di antaranya dilakukan melalui system gilir giring selama 6 hari mendapatkan 1 hari untuk pengairan, memaksimalkan pemanfaatan pompa bantuan pemerintah th 2018 dengan (3 inc) untuk mengairi sawah yang rawan kekeringan dan secara bergiliran anggota P3A/Gapoktan menjaga pengaturan pemakaian air. Pada TA. 2018 Kabupaten Kebumen mendapatkan alokasi pompa air (dana TP) sebanyak 15 unit (3 inch). Semuanya sudah terdistribusi secara merata pada daerah-daerah yang berpotensi mengalami kekeringan.

“Akan diupayakan pompa dengan kapasitas yang lebih besar (6 inc) agar dapat mengalirkan air sari saluran irigasi di Desa Tanjungsari ke saluran irigasi tersier yang menuju Desa Sidomoro sehingga dapat menambah ketersediaan air,” tambahnya.

Sedangkan pada Desa Bocor, dengan standing crop yang mengalami kekeringan mencapai 14 Ha. Kekeringan disebabkan karena suplai air dari saluran irigasi Wadaslintang tidak bisa mencapai Desa Bocor. Namun saat ini untuk memenuhi kebutuhan air irigasi dilakukan dengan memanfaatkan air permukaan sungai Kedungbener (Jaringan Irigasi Air Permukaan) dengan kapasitas pompa 213 ubin mesin. Sementara di Kecamatan Petanahan, luas standing crop yang mengalami kekeringan mencapai 20 Ha, pada umur tanaman 12 HST. Kejadian kekeringan ini, baru pertama kali terjadi di Kecamatan Petanahan yang terkenal paling berpotensi dan subur. Pada bulan Februari 2019 pada daerah/blok yang terkena kekeringan tersebut terkena kebanjiran.

Baca juga : Apa Indonesia Terkena Dampak Perang Dagang AS Vs China

“Kekeringan tanaman padi pada Kecamatan Petanahan ini disebabkan oleh kondisi iklim dimana musim kemarau maju, masa tanam mundur, air irigasi dari DI Wadaslintang tidak bisa mencapai Petanahan karena kondisi saluran irigasi tersier belum permanen sehingga banyak terjadi kehilangan air, dan tidak bisa menggunakan air tanah karena air berminyak dan asin,” sebutnya.

Solusi yang sedang diupayakan meliputi sistem gilir giring setiap 6 hari sekali mendapat giliran 1 hari untuk pengairan. Selain itu, juga dilakukan rehabilitasi saluran irigasi tersier sejauh 300 m.

Sri Mulyani Minta Tambahan Anggaran Gaji PNS Baru

Sri Mulyani Minta Tambahan Anggaran Gaji PNS Baru

Bisnisholic.web.idMenteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengusulkan bahwa kenaikan pagu indikatif di luar Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp. 31,433 triliun pada 2019 menjadi Rp. 35.648 triliun pada tahun 2020 atau hingga Rp. 4.215 triliun. Salah satu kenaikan dialokasikan untuk gaji dan tunjangan bagi pejabat publik baru yang direkrut pada 2018.

Hal itu disampaikan Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu dalam rapat kerja (raker) Komisi XI DPR RI tentang Pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Keuangan Tahun 2020.

Pertama adalah kenaikan pagu indikatif untuk Sekretariat Jenderal sebesar Rp 2,14 triliun. Itu untuk mendukung reformasi birokrasi dan transformasi kelembagaan, kenaikan pemeliharaan akibat ada tambahan aset, dan lain sebagainya.

“Serta adanya penambahan jumlah pegawai baru tahun 2019 beserta kenaikan tukin (tunjangan kinerja),” kata Sri Mulyani dalam paparannya di Ruang Rapat Komisi XI, Gedung DPR RI, Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019).

Berikutnya adalah anggaran Ditjen Pajak yang diusulkan naik Rp 1,095 triliun, baik untuk belanja operasional maupun non operasional.

“Terutama untuk belanja sewa beberapa Satker untuk memenuhi belanja operasional kantor dan pemenuhan gaji tunjangan melekat dalam rangka rekrutmen pegawai baru, dan sarana dan prasarana,” ujarnya.

Selanjutnya adalah anggaran Ditjen Bea Cukai yang diusulkan naik Rp 672 miliar, yang salah satunya juga untuk gaji dan tunjangan PNS baru yang direkrut 2018.

Baca juga : Teknoligi Jepang Mengubah Limbah Sawit Jadi Uang

“Untuk menambah pemeliharaan gedung bangunan dan sarana prasarana, serta gaji dan tunjangan melekat untuk rekrutmen pegawai baru dan pemeliharaan alat-alat pemindai dan mesin lainnya,” jelasnya.

Lalu ada Itjen yang diusulkan naik Rp 4,64 miliar, Ditjen Anggaran Rp 8,922 miliar, Ditjen Perimbangan Keuangan Rp 765,53 juta, Ditjen Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Rp 1,761 miliar, Ditjen Perbendaharaan Rp 176 miliar, Ditjen Kekayaan Negara Rp 99,1 miliar, BPPK Rp 20,8 miliar. Sementara itu ada usulan penurunan belanja untuk Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Rp 1,185 miliar, dan Indonesia National Single Window (INSW) Rp 3,546 miliar. Untuk gaji dan tunjangan pegawai dialokasikan ke belanja operasional yang terdiri dari beberapa kebutuhan lainnya. Belanja operasional diusulkan naik Rp 3,213 triliun, sementara belanja non operasional diusulkan naik Rp 1,002 triliun (setelah pembulatan).

Teknoligi Jepang Mengubah Limbah Sawit Jadi Uang

Teknoligi Jepang Mengubah Limbah Sawit Jadi Uang

Bisnisholic.web.id Pemerintah menerima tawaran teknologi dari Jepang untuk mengubah limbah dari perkebunan kelapa sawit menjadi sesuatu yang bisa menghasilkan uang. Melalui teknologi Jepang, limbah dapat diubah menjadi omega 3, yang baik untuk tubuh. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, juga mengadakan pertemuan hari ini dengan perwakilan Jepang yang sedang menjajaki tawaran tersebut. Darmin akan belajar lebih banyak.

“Gini, memang kita tentu perlu melihat persisnya gimana, tapi cuma kalau dari segi konsepnya memang menarik. Artinya bayangkan limbah diolah menjadi duit. Artinya menjadi DHA, menjadi omega 3,” kata Darmin di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Pihak Jepang bahkan mengklaim omega 3 yang dihasilkan dari teknologi pengubah limbah itu lebih bagus dibanding omega 3 pada ikan salmon.

“Tapi kita tetap perlu pelajari dengan lebih baik karena kalau secara konsep sih bagus sekali, tapi kan kadang-kadang yang bagus itu kita harus hati-hati,” ujarnya.

Saat ini, limbah dari kebun kelapa sawit di Indonesia paling jauh baru diolah menjadi pupuk. Meski tak ingat angkanya, Darmin menyebut limbah kebun kelapa sawit cukup banyak. Tentu tawaran dari Jepang menjadi sangat menarik.

Baca juga : Tahun Ini Diperkirakan Lebaran Tidak Seperti Tahun Lalu

Terlebih, menurutnya investasi tersebut tidak mahal. Dia enggan menyebutkan angkanya, hanya saja nilainya diperkirakan tak mencapai jutaan hingga ratusan juta dolar. Investasinya bakal bersumber dari pihak Jepang.

“Iya dong kita urusin, sesuatu yang kan bagaimana caranya membuat sampah jadi uang kan, bagaimana, masa kita nggak coba? Kalau soal apa jangan takut kita coba ya,” ujarnya.

Nantinya hasil limbah yang diolah menjadi omega 3 bisa digunakan untuk kebutuhan industri farmasi dan makanan. Sisanya bisa diimpor. Menurut Darmin ini bakal menarik bagi industri sehingga bersedia memanfaatkan teknologi ini.

“Sebenarnya kalau nanti dicoba terbukti ya jangankan mereka (Jepang), orang Indonesia juga pasti mau. Kamu pikir konglomerat kelapa sawit nggak kaya kaya.

1 2