Rahasia Sukses Eatlah FNB Yang Populer

Rahasia Sukses Eatlah FNB Yang Populer

bisnisholic.web.id Eatlah adlaah salah satu bisnis FNB yang khas dan sukses dengan resep Salted eggnya. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Rahasia Sukses Eatlah FNB Yang Populer. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Rahasia Sukses Eatlah FNB Yang Populer

Tak dapat dipungkiri jika bisnis makanan atau Food & Beverages (F&B) kini banyak digandrungi oleh para anak muda yang ingin menjadi wirausahawan. Menjanjikan keuntungan dan tak lekang oleh waktu adalah beberapa alasan mengapa bisnis di bidang tersebut ramai bermunculan beberapa tahun terakhir.Dibarengi dengan teknologi yang berkembang pesat, banyak inovasi dan konsep unik yang lahir dari buah pikiran para pegiat bisnis di bidang F&B ini. Salah satunya adalah brand makanan yang dicanangkan oleh anak negeri, Eatlah.

Bisa dibilang, Eatlah adalah pelopor gerai makanan yang menggunakan konsep casual eating dalam produk dan pelayanannya.Eatlah juga menghadirkan tren baru pada kuliner dalam negeri dengan membawa menu dari Singapura. Ya, saus salted egg atau telur asin yang juga cocok dengan lidah masyarakat Indonesia. Tidak butuh waktu lama menu makanan besutan tiga anak muda itu meledak dan banyak diminati oleh konsumen Indonesia, khususnya para generasi millennial.Melihat kesuksesan brand tersebut, tentu banyak kalangan tertarik mengetahui bagaimana cara Eatlah menggaet para peminatnya. Tak perlu panjang lebar lagi, mari bongkar rahasia kesuksesan Eatlah menjadi brand makanan yang populer di Indonesia dalam waktu singkat.

Petualangan Brand Eatlah Menjadi Gerai yang Booming Di Kalangan Anak Muda
Eatlah adalah suatu merek bisnis makanan yang memiliki ciri khas sajian kuliner dengan menggunakan saus telur asin atau salted egg. Siapa yang sangka bahwa brand ini lahir dari hasil kreativitas tiga anak muda yang aktif dalam mewujudkan inovasi yang dimiliki tahun 2016 silam.Ya, Eatlah dapat berdiri karena buah pikiran dari Charina Prinandita, Michael Chrisyanto, dan Riesky Vernandes yang saat itu masih berumur kurang dari 30 tahun. Ketiga anak muda ini memulai bisnis dengan bermodalkan 45 juta Rupiah. Modal tersebut juga merupakan dana yang dipinjam dari orang tua masing-masing pendiri.

Namun, dengan modal dan ide yang matang, gerai Eatlah pertama yang beroperasi di Jakarta Utara telah balik modal kurang dari satu tahun. Hal ini tentu menjadi awal yang menjanjikan untuk memperlebar sayap bisnis dan menggaet lebih banyak lagi pelanggan.Hingga pertengahan tahun 2018 lalu, Eatlah percaya diri membuka hingga 14 gerai dan menarget 18 gerai lagi di awal tahun 2019. Tak hanya beroperasi di Jakarta, Eatlah juga mulai merambah ke beberapa lokasi strategis di Indonesia seperti Eatlah Bandung, Eatlah Semarang, hingga Eatlah Surabaya. Hal ini tentu saja sangat menakjubkan melihat gerai ini yang baru berdiri kurang lebih 3 tahun.

Brand Eatlah juga mempunyai ciri khas penyajian makanan yang unik. Cara penyajian menggunakan wadah food box yang mudah untuk dibawa. Hal tersebut mampu memberikan ciri khas baru sebagai makanan on the go dan tidak ribet untuk dikonsumsi saat sedang beraktivitas sekalipun.Jadi, konsumen Eatlah dapat menikmati santapan kapan pun dan di mana pun. Dengan memanfaatkan layanan yang ditawarkan oleh moda transportasi online, Eatlah mampu memasarkan hidangan yang dijajakan dengan lebih luas.Penggunaan media sosial yang tepat juga mampu menjaga hubungan antara bisnis dengan konsumen setianya. Media sosial juga menjadi platform yang efektif untuk mempromosikan produk bisnis ke pangsa pasar yang lebih luas. Hal tersebut juga bisa menarik minat beli masyarakat.

Semua Ada karena Keyakinan
Melihat perjalanan bisnis brand Eatlah yang dalam sekejap mampu meraih kesuksesan membuat para pegiat bisnis di bidang serupa takjub. Namun, segala pencapaian tersebut tidak akan pernah terwujud jika ketiga pendiri tersebut merasa ragu dengan ide dan buah pikiran yang dimiliki.Karena ragu dan takut gagal adalah penghalang utama seseorang untuk bisa menjalani bisnis yang sebenarnya memiliki prospek yang bagus. Untuk itu, bagi Anda yang memiliki inovasi atau konsep bisnis yang menjanjikan, jangan ragu untuk merealisasikannya dengan sungguh-sungguh.Gunakan pula segala kesempatan yang tersedia serta kemajuan teknologi seperti yang dilakukan brand Eatlah. Dengan begitu, bukan tidak mungkin bisnis yang dirintis mampu menciptakan tren bisnis baru bagi masyarakat Indonesia.

Baca Juga : Pentingnya Invoice Dalam Kegiatan Bisnis

Rahasia Sukses Eatlah Hingga Banyak Digandrungi Konsumen Indonesia
1. Menerapkan Konsep Baru
Melalui Eatlah, ketiga anak muda tersebut berani merubah konsep makanan yang telah lebih dulu populer di Singapura menjadi produk yang memiliki daya jual tinggi. Hal ini terlihat dari pemberian nama Eatlah sebagai merek yang terdengar simpel namun catchy dan cocok dengan gaya anak muda zaman sekarang.Pemilihan konsep gerai yang santai namun tetap memiliki kesan modern juga berhasil membuat Eatlah mampu merebut pangsa anak muda. Selain membuat gerai lebih mudah dikenali, konsep tersebut juga nyaman untuk dijadikan sebagai tempat nongkrong bagi generasi millennials.

2. Membuat Packaging yang Unik
Tak hanya pada gerai, konsep casual juga terlihat dari cara Eatlah membungkus produk makanannya. Menggunakan model wadah food box dengan tulisan unik yang disematkan. Sehingga, konsumen Eatlah dapat menyantap hidangan dengan praktis dan bisa lebih leluasa membawanya ke mana saja.Konsep penyajian ini tentu menjadi nilai tambah mengapa Eatlah layak dijadikan langganan saat menyantap makan siang sembari tetap bisa beraktivitas seperti biasa.

3. Memanfaatkan Teknologi Secara Maksimal
Rahasia sukses selanjutnya dari brand Eatlah adalah keberaniannya dalam memaksimalkan penggunaan internet dan teknologi untuk melayani para pelanggannya. Adanya fitur delivery yang ditawarkan moda transportasi online seperti Gojek dan Grab juga dimanfaatkan dengan baik dan tepat.Bahkan, tak kurang dari 80 persen pesanan yang diterima oleh brand ini berasal dari pengguna transportasi online tersebut.Eatlah juga tak henti-hentinya melakukan promosi melalui platform media sosial yang populer di kalangan anak muda. Instagram, salah satu media sosial yang ‘ngetren’ dengan fitur membagikan foto dan video. Instagram dianggap sebagai media yang paling sesuai bagi Eatlah untuk memasarkan brand dan juga produk mereka.

Melalui postingan foto dan video dari produk yang dijajakan, ditambah dengan bumbu caption yang estetis, Eatlah mampu menarik minat beli kawula muda. Hingga kini, akun Instagram Eatlah telah memiliki lebih dari 50 ribu pengikut yang juga menjadi pelanggan setia makanan mereka.Yang pasti, usahakan untuk rutin memposting hidangan atau produk yang dijual dengan semenarik mungkin melalui media sosial.Praktikkan pula gaya penyampaian produk yang komunikatif dan merespon tanggapan dari para pelanggan dengan gaya bahasa yang santai. Dengan begitu, para pelanggan akan merasa lebih intim. Mereka pun akan merasa lebih enggan untuk mencoba produk lain yang serupa.

4. Kualitas yang Selalu Dijaga
Rahasia terakhir dari suksesnya Eatlah sebagai brand F&B kekinian yang populer di Indonesia adalah kualitas makanan yang terjaga. Tak dapat dibantah jika kualitas produk yang baik dan konsisten akan membuat konsumen datang lagi.Hal inilah yang coba selalu dilakukan oleh Eatlah untuk selalu menjaga kualitas serta cita rasa dari setiap makanan yang dihidangkan kepada pelanggannya. Memang dalam menjaga kualitas makanan membutuhkan usaha ekstra dan manajemen yang mumpuni. Namun, jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, sikap profesionalitas tersebut tidak akan sulit untuk dijalani.Eatlah sendiri selalu melakukan training kepada setiap karyawannya agar setiap gerai memiliki cita rasa yang sama dan dapat memuaskan setiap konsumennya. Dengan begitu, barulah Eatlah mampu mendapatkan kepercayaan dari para pelanggannya.

Manfaat Ekuitas Dalam Perkembangan Bisnis

Manfaat Ekuitas Dalam Perkembangan Bisnis

bisnisholic.web.id Ekuitas sangat berpengaruh besar dalam sebuah perkembangan bisnis. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Manfaat Ekuitas Dalam Perkembangan Bisnis. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Manfaat Ekuitas Dalam Perkembangan Bisnis

Pada saat ingin memulai sebuah bisnis atau usaha, ada dua hal penting yang harus dipersiapkan dengan matang. Hal penting tersebut meliputi ide atau konsep dan modal yang akan diinvestasikan. Tanpa kedua aspek tersebut, bisnis tidak akan mungkin bisa berdiri dan berkembang sesuai dengan harapan.Jika Anda membangunnya hanya dengan modal tetapi tidak memiliki konsep usaha yang jelas, sudah pasti bisnis tersebut akan bergerak tanpa arah dan sulit untuk berkembang. Memiliki ide usaha yang matang tetapi tidak memiliki modal yang cukup juga akan membuat bisnis berjalan lambat atau bahkan berhenti ditengah jalan.Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah mencari bantuan investor atau menjadi investor itu sendiri. Anda dapat membagi ide bisnis yang dimiliki dengan orang yang mau menginvestasikan dana yang dimiliki. Jika Anda memiliki tabungan yang tidak digunakan, tidak ada salahnya juga untuk mencari individu berkualitas yang memiliki konsep bisnis menjanjikan untuk ditanami saham.

Kegiatan penanaman modal oleh investor atau ekuitas pada sebuah bisnis yang memiliki potensi profit tinggi adalah hal yang lumrah terjadi. Bahkan, perusahaan kelas kakap seperti Gojek dan Apple sekalipun pasti pernah berada pada fase penanaman modal oleh investor.Alasannya karena perusahaan membutuhkan dana segar untuk meningkatkan operasional bisnis dan investor percaya bahwa saham yang ditanam dapat memberikan untung berlipat. Nah, untuk memahami ekuitas serta perannya secara lebih jelas, simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu Ekuitas?
Istilah ekuitas adalah bentuk naturalisasi dari kata dalam Bahasa Inggris, equity. Equity dalam konteks berbisnis sendiri memiliki makna sebagai kekayaan atau harta bersih yang dimiliki sebuah perusahaan.Mengingat kembali pada persamaan dasar keilmuan akuntansi, terdapat dua sisi yang ada dalam sebuah perusahaan. Layaknya pada koin, kedua sisi tersebut tidak bisa dipisahkan karena berkaitan satu sama lain. Kedua sisi perusahaan tersebut adalah sisi harta atau kekayaan dan utang atau beban perusahaan juga ekuitas.

1. Sisi Pertama
Sisi pertama adalah sumber daya atau aset yang murni dimiliki oleh perusahaan.

2. Sisi Kedua
Sedangkan, sisi kedua dalam sebuah perusahaan adalah beban kepentingan yang menjadi hak kreditor serta pemegang saham atas kekayaan yang dimiliki perusahaan.

Arti Ekuitas Secara Umum
Secara umum, yang dimaksud dengan ekuitas adalah sebagian kekayaan atau harta perusahaan yang dimiliki oleh para kreditor serta investor tersebut. Ekuitas juga dapat dimiliki oleh pemilik perusahaan yang menanamkan modal pada perusahaan yang dijalankannya. Jadi, ekuitas tidak melulu tentang saham atau dana yang ditanam oleh investor saja.

Dalam sebuah perusahaan yang berkembang, ekuitas menjadi nilai ukur dari penjualan saham atau pemberian dividen kepada pemegang saham. Ekuitas tidak hanya merujuk pada nominal modal yang disuntikkan oleh para investor atau pemegang saham saja, namun juga nilai jual dari saham yang dimiliki tersebut.Saat sebuah bisnis menerima suntikan modal dari investor, otomatis sebagian dari perusahaan tersebut menjadi hak milik dari si pemberi dana. Jika selama beberapa waktu ke depan bisnis tersebut berkembang dan asetnya berlipat ganda, maka perusahaan wajib membagikan sebagian keuntungan kepada investornya.

Dengan begitu, nilai dana yang diberikan investor untuk keperluan operasional akan bertambah selaras dengan peningkatan aset serta keuntungan yang didapat perusahaan.Pada sebagian besar praktiknya, ekuitas di sebuah perusahaan dilakukan oleh investor dan juga pendiri bisnis itu sendiri. Nominal keuntungan yang diterima oleh mereka ditentukan dari jumlah modal yang dimiliki serta perjanjian yang sudah ditetapkan oleh kedua belah pihak. Jadi, pihak penanam modal dan pengelola perusahaan akan sama-sama diuntungkan.Penghitungan nilai ekuitas secara sederhana dilakukan dengan mengurangi jumlah aktiva perusahaan dengan pasiva.

Aktiva meliputi kekayaan yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan operasional bisnis, seperti biaya transaksi dan lain sebagainya. Sedangkan, pasiva adalah biaya ekonomi atau hutang yang harus dibayarkan oleh perusahaan di masa depan.Pada prinsipnya, ekuitas merupakan aset bersih yang didapatkan dari investasi pemilik bisnis serta keuntungan operasional perusahaan. Ekuitas juga menjadi perkiraan atas porsi keuntungan yang berhak diterima oleh seluruh entitas kepemilikan kekayaan atau aset suatu perusahaan. Jadi, melalui ekuitas, perusahaan mampu menentukan nominal keuntungan yang akan diberikan kepada pemilik bisnis serta para investornya.

5 Elemen yang Menjadi Acuan Pembagian Ekuitas
Pembagian modal usaha atau ekuitas yang dilakukan oleh perusahaan selalu meruntut pada 5 elemen utama. Kelima elemen dalam ekuitas adalah:

1. Modal Disetor
Sebagai elemen pertama, yang termasuk sebagai modal disetor adalah nominal uang yang disetorkan para pemegang saham. Pada umumnya, modal disetor dibagi menjadi dua kelompok, yakni modal saham dan agio atau disagio saham.Modal saham merupakan jumlah lembar saham atau dana yang terdapat pada sebuah bisnis atau perusahaan. Sedangkan, untuk agio dan disagio adalah perbandingan dari jumlah investor dengan nominal saham yang tersedia dalam perusahaan.

2. Modal Penilaian Kembali
Selanjutnya, elemen kedua adalah modal penilaian kembali, diartikan sebagai modal yang tersisa dari periode sebelumnya dan dimasukkan ke pembukuan periode selanjutnya. Dengan begitu, modal yang masih ada di periode sebelumnya dapat digunakan secara maksimal untuk kebutuhan bisnis di periode yang akan datang.

3. Laba Tidak Dibagi
Elemen ketiga, laba tidak dibagi merupakan jumlah keuntungan bisnis dari periode sebelumnya dan belum diambil oleh pemilik modal. Berbeda dengan sebelumnya, elemen ini tidak dimasukkan sebagai dividen dan dijadikan modal bisnis tambahan daripada dibiarkan mengendap.

4. Modal Sumbangan
Untuk elemen keempat, modal sumbangan merupakan modal yang diperoleh dari aktiva yang disumbangkan oleh pihak lain.

5. Modal Lain-Lain
Terakhir, yang dimaksud dengan modal lain-lain sebagai elemen kelima adalah modal yang bersifat cadangan. Elemen kelima ini didapatkan ketika dana yang digunakan untuk membeli persediaan masih tersisa karena harga mengalami penurunan dan tidak bisa dicairkan sebagai dividen oleh investor.

Baca Juga : Cara Mencegah Turn Over Pegawai

Itulah kelima elemen yang menjadi acuan perusahaan dalam membagikan modal usaha atau ekuitas kepada para investornya. Jadi, saat perusahaan akan membagikan ekuitas, kelima elemen tersebut harus diperhitungkan dengan seksama agar nominal yang diberikan akurat.

Bentuk-Bentuk yang Seringkali Terdapat dalam Perseroan Terbatas
Ekuitas hampir selalu bisa ditemui dalam sebuah perusahaan, baik yang berskala besar maupun kecil. Hal ini disebabkan karena ekuitas memiliki andil yang cukup signifikan pada perkembangan sebuah bisnis hingga mencapai kestabilan dan memberikan keuntungan. Berikut contohnya:

1. Modal di Entitas
Ekuitas dapat berupa modal di entitas berbentuk PT atau Perseroan Terbatas yang terdiri dari saham yang diberikan investor. Bentuk lainnya dapat berupa saham seperti Saham Preferen, Biasa, dan juga Akun Tambahan Modal Disetor.

2. Modal yang Bersumber dari Sumbangan
Kemudian, ekuitas juga dapat berbentuk donated capital atau modal yang bersumber dari sumbangan. Bentuk ekuitas donated capital ini dapat dikategorikan sebagai tambahan modal yang disetor investor.

3. Premium dan Diskon
Contoh ekuitas lainnya adalah agio atau premium dan disagio atau discount dari hasil penjualan saham. Bentuk ekuitas agio dan disagio dapat berasal dari jenis saham biasa ataupun saham preferen.

4. Selisih dari Penilaian Ulang Aktiva Tetap
Bentuk ekuitas selanjutnya adalah selisih dari penilaian ulang aktiva tetap. Bentuk ekuitas ini didapatkan saat perusahaan sedang melakukan revaluasi pada aktiva tetap berdasarkan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

5. Laba yang Ditahan
Terakhir, retained earnings atau laba yang ditahan adalah bentuk ekuitas yang biasanya terdapat pada perseroan terbatas. Bentuk ekuitas ini juga dapat berupa accumulated losses atau sisa kerugian yang ditanggung perusahaan pada periode perhitungan sebelumnya.

Tambahan Modal dari Investor dapat Membuat Bisnis Lebih Pesat Berkembang
Modal adalah salah satu aspek penting untuk bisa memulai bisnis dan memaksimalkan laju perusahaan. Tanpa memiliki modal yang cukup, bukan tidak mungkin bisnis akan sulit untuk berkembang atau bahkan mengalami kebangkrutan karena tidak dapat berjalan dengan semestinya.

Untuk itulah mengapa praktik suntikan saham oleh investor banyak dijumpai dalam dunia bisnis, terlebih untuk perusahaan yang sedang dalam proses berkembang. Dengan begitu, proses produksi, distribusi, dan juga transaksi dapat dijalankan dengan lancar.Namun, memiliki jumlah modal yang berlimpah tidaklah cukup untuk mengembangkan bisnis tanpa dibarengi dengan pengelolaan keuangan yang mumpuni. Pengelolaan keuangan yang baik dapat terwujud dengan membuat laporan keuangan yang rinci dan akurat, baik dengan cara konvensional maupun software akuntansi.Dengan begitu, pemilik bisnis dapat mempertanggungjawabkan modal yang diberikan oleh para investor dan membagikan keuntungan seperti yang diharapkan oleh penanam saham. Jadi, perusahaan dan investor sama-sama menjadi pihak yang diuntungkan.

4 Cara Mencegah Turn Over Pegawai

Cara Mencegah Turn Over Pegawai

bisnisholic.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  4 Cara Mencegah Turn Over Pegawai.  Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai 4 Cara Mencegah Turn Over Pegawai

Memiliki sumber daya manusia yang berkualitas serta beretos kerja tinggi merupakan satu keadaan ideal untuk perusahaan yang ingin terus berkembang. Keberadaan SDM ini, akan menjadi kunci perkembangan usaha, tentu jika dikelola dengan maksimal. Namum tidak sedikit, karena satu dan lain hal, karyawan melakukan apa yang disebut turnover.

Istilah ini sendiri diberikan untuk karyawan yang meninggalkan posisi atau jabatannya dan berpindah ke perusahaan lain. Tentu saja hal ini merupakan kabar buruk untuk perusahaan terlebih jika karyawan tersebut memiliki apa yang diperlukan perusahaan. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, baik internal maupun eksternal. Dari internal perusahaan sendiri, tentu ada serangkaian kebijakan yang disusun agar karyawan bisa betah bekerja di perusahaan. Karyawan yang memiliki skill memang diperlukan, namun memiliki karyawan loyal juga merupakan anugerah lainnya. Untuk melihat beberapa sebab mengapa karyawan melakukan turnover, simak penjelasan berikut beserta cara mengantisipasinya.

Kesalahan Penempatan pada Karyawan Berpotensi
Setiap karyawan tentu memiliki skill tertentu yang diperlukan perusahaan, itu sebabnya karyawan tersebut direkrut. Ketika skill ini dikombinasikan dengan posisi yang tepat, makan karyawan tersebut dapat bekerja dengan sangat optimal dan mencapai kinerja terbaiknya. Sayangnya hal ini tidak selalu terjadi di perusahaan yang ada.

Kesalahan pembacaan potensi dan penempatan menjadi salah satu penyebab karyawan melakukan turnover. Perbedaan plotting kerja dan minat serta potensi karyawan yang dimiliki, akan menyebabkan karyawan tersebut tidak dapat berkembang dan mengalami stagnansi karir. Hal ini juga terjadi tidak hanya karena kesalahan perusahaan, namun juga kegagalan karyawan dalam melakukan adaptasi.Hal ini bisa dicegah dengan melakukan analisa bakat, passion dan skill yang dimiliki karyawan sebelum ditempatkan di satu divisi. Dengan analisa yang cermat, maka perusahaan dapat menempatkan karyawan pada posisi yang tepat dan potensi karyawan melakukan turnover akan berkurang.

Manajerial yang ‘Menimbun’ Potensi
Menimbun di sini diartikan sebagai upaya pencegahan karyawan dengan potensi atau skill tinggi untuk mendapatkan promosi. Wajarnya, jenjang karir akan diberikan pada karyawan yang berprestasi sehingga karyawan tersebut bisa menempati jabatan yang lebih tinggi sesuai dengan prestasi dan pencapaian yang diberikannya untuk perusahaan.

Namun pada kasus ini, jajaran manajerial dengan sengaja menghambat karir si karyawan dengan tujuan agar bisa ‘menggunakan’ jasa karyawan tersebut lebih lama untuk satu tim. Selain itu, penghambatan ini juga upaya agar karyawan bisa memberikan kinerja yang tetap tinggi pada tataran gaji yang tetap.Solusi utama dari penyebab turnover yang satu ini tentu adalah apresiasi pada setiap prestasi karyawan. Apresiasi yang diberikan bisa berupa promosi pada karyawan terkait, sehingga ia mendapat kenaikan jabatan yang layak. Jika memang perusahaan tidak mampu memberikan apresiasi yang layak, maka konsekuensinya adalah resiko karyawan tersebut mencari ladang yang lebih hijau.

Kesenjangan Payroll
Ketika terjadi satu fenomena tertentu, misalnya seperti revolusi industri yang terjadi belakangan ini, maka akan ada beberapa posisi atau jabatan yang akan mengalami kenaikan nilai jual. Kenaikan ini berupa tawaran payroll yang lebih besar karena dirasa peran yang dilakukan menjadi semakin krusial dalam perkembangan iklim industri.

Tak jarang, hal fundamental seperti payroll yang tidak sesuai menjadi alasan utama karyawan ‘meloncat’ ke perusahaan lain. Karyawan yang berada pada posisi yang tengah naik daun dan tidak pendapat kenaikan payroll akan memiliki pikiran untuk berpindah tempat kerja agar mendapat gaji yang lebih sesuai.Hal ini bisa dicegah dengan selalu memperhatikan pergerakan nilai jabatan yang terjadi. Posisi SEO (Search Engine Optimizer) misalnya, beberapa tahun belakangan mengalami peningkatan nilai yang signifikan karena semakin dibutuhkan. Perusahaan harus selalu memberikan penawaran yang menarik dan sesuai dengan tingkat payroll yang ditawarkan di pasar tenaga kerja.

Baca Juga : Cara Menilai Kinerja Perusahaan Dari Ratio Keuangan

Jam Kerja yang Berlebihan
Mesin yang dioperasikan secara berlebihan demi tercapainya target produksi satu ketika akan mengalami kerusakan, demikian juga yang terjadi pada SDM perusahaan. Jam kerja yang berlebihan yang dibebankan pada karyawan akan membuat karyawan kelelahan dan justru akan berdampak pada penurunan kinerja secara signifikan.

Jam kerja, lembur, target yang tidak masuk aka dan sistem kerja yang tidak sehat, akan menjadi pemicu lain untuk karyawan melakukan turnover. Karyawan juga bukanlah seorang yang pasif, dan tentu akan mencari informasi mengenai bagaimana iklim kerja di perusahaan lain dan apa yang ditawarkan. Ketika yang didapatkan karyawan tidak sesuai dengan harapannya, bukan tidak mungkin karyawan akan menyerah dan memilih keluar dari perusahaan.Gunakan pengaturan sistem yang efektif dengan alokasi jam kerja dan waktu istirahat yang benar. Dengan demikian, karyawan akan bisa memberikan kinerja lebih baik, yang berarti tingkat produksi bisa naikkan.

Cara Menilai Kinerja Perusahaan Dari Ratio Keuangan

Cara Menilai Kinerja Perusahaan Dari Ratio Keuangan

bisnisholic.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Cara Menilai Kinerja Perusahaan Dari Ratio Keuangan.  Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai Cara Menilai Kinerja Perusahaan Dari Ratio Keuangan

Kinerja perusahaan merupakan hasil dari kegiatan manajemen di setiap perusahaan. Parameter yang sering digunakan untuk menilai kinerja suatu perusahaan adalah dengan menggunakan pendekatan di mana informasi keuangan diambil dari laporan keuangan atau laporan keuangan lainnya. Rasio Keuangan merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dalam menjalankan sebuah perusahaan. Seorang pengusaha harus memahami tentang rasio keuangan, karena memiliki banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila dapat menganalisis rasio keuangan perusahaan. Rasio keuangan digunakan sebagai salah satu alat ukur untuk mengetahui posisi keuangan dan keberhasilan suatu perusahaan yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan. Ketahui tentang cara penilaian kinerja perusahaan berdasarkan rasio keuangan di bawah ini.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kinerja Perusahaan
Ada beberapa faktor penting yang dapat mempengaruhi kinerja suatu perusahaan. Diantaranya adalah sebagai berikut ini:

1. Efektivitas dan efisiensi
2. Otoritas atau wewenang
3. Disiplin atau taat terhadap hukum dan peraturan yang berlaku
4. Inisiatif, yang berkaitan dengan daya pikir dan kreativitas dalam perusahaan

Laporan Keuangan Sebagai Alat Pengukuran Kinerja Perusahaan
Laporan keuangan memiliki beberapa nilai keuntungan dan kelebihan yang dapat dirasakan dampaknya, baik bagi manajemen atau pemilik perusahaan, antara lain adalah sebagai berikut ini:

1. Menjadi alat pengukuran atau penilaian kinerja perusahaan. Dengan adanya laporan keuangan perusahaan, semua informasi tentang aliran pendapatan dan pengeluaran dalam perusahaan tercatat dengan baik dengan valid dan transparan. Sehingga laporan keuangan juga dapat menjadi dasar penilaian dari kinerja unit usaha dan tim karyawan yang ada di perusahaan.

2. Membuat langkah-langkah untuk perbaikan perusahaan. Dengan mengetahui dimana letak inefisiensi perusahaan, maka langkah-langkah perbaikan dapat dilakukan secara lebih baik dan tepat sasaran. Dengan adanya laporan keuangan, maka akan jelas terlihat dimana terjadinya pos-pos perusahaan dengan pengeluaran atau pembiayaan yang besar sehingga perlu dihemat, dan lain sebagainya.

3. Menjadi dasar informasi untuk melakukan proyeksi di masa mendatang. Dengan adanya data keuangan, maka akan membantu manajemen dan pemilik perusahaan dalam menentukan target dan visi untuk pengembangan bisnis yang ingin didapatkan di masa depan. Terutama dalam melakukan pembelian aktiva atau melakukan pinjaman ke pihak lain yang harus disesuaikan dengan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan yang lebih baik lagi.

4. Meningkatkan kredibilitas dan akuntabilitas suatu perusahaan. Untuk beberapa investor, laporan keuangan yang baik dapat menjadi dasar dalam melakukan penanaman modal kepada perusahaan tersebut. Namun, bukan berarti hal ini menyebabkan laporan keuangan dapat dipoles dengan angka-angka positif yang baik sehingga perusahaan dapat dinilai lebih tinggi.

Baca Juga : Penjelasan Tugas HR Manager Dalam Perusahaan

Indikator Rasio Keuangan untuk Menilai Kinerja Perusahaan
Ada 4 indikator rasio keuangan yang dapat digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan. Keempat indikator ini saling berhubungan sehingga para pengusaha harus dapat menjaga keseimbangan antara keempat rasio yang dimiliki. Indikator tersebut diantaranya adalah:

1. Rasio Likuiditas, merupakan rasio untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban membayar hutang-hutangnya maupun untuk mengecek efisiensi modal kerja. Rasio ini dapat digunakan untuk mengukur likuiditas suatu perusahaan. Apabila perusahaan tersebut mampu memenuhi kewajibannya, maka dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut likuid. Sedangkan apabila perusahaan tersebut tidak mampu memenuhi kewajibanya, maka perusahaan tersebut dikatakan ilikuid. Rasio yang sering digunakan untuk menghitungnya adalah Current Ratio, Quick Ratio, dan Cash Ratio.

2. Rasio Profitabilitas, merupakan rasio yang digunakan untuk menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Selain itu, rasio ini juga dapat digunakan untuk mengetahui kelangsungan hidup perusahaan yang dapat diukur menggunakan Gross Profit Margin, Net Profit Margin, Return On Assets, dan Return On Equity.

3. Rasio Solvabilitas, merupakan rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melunasi seluruh kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka panjang. Rasio ini dapat diukur dengan menggunakan Rasio Hutang terhadap Aktiva, Time Interest Earned, dan Fixed Charge Coverage.

4. Rasio Aktivitas, digunakan untuk mengukur tingkat penggunaan aktiva atau kekayaan perusahaan. Rasio ini diukur dengan menggunakan perputaran piutang, perputaran persediaan, perputaran aktiva tetap, dan perputaran total aktiva.

Fungsi Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio keuangan digunakan oleh manajemen perusahaan untuk menentukan seberapa baik kinerja perusahaan. Sedangkan fungsi analisis rasio keuangan untuk para investor adalah untuk melihat perusahaan yang akan digunakan untuk investasi, apakah memiliki kondisi keuangan yang baik atau tidak. Sehingga investor dapat menentukan investasi mana yang terbaik. Suatu perusahaan dapat dikatakan dalam kondisi baik apabila memiliki indikator-indikator seperti memiliki rasio likuiditas yang lancar, profitabilitas yang tinggi, solvabilitas yang tinggi, serta rasio aktivitas yang tinggi. Indikator-indikator tersebut dapat diketahui menggunakan rasio keuangan yang dapat dihitung berdasarkan data yang diperoleh dari laporan keuangan.

Penjelasan Tugas HR Manager Dalam Perusahaan

Penjelasan Tugas HR Manager Dalam Perusahaan

bisnisholic.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Penjelasan Tugas HR Manager Dalam Perusahaan.  Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai Penjelasan Tugas HR Manager Dalam Perusahaan

Pengelolaan sumber daya manusia atau human resources dalam satu perusahaan merupakan salah satu hal krusial. Pasalnya, perusahaan tidak mungkin berjalan tanpa keberadaan SDM untuk mengoperasikan berbagai hal yang ada. Untuk itulah, kemudian peran HR Manager menjadi sangat penting, terkait dengan pengelolaan dan administrasi SDM yang dimiliki.Memang secara praktis peran dari SDM yang dimiliki perusahaan akan terkikis oleh keberadaan berbagai aplikasi dan software yang kini mulai gencar dikembangkan. Namun demikian, hal ini tidak berlaku pada level manager. Kapasitas software dan program yang saat ini ada belum dapat menggantikan peran manager secara keseluruhan.Utamanya pada bagian HR perusahaan. Bagian yang mengepalai pengelolaan manusia di perusahaan ini masih sangat tergantung pada kapasitas manager sebagai manusia. Hanya saja, memang secara praktis pekerjaan yang dilaksanakan sangat terbantu oleh keberadaan software atau program yang khusus dikembangkan untuk ranah ke-HR-an.

Tugas yang tadinya harus dilakukan dengan berbekal data analog, kini telah banyak terbantu dengan digitalisasi pengumpulan data dan analisis data tersebut. Digitalisasi yang terjadi juga tidak hanya memanfaatkan perangkat komputer, namun juga pada software khusus yang diperuntukkan untuk keperluan HR. HR Manager kemudian akan mendapatkan rekap data yang digunakan untuk membuat keputusan strategis terkait HR di perusahaan.

Job Description HR Manager
Secara sederhana terdapat tiga tugas utama dari seorang manager di bidang HR ini.

– Mengembangan dan mengurus perencanaan sumber daya manusia dan berbagai macam prosedur yang berkaitan dengan staff di dalam perusahaan.
– Merencanakan, mengatur dan memantau aktivitas dan tindakan dari bagian HR.
– Bertanggung jawab atas pengembangan dan perencanaan tujuan bagian HR, tujuan serta sistem atau prosedur pelaksanaannya.

Ketiga tugas utama ini harus dilaksanakan oleh seorang yang memiliki kapabilitas sebagai seorang manajer di bidang HR, agar perusahaan dapat melakukan pengelolaan SDM yang dimilikinya dengan optimal. Memang jika dilihat dalam lingkup kecil pada setiap perusahaan, biasanya manager HR akan memiliki sedikit perbedaan tugas. Namun secara ideal, inilah garis besar tugas seorang manager bidang HR.

Target dari Manajer Bidang HR
Dari ketika jobdesc yang disebutkan di atas, kemudian dijabarkan ke dalam beberapa hal yang lebih spesifik dan detail. Beberapa jabaran dan poin di bawah ini menjadi gambaran umum mengenai tugas dan target yang umumnya harus dicapai seorang manager di bidang HR.

– Implementasi dan revisi pada program pengupahan perusahaan.
– Membuat dan merevisi job description masing-masing bagian.
– Melakukan survei gaji tahunan.
– Pengembangan, analisa serta pembaruan pada kebijakan anggaran gaji perusahaan.
– Pengembangan, analisa serta pembaruan program evaluasi perusahaan.
– Pengembangan, revisi dan rekomendasi pada kebijakan terkait staff.
– Pengelolaan standar operasional perusahaan beserta segala prosedur yang terkait dengan SDM.
– Pengawasan pada proses rekrutmen setiap bagian, termasuk juga pembuatan dan penempatan iklan peluang kerja.
– Pengelolaan program onboarding untuk karyawan baru dan konseling karyawan.
– Pengawasan wawancara pengunduran diri.
– Pengelolaan laporan dan arsip setiap bagian.
– Ikut serta dalam rapat staff administrasi.
– Merekomendasikan kebijakan baru, pendekatan baru, serta prosedur baru yang bertujuan mengembangkan perusahaan.

Setiap poin tersebut merupakan target ideal yang harus dilaksanakan oleh HR manager, untuk memenuhi kewajiban pada posisi tersebut. Nantinya, setiap poin tersebut memerlukan basis data yang aktual pada kondisi SDM yang dimiliki perusahaan. Tujuannya jelas, agar setiap keputusan yang diambil berdasarkan data terbaru dan termutakhir yang dimiliki oleh perusahaan.

Baca Juga : Sistem Slip Gaji Online Dan Manfaatnya

Aplikasi HR
Pengambilan kebijakan dan pelaksanaan tugas posisi ini, harus berdasar pada data yang sangat valid. Di sinilah kemudian software atau aplikasi HR berperan untuk membantu kerja manager bagian HR. Data yang direkam dan disediakan kemudian dapat dimanfaatkan secara penuh untuk keperluan analisis berbagai hal terkait karyawan atau SDM yang dimiliki perusahaan.

Update dari data yang disediakan biasanya akan dilakukan secara sangat rutin, mengingat masukan data yang ada dilakukan oleh setiap staff sendiri. Data yang di input kemudian akan disimpan dan diproses sedemikian rupa, sehingga HR manager dapat menggunakan dan mengolah data yang diperlukan untuk kebijakan yang akan diambil.Kombinasi antara kapabilitas manusia, serta software yang handal dapat menghasilkan satu output yang baik bagi perusahaan dan karyawan. Elemen manusia dalam pengelolaan SDM perusahaan masih sangat diperlukan, karena bagaimanapun juga staf yang dikelola adalah manusia, maka sebaiknya dikelola dengan memanusiakan manusia tersebut.

Sistem Slip Gaji Online Dan Manfaatnya

Sistem Slip Gaji Online Dan Manfaatnya

bisnisholic.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Sistem Slip Gaji Online Dan Manfaatnya. Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai Sistem Slip Gaji Online Dan Manfaatnya

Ketika waktu pembayaran gaji tiba, perusahaan harus memberikan sejumlah uang pada karyawannya. Pemberian ini bisa secara langsung, ataupun dikirimkan melalui rekening bank yang dimiliki karyawan. Tentu saja, kemudian pembayaran gaji juga harus disertai dengan slip gaji. Proses ini bisa dilakukan lebih praktis dengan menggunakan sistem online.

Untuk pekerja kantoran tempo dulu, pasti akrab dengan dokumen ini. Bagaimanapun bentuknya, slip digunakan perusahaan untuk menunjukkan rincian pembayaran, tunjangan, serta potongan pada gaji yang diberikan. Secara praktis, ini adalah bentuk transparansi perusahaan serta bukti bahwa karyawan bekerja pada perusahaan tersebut.

Untuk karyawan sendiri slip gaji bisa digunakan pada beragam keperluan. Misalnya saja untuk melakukan kredit suatu barang atau mengajukan pinjaman ke bank. Bank atau toko yang menyediakan layanan kredit atau utang akan menggunakan slip sebagai alat pengukur kemampuan ekonomi karyawan tersebut.

Sistem online yang kini banyak diterapkan di berbagai perusahaan sendiri bertujuan untuk mempermudah proses penyampaian dokumen ini. Berkas yang dahulu harus dicetak dan disertakan pada amplop gaji, kini bisa dengan mudah dikirimkan melalui surat elektronik atau aplikasi HR yang digunakan perusahaan tersebut.

Kemudahan Slip Gaji Online
Dalam dunia modern, sistem online tentu menjadi suatu keharusan. Demikian pula pada pengelolaan perusahaan dan karyawan. Penggunaan layanan atau aplikasi HR dalam dunia industri semacam menjadi syarat untuk disebut sebagai perusahaan modern. Aplikasi HR ini biasanya juga dilengkapi dengan fitur pengelolaan slip, gaji bulanan, dan sebagainya. Untuk fitur slip gaji, terdapat beberapa kemudahan yang akan diberikan oleh layanan HR ini kepada perusahaan dan karyawan.

a. Perhitungan Tepat
Pertama dan utama dalam pencantuman slip dan gaji karyawan, diperlukan ketepatan hitung. Karena menjadi hak yang harus diberikan pada karyawan, kesalahan hitung dan pencatatan terkait gaji menjadi hal yang sangat tidak dibenarkan. Selain merugikan karyawan hal ini juga bisa menurunkan citra baik perusahaan di pasar tenaga kerja.Dengan aplikasi HR yang tepat, perusahaan bisa mempercayakan penghitungan gaji dan pencatatan slip gaji pada sistem yang telah tersedia. Akurasi hitung tidak perlu diragukan lagi, karena setiap penghitungan terintegrasi pada database yang disediakan sehingga akan memberikan output berupa catatan dan jumlah gaji yang tepat.

b. Kesederhanaan Penyampaian
Dengan menggunakan slip gaji online, perusahaan dan karyawan tak perlu lagi menghabiskan waktu untuk bertatap muka menyelesaikan urusan rutin seperti penyampaian berkas ini. Melalui aplikasi HR yang digunakan, perusahaan bisa secara langsung mengirimkan berkas tersebut dan hampir pada waktu yang bersama diterima oleh karyawan.Mengingat berkas ini adalah output dari sistem pengelolaan HR berbasis online, maka akan menjadi sangat mudah penyampaiannya. Bagian HR perusahaan tinggal mengakses aplikasi, mengunduh data slip, kemudian mengirimkan pada setiap karyawan yang dimiliki di perusahaan tersebut, berdasarkan perhitungan dan database masing-masing.

Manfaat Sistem Online untuk Karyawan
Selain membawa kemudahan bagi perusahaan, sistem yang digunakan juga kana bermanfaat untuk karyawan secara umum.

a. Pengarsipan Aman dan Rapi
Mengingat berkas yang disampaikan berbentuk digital, tentu pengarsipan yang dilakukan akan cenderung lebih aman dan rapi. Karyawan bisa memanfaatkan fitur pada aplikasi yang digunakan untuk menyimpan berkas slip pembayaran gaji tanpa takut hilang atau bocor informasinya. Selain itu, arsip akan rapi dan sistematis, berurutan berdasarkan bulan penerimaan.

b. Dapat Dilihat Kapan Saja
Pernahkan ada karyawan yang membawa slip gajinya kemanapun dia pergi? Tentu tidak. Slip pembayaran gaji biasanya akan disimpan di rumah, karena merupakan dokumen bersifat personal dan rahasia. Tak jarang ini akan merepotkan ketika tiba saatnya akan menggunakan slip untuk berbagai keperluan.Dengan memiliki akses pada smartphone yang dipegang setiap karyawan, berkas ini dapat digunakan setiap saat. Untuk dilihat, dimonitor, serta digunakan dengan lebih praktis. Berkas ini kemudian bisa dicetak setiap saat untuk berbagai keperluan sehingga memudahkan karyawan ketika diperlukan.

Baca Juga : Pahami Komponen Gaji Tidak Tetap

c. Risiko Kerusakan Berkas
Karena sistem penyimpanan dikelola oleh perusahaan dan penyedia layanan HR, maka kemudian resiko kerusakan berkas akan dapat ditekan seminimal mungkin. Slip pembayaran gaji merupakan dokumen legal yang menyatakan status kerja dan besaran penghasilan karyawan. Sehingga berkas ini harus dijamin keamanan dan kerahasiaannya.Sistem pengelolaan online pada slip pembayaran gaji sendiri sudah banyak digunakan. Kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan terbukti bermanfaat untuk perusahaan dan karyawan, sehingga memiliki nilai yang cukup tinggi untuk industri saat ini.

Fitur slip gaji bisa dimaksimalkan jika layanan HR yang digunakan mengintegrasikan setiap data karyawan dengan baik. Artinya, setiap perubahan dan perkembangan akan di update setiap saat untuk menjamin validitas data. Salah satu layanan HR yang disarankan adalah Sleekr. Kelengkapan fitur dan kemudahan penggunaan baik untuk perusahaan maupun karyawan akan membantu kedua belah pihak dalam berbagai urusan. Segera ajukan demo untuk perusahaan dan rasakan manfaatnya!

Pahami Komponen Gaji Tidak Tetap

Pahami Komponen Gaji Tidak Tetap

bisnisholic.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Pahami Komponen Gaji Tidak Tetap. Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai Pahami Komponen Gaji Tidak Tetap

Setiap karyawan berhak untuk mendapatkan upah atau gaji setiap bulannya. Menurut Pasal 1 ayat 30 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003, upah atau gaji dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari perusahaan kepada karyawan yang ditetapkan dan dibayarkan sesuai perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Gaji memiliki komponen yang beragam, tergantung pada sistem kerjanya. Bagi para pekerja freelance yang tidak terikat kontrak pada perusahaan, pada umumnya hanya memiliki upah tunggal atau berupa honor yang dihitung berdasar satuan pekerjaan. Sedangkan bagi para karyawan tetap di perusahaan memiliki beberapa komponen tambahan.

Dalam menetapkan gaji karyawan, terkadang tim HR di perusahaan dibuat bingung karena tidak memahami komponen upah yang perlu dimasukkan dalam perhitungan gaji. Padahal, hal tersebut sangat penting agar perhitungan gaji tidak melebihi ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, serta tidak mengganggu stabilitas gaji karyawan yang bersangkutan. Berikut ini telah kami rangkum informasi tentang komponen gaji tidak tetap karyawan yang perlu diketahui.

Komponen Gaji Karyawan
Dalam PP Nomor 78 Tahun 2015 telah dijelaskan tentang komponen gaji karyawan sebagai berikut:

1. Upah tanpa tunjangan, yaitu sejumlah uang yang diterima oleh pekerja secara tetap. Sebagai contoh, seorang karyawan menerima upah sebesar Rp7.000.000 sebagai upah bersih. Maka besaran upah tersebut utuh digunakan sebagai dasar perhitungan hal–hal terkait dengan upah, seperti tunjangan hari raya keagamaan, upah lembur, pesangon, iuran jaminan sosial, dan lain sebagainya.

2. Upah pokok dan tunjangan tetap, yaitu besaran upah pokok yang dapat diterima paling sedikit sebesar 75% dari jumlah upah pokok dan tunjangan tetap. Upah pokok adalah imbalan dasar yang dibayarkan kepada karyawan menurut tingkat atau jenis pekerjaan yang besarnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan. Sedangkan tunjangan tetap adalah pembayaran kepada karyawan yang dilakukan secara teratur dan tidak dikaitkan dengan kehadiran pekerja atau pencapaian prestasi kerja tertentu. Sebagai contoh, seorang karyawan menerima upah sebesar Rp3.000.000, maka komponen gaji terdiri dari upah pokok yaitu sebesar Rp2.250.000 (75%) dan tunjangan tetap Rp750.000 (25%).

3. Upah pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap. Sama halnya dengan komponen upah pokok dan tunjangan tetap, besarnya upah pokok paling sedikit 75% dari jumlah upah pokok dan tunjangan tetap. Tunjangan tidak tetap adalah pembayaran yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan karyawan, yang diberikan secara tidak tetap serta dibayarkan menurut satuan waktu yang tidak sama dengan waktu pembayaran upah pokok. Seperti tunjangan transport, atau tunjangan makan yang didasarkan pada kehadiran. Contohnya, seorang karyawan menerima upah sebesar Rp3.500.000 dengan komponen upah pokok Rp2.250.000 (75%), tunjangan tetap Rp750.000 (25%), dan tunjangan tidak tetap sebesar Rp500.000.

Aspek-aspek Penentuan Komponen Gaji Karyawan
Terdapat beberapa hal yang sebaiknya dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam manajemen gaji karyawan antara lain adalah:

1. Jumlah gaji karyawan sebaiknya sesuai dengan kinerja yang diberikan oleh karyawan pada perusahaan. Karyawan dengan tugas yang cukup sulit atau beresiko tinggi sebaiknya diberi imbalan yang cukup memadai.

2. Bagi karyawan yang memiliki prestasi atau memiliki pencapaian yang berdampak baik pada perusahaan layak mendapat imbalan berupa bonus. Bonus tersebut tidak termasuk dalam gaji pokok karyawan. Pemberian imbalan khusus pada karyawan atas pencapaian tertentu ini akan memotivasi karyawan untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan kinerja mereka di perusahaan.

3. Setiap karyawan berhak untuk mendapatkan kenaikan gaji berdasarkan kriteria tertentu yang telah diberlakukan oleh perusahaan. Sama halnya dengan pemberian bonus, kenaikan gaji juga dapat memotivasi karyawan untuk memberikan kinerja terbaik bagi perusahaan.

Rumus untuk Menentukan Komponen Gaji Karyawan
Dalam menghitung komponen gaji tidak tetap karyawan, ada rumus sederhana yang dapat digunakan. Rumus sederhana ini digunakan untuk menghitung nilai dari setiap komponen gaji secara lebih akurat dan mudah. Rumus yang biasanya digunakan pada penghitungan nilai komponen gaji karyawan adalah sebagai berikut:

1. Gaji dan tunjangan tetap (P) bernilai 70% sampai 80% dari take home pay
2. Tunjangan tidak tetap (Q) bernilai 20% sampai 30% dari take home pay
3. Gaji pokok berkisar pada nilai 70% sampai 80% dari (P)
4. Tunjangan jabatan berkisar pada nilai 50% sampai 60% dari (P)
5. Tunjangan operasional berkisar pada nilai 30% sampai 40% dari (P)
6. Sedangkan tunjangan transport berkisar pada nilai 50% sampai 60% dari (Q)
7. Uang makan berkisar pada nilai 30% sampai 40% dari (Q)

Baca Juga : Karyawan Kontrak Tidak Jadi Tetap

Menjalankan sebuah bisnis atau perusahaan memang mengharuskan Anda untuk memperhatikan berbagai aspek yang berhubungan dengan perusahaan. Sehingga perusahaan Anda dapat berjalan dengan baik dan performa bisnis dapat terus meningkat. Salah satu hal yang perlu Anda perhatikan dalam menjalankan sebuah perusahaan adalah aspek keuangan. Ada banyak hal yang berkaitan dengan aspek keuangan, salah satunya adalah gaji karyawan. Dengan memiliki pemahaman mengenai komponen gaji termasuk komponen gaji tidak tetap karyawan, proses penentuan gaji akan lebih mudah.

Sebenarnya perusahaan tidak perlu bersusah payah untuk menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk menghitung komponen gaji tidak tetap karyawan. Cara yang paling praktis adalah dengan menggunakan aplikasi hitung gaji, seperti Sleekr. Sleekr merupakan software HR yang dapat menjadi solusi lengkap bagi tugas-tugas HR dan keuangan perusahaan. Sleekr akan membantu Anda dalam mengelola data karyawan, perhitungan gaji atau payroll, dan lain sebagainya. Dapatkan informasi lebih lengkap tentang Sleekr di sini! Sleekr akan memudahkan Anda mengelola perusahaan secara lebih baik.

Tujuan Kompensasi Untuk Pegawai

Tujuan Kompensasi Untuk Pegawai

bisnisholic.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Tujuan Kompensasi Untuk Pegawai. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Tujuan Kompensasi Untuk Pegawai

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan kompensasi? Kompensasi merupakan semua imbalan yang diterima oleh karyawan atas jasa atau hasil kerjanya di perusahaan. Dimana imbalan tersebut . dapat berupa uang atau barang, baik secara langsung atau tidak langsung. Kompensasi dalam bentuk uang, artinya karyawan akan diberikan sejumlah uang kartal atas pekerjaannya. Sedangkan kompensasi dalam bentuk barang, artinya karyawan akan diberikan barang tertentu atas jasa atau pekerjaannya. Istilah kompensasi juga sangat berhubungan dengan imbalan-imbalan finansial atau biasa disebut financial reward yang diberikan kepada seseorang atas dasar hubungan kerja. Biasanya kompensasi akan diberikan dalam bentuk finansial atau uang karena pengeluaran moneter yang dilakukan oleh sebuah perusahaan. Apa saja tujuan pemberian kompensasi karyawan? Dan apa saja manfaat dari pemberian kompensasi tersebut? Simak penjelasan lengkap tentang kompensasi di bawah ini.

Jenis-jenis Kompensasi
Ada 3 jenis kompensasi karyawan yang dapat diberikan oleh perusahaan. Ketiga jenis kompensasi tersebut adalah:
1. Kompensasi finansial secara langsung, yang berupa bayaran gaji atau upah pokok, bayaran prestasi, bayaran insentif (meliputi bonus, komisi, pembagian laba/keuntungan dan opsi saham) dan bayaran tertangguh (seperti program tabungan dan anuitas pembelian saham).

2. Kompensasi finansial tidak langsung, yang berupa program-program proteksi (meliputi asuransi kesehatan, asuransi jiwa, pensiun, asuransi tenaga kerja), bayaran di luar jam kerja (seperti liburan, hari besar, cuti tahunan dan cuti hamil) dan fasilitas-fasilitas seperti kendaran, ruang kantor dan tempat parkir.

3. Kompensasi non finansial, yaitu berupa pekerjaan (seperti tugas-tugas yang menarik, tantangan, tanggung jawab, pengakuan dan rasa pencapaian). Lingkungan kerja (seperti kebijakan-kebijakan yang sehat, supervisor yang kompeten, kerabat yang menyenangkan, lingkungan kerja yang nyaman).

Tujuan & Fungsi Kompensasi
Pemberian kompensasi karyawan oleh perusahaan memiliki tujuan tertentu. Diantaranya adalah untuk menghargai prestasi karyawan, menjamin keadilan gaji karyawan, mempertahankan karyawan atau mengurangi turnover karyawan, memperoleh karyawan yang bermutu, pengendalian biaya, dan memenuhi peraturan-peraturan. Kompensasi memiliki fungsi yang cukup penting dalam memperlancar jalannya roda perusahaan. Fungsi-fungsi kompensasi diantaranya adalah:

1. Penggunaan SDM secara lebih efisien dan lebih efektif. Semakin banyak karyawan yang diberikan kompensasi yang tinggi, berarti semakin banyak karyawannya yang berprestasi tinggi. Banyaknya karyawan yang berprestasi tinggi, maka akan mengurangi pengeluaran biaya untuk pekerjaan yang tidak perlu.

2. Mendorong stabilitas perusahaan dan pertumbuhan ekonomi. Sistem pemberian kompensasi yang baik dapat membantu stabilitas perusahaan dan secara tidak langsung juga dapat mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

3. Sebagai bagian dari manajemen SDM, pemberian kompensasi berfungsi untuk memperoleh karyawan yang memenuhi persyaratan. Kompensasi yang cukup tinggi sangat dibutuhkan untuk memberi daya tarik kepada para pelamar kerja. Selain itu juga dapat mempertahankan karyawan yang sudah ada.

Untuk memenuhi tujuan dan fungsi di atas, pemberian kompensasi perlu diikuti tahapan-tahapan manajemen kompensasi, yaitu:

1. Mengevaluasi setiap pekerjaan dengan menggunakan informasi analisis pekerjaan.
2. Melakukan survei untuk menentukan keadilan eksternal yang didasarkan pada pembayaran gaji di pasar kerja.
3. Menilai harga setiap pekerjaan untuk menentukan pembayaran gaji yang didasarkan pada keadilan internal dan eksternal.

Dampak Positif & Manfaat Kompensasi
Pemberian kompensasi yang baik kepada karyawan akan memberikan dampak positif pada sebuah perusahaan, diantaranya adalah sebagai berikut ini:

1. Dapat memacu karyawan untuk berprestasi dan bekerja lebih giat lagi.
2. Perusahaan mendapat karyawan yang berkualitas baik.
3. Memudahkan proses administrasi dan aspek hukum dalam perusahaan.
4. Kompensasi dapat menjadi daya pikat bagi para pencari kerja yang berkualitas.
5. Perusahaan memiliki kelebihan tersendiri dibanding perusahaan lain atau kompetitor.

Baca Juga :Gaji Pending Bisa Dilaporkan

Implementasi Pemberian Kompensasi Karyawan
Dalam mengukur keberhasilan implementasi sistem kompensasi, ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan.

1. Mendukung pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.
2. Mendukung strategi dan struktur perusahaan.
3. Menarik dan dapat mempertahankan karyawan yang berkompeten sesuai dengan standar keahlian yang ditetapkan oleh perusahaan.
4. Menetapkan spektrum yang lebih luas atas perilaku tugas (task behavior) yang diinginkan dari seluruh anggota perusahaan.
5. Merefleksikan ekuitas (persamaan dan keadilan) bagi seluruh anggota perusahaan.
6. Sejalan dengan hukum atau perundang-undangan yang berlaku.
7. Dapat mencapai ke enam kriteria sebelumnya dengan biaya yang proporsional sesuai dengan kondisi keuangan internal.
8. Dapat mencapai ketujuh kriteria diatas dengan penggunaan biaya yang paling efektif.

Sistem kompensasi yang diterapkan oleh satu perusahaan biasanya tidak sama dengan perusahaan lainnya. Misalnya, dalam paket kompensasi finansial langsung, ada perusahaan yang memberikan upah saja tanpa tunjangan. Tetapi ada pula perusahaan yang menambahkan insentif sebagai perangsang kinerja karyawan. Kompensasi jenis ini tentu saja membutuhkan perhitungan yang cermat, terutama jika kompensasi finansial terdiri atas beberapa komponen.

Namun Anda tidak perlu khawatir, Anda dapat menghitungnya dengan mudah hanya dengan mengandalkan aplikasi payroll. Salah satu yang terbaik adalah Sleekr, software HR berbasis web dengan teknologi cloud yang dapat diandalkan dalam berbagai tugas administrasi penggajian. Dengan menggunakan Sleekr, pekerjaan rutin tim HR yang rumit dan menghabiskan waktu mampu diselesaikan dengan cepat dan akurat. Anda tidak perlu lagi menggunakan cara-cara manual seperti menggunakan spreadsheet. Perhitungan kompensasi karyawan berupa gaji, tunjangan, bonus, komisi, THR, dan lainnya dapat dilakukan secara otomatis. Segera daftarkan perusahaan Anda di Sleekr sekarang dan dapatkan kemudahan dalam mengelola administrasi dan perusahaan Anda sekarang!

Tunjangan Transportasi Karyawan

Tunjangan Transportasi Karyawan

bisnisholic.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai Tunjangan Transportasi Karyawan. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Tunjangan Transportasi Karyawan

Sebagian perusahaan memberikan tunjangan transportasi karyawan yang jumlahnya tetap setiap bulan. Sementara sebagian perusahaan lainnya, memberikan tunjangan transportasi yang dihitung per hari. Namun ternyata masih ada pula perusahaan yang sama sekali tidak memberikan tunjangan terkait transportasi kepada karyawannya. Sebagai tim HR atau pemilik usaha, tentunya Anda harus mengerti bagaimana seharusnya mengambil kebijakan terkait hal ini. Tunjangan transportasi termasuk dalam tunjangan tidak tetap jika perusahaan memberikan tunjangan dalam jumlah yang tidak tetap setiap bulannya.

Dasar Hukum Tentang Tunjangan Transportasi
Pada dasarnya, Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan tidak mengatur biaya atau uang operasional yang karyawan keluarkan saat bekerja. Namun hal tersebut diatur di dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama antara perusahaan dengan karyawan. Dasar hukum yang berkaitan dengan adanya tunjangan transportasi terdapat pada Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor SE-07/MEN/1990 tentang Pengelompokan Komponen Upah dan Pendapatan Non Upah. Berikut ini adalah kutipan Surat Edaran (SE) Menteri Tenaga Kerja Nomor SE-07/MEN/1990 tentang Pengelompokan Upah:

“Tunjangan Tidak Tetap merupakan suatu pembayaran secara langsung atau tidak langsung yang berkaitan dengan pekerja. Tunjangan diberikan secara tidak tetap untuk karyawan dan keluarganya, menurut satuan waktu yang tidak sama dengan waktu pembayaran upah pokok, seperti Tunjangan Transportasi yang didasarkan pada kehadiran”.

Permasalahan Terkait Tunjangan Transportasi
Karena tidak diatur di dalam Undang-undang secara normatif, maka apabila terjadi permasalahan atau perselisihan antara perusahaan dengan karyawan terkait tunjangan transportasi, perselisihan tersebut termasuk dalam perselisihan kepentingan. Pada prinsipnya, jenis Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) itu meliputi perselisihan hak, perselisihan kepentingan, dan perselisihan antar serikat pekerja atau serikat buruh hanya dalam satu perusahaan.

Perselisihan kepentingan yang dimaksud adalah perselisihan yang timbul di dalam hubungan kerja karena tidak adanya kesesuaian pendapat. Yaitu mengenai pembuatan, dan/atau perubahan syarat-syarat kerja yang telah ditetapkan di dalam PK,PP, atau PKB. Jika terjadi perbedaan pendapat perusahaan dengan karyawan, maka wajib diselesaikan terlebih dahulu melalui perundingan bipartit, termasuk perselisihan kepentingan. Kemudian apabila perundingan bipartit gagal, maka penyelesaian dapat ditempuh melalui jalur tripartite. Yaitu mencatatkan perselisihannya kepada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan setempat dengan melampirkan bukti bahwa upaya-upaya penyelesaian melalui perundingan sebelumnya telah dilakukan. Dalam hal perundingan di jalur tripartit juga belum mencapai kesepakatan, maka salah satu pihak dapat mengajukan gugatan kepada Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Tunjangan Tetap dan Tunjangan Tidak Tetap
Tunjangan transportasi dapat dikategorikan ke dalam Tunjangan Tidak Tetap jika jumlah tunjangannya tidak selalu tetap. Misalnya tunjangan tersebut tergantung dari jumlah kehadiran karyawan. Jika pihak perusahaan memberikan gaji karyawan secara bulanan, maka jumlah tunjangan transportasi tidak akan selalu sama setiap bulan, tergantung pada berapa hari karyawan yang bersangkutan datang bekerja. Perhitungan tunjangan seperti inilah yang dapat dikategorikan dalam Tunjangan Tidak Tetap.

Baca Juga :Pentingnya Project Management Dalam Bisnis

Lain halnya jika perusahaan telah menetapkan besaran tunjangan transportasi untuk karyawan setiap bulannya. Misalnya, perusahaan membuat kebijakan untuk memberikan tunjangan transportasi sebesar Rp500.000 per bulan untuk Staf Marketing. Berarti jumlah tunjangan tersebut tetap dan tidak berubah meskipun dalam satu bulan Staf Marketing yang bersangkutan mungkin saja tidak masuk karena sakit, cuti, atau alasan lainnya. Dalam hal ini, tunjangan transportasi di perusahaan termasuk dalam kategori Tunjangan Tetap.

Perusahaan Wajib Membayarkan Tunjangan Karyawan
Undang-undang Ketenagakerjaan memang tidak mengatur tentang pemberian tunjangan transportasi secara khusus. Sehingga tidak ada kewajiban yang mengharuskan perusahaan memberikan tunjangan transportasi dalam komponen penggajian. Namun, pihak perusahaan menjadi berkewajiban untuk membayarkan tunjangan transportasi karyawan jika kewajiban tersebut tercantum di dalam PK, PP, atau PKB antara perusahaan dengan karyawan. Bahkan saat ini sudah banyak perusahaan yang memberikan tunjangan transportasi kepada seluruh karyawannya. Dengan memberikan tunjangan kepada karyawan, perusahaan berharap beban biaya transportasi karyawan untuk datang dan pulang dari lokasi kerja dapat teratasi. Sehingga produktivitas karyawan akan semakin meningkat.

Perhitungan tunjangan transportasi karyawan baik yang termasuk tunjangan tetap maupun tidak tetap, akan sangat mudah jika dilakukan secara otomatis menggunakan software payroll. Sleekr hadir sebagai software HR online yang mampu menghitung formula tunjangan transportasi secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Software HR Sleekr yang mengintegrasikan data gaji karyawan, waktu kerja, serta absensi, dapat membuat perhitungan tunjangan transportasi karyawan dilakukan secara otomatis.

Dengan menggunakan Sleekr, tentu saja proses penggajian karyawan akan lebih mudah, praktis, dan akurat. Sehingga dapat meminimalisir terjadinya salah hitung gaji karyawan. Dapatkan informasi tentang Sleekr hanya disini! Atau ajukan demo Sleekr sekarang juga. Dan lihatlah bagaimana Sleekr dapat membantu meringankan tugas-tugas administrasi yang berhubungan dengan SDM di perusahaan Anda.

1 2 3