Pentingnya Bisnis Forecasting Untuk Kesuksesan

Pentingnya Bisnis Forecasting Untuk Kesuksesan

bisnisholic.web.id Salah satu unsur yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan dalam berbisnis adalah dengan menggunakan unsur business forecasting. Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Pentingnya Bisnis Forecasting Untuk Kesuksesan Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Pentingnya Bisnis Forecasting Untuk Kesuksesan

Membuat sebuah rancangan, rencana, kerangka, atau prediksi sebelum menjalankan sesuatu merupakan keputusan bijak yang tepat.Dengan melakukan hal tersebut, Anda bisa mengetahui apa yang akan terjadi dalam proses yang akan dijalani, termasuk berbagai risikonya.Sama halnya dengan bisnis, membuat prediksi atau rancangan sebelum menetapkan kebijakan dapat memberikan pengaruh pada hasil yang akan dicapai.Prediksi bisnis atau yang lebih dikenal dengan business forecast sudah menjadi istilah umum bagi sebagian pelaku bisnis.Bukan tanpa alasan, business forecast telah menjadi aspek penting yang harus dimiliki dan dilakukan sebelum melakukan kegiatan utama. Dengan perencanaan yang matang, peluang untuk menjalankan bisnis yang lancar semakin besar.

Bagaimana Memulai Business Forecasting?
Business forecast dilakukan dalam dua jangka, yakni jangka pendek dan jangka panjang. Prediksi jangka panjang dimulai dengan proyeksi dalam waktu tiga hingga lima tahun, yang kemudian menjadi dasar untuk membuat perkiraan jangka pendek selama 12 bulan atau kurang. Hanya setelah proses forecast dalam bisnis ini selesai, sebuah bisnis baru bisa melakukan penganggaran.Pemantauan berkala atas prediksi jangka pendek dan jangka panjang ini juga penting untuk mengukur kemajuan menuju target yang telah ditetapkan bisnis.Prediksi jangka pendek harus dipantau setiap bulan, per kuartal, atau per semester. Sementara prediksi jangka panjang dapat dievaluasi paling tidak setiap tahun.

Apa saja yang dibutuhkan untuk Business Forecasting?
Mulailah dengan mengumpulkan data keuangan, penjualan, dan data pertumbuhan lain di masa lalu dan terkini.Data dasar Anda ini akan mencakup daftar pengeluaran tetap, variabel bisnis, pendapatan penjualan, margin kotor, perhitungan margin laba operasi, hutang piutang, dan lain-lain.Data pengeluaran dan pendapatan penjualan digunakan secara langsung dalam prakiraan bisnis. Perhitungan margin dan data suku bunga bisa menjadi titik perbandingan untuk melakukan prediksi.

Apa itu Business Forecast Jangka Panjang?
Prediksi jangka panjang mencakup tiga hingga lima tahun ke depan sehingga harus membuat rencana jangka panjang yang selaras dengan sasaran bisnis dengan meninjau rencana bisnis, misi, dan pernyataan visi.Di luar dari fakta bahwa hal tersebut merupakan rencana jangka panjang pertama atau berkelanjutan meskipun bisnis kecil umumnya berfokus pada laba, pertumbuhan, atau kombinasi keduanya. Informasi dasar dari lingkungan bisnis akan menentukan tujuan jangka panjang bisnis Anda.Tinjau data dasar biasanya dilakukan dengan melakukan analisis terhadap lingkungan ekonomi hari ini, kemudian menetapkan tujuan prediksi jangka panjang.Sebagai contoh, pada prediksi tentang produk yang menjadi favorit pelanggan, Anda bisa memaksimalkan potensi tersebut untuk masa yang akan mendatang.

Selain itu, Anda mungkin bisa melakukan prediksi terhadap tren, apakah produk tersebut akan tetap laris di masa yang akan datang.Bisnis Anda dapat mengambil manfaat dari pengujian variabel tersebut, dengan begitu Anda mungkin bisa mengevaluasi cara pemasaran atau peningkatan kualitas staf.Teknik yang paling umum adalah membuat beberapa prakiraan jangka panjang menggunakan skenario yang berbeda, seperti skenario kasus terbaik dan terburuk, masing-masing dengan variabel yang berbeda.

Baca Juga : Perbedaan HRD Generalist Dan HRD Specialist

Apa itu Forecast Jangka Pendek?
Perkiraan bisnis jangka pendek berfokus pada penjualan, operasi bisnis, dan item anggaran, dalam jangka waktu yang lebih pendek.Sebagai contoh, prediksi jangka pendek menentukan stabilitas atau perubahan biaya variabel dan overhead selama periode tertentu.Maka dari itu, rencana prediksi jangka pendek terhitung penting dalam perencanaan anggaran tahunan dan untuk memastikan operasi bisnis harian dapat membantu mencapai tujuan jangka panjang.

Mengapa Harus Melakukan Business Forecast?
Business forecast sangat diperlukan pelaku bisnis atau pemilik modal untuk menjalankan bisnisnya.Dengan membuat perkiraan atau prediksi bisnis, ada beberapa peluang masa depan yang dapat diketahui. Misalnya, trend bisnis yang akan dijalani.Memprediksi sesuatu itu artinya Anda sedang mempersiapkan apa yang akan dilakukan, sehingga dapat mengetahui dan memperkirakan apa saja hambatan yang akan dilalui.Dengan begitu, ada solusi awal yang bisa diambil sebelum melewati berbagai rintangan itu.

Business Forecasting juga memberikan Anda keuntungan lain pada bisnis, seperti estimasi finansial selama proses akan berlangsung, ketepatan dalam mengambil keputusan, akurasi strategi dalam meraih target bisnis, hingga terciptanya kerja sama tim yang saling terkoordinasi.

Setelah Melakukan Business Forecasting
John G. Glover pakar ekonomi asal Amerika Serikat menyebutkan, business forecasting adalah sebuah prosedur penelitian untuk menjelajahi seluruh aspek ekonomi, sosial, dan pengaruh-pengaruhmya terhadap aktivitas bisnis.Ini membuat siapa pun yang melakukannya mendapatkan sebuah pandangan masa depan tentang pasar, kondisi keuangan, dan trend yang akan berkembang.Dengan demikian, setelah melakukan business forecasting, Anda akan lebih siap mengaruhi samudera bisnis yang penuh dengan ombak besar.Dapat disimpulkan bahwa forecast atau prediksi bisnis ini sangat penting untuk keberlangsungan usaha Anda.Business forecast merupakan sebuah langkah yang sangat penting untuk sebuah perusahaan.

Pasalnya, perusahaan dapat memprediksi kemungkinan yang akan terjadi di masa depan bagi perputaran bisnisnya melalui business forecast.Hasilnya, perusahaan bisa menetapkan tujuan mereka dalam jangka waktu tertentu untuk mengukur pertumbuhan perusahaan secara tepat.Setiap perkiraan prediksi tentunya membutuhkan data dari waktu yang telah lalu, data saat ini dan pandangan yang tajam tentang apa yang akan terjadi di masa depan.

Kebutuhan Akan HRD Manager Dalam Suatu Perusahaan

Kebutuhan Akan HRD Manager Dalam Suatu Perusahaan

bisnisholic.web.id Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Kebutuhan Akan HRD Manager Dalam Suatu Perusahaan. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Kebutuhan Akan HRD Manager Dalam Suatu Perusahaan

HRD (Human Resources Department) Manager merupakan salah satu kunci utama kesuksesan setiap perusahaan. Sementara itu, karyawan merupakan aset perusahaan yang paling berharga, dan HRD Manager lah yang bertanggung jawab untuk memaksimalkan value karyawan.Mereka yang ingin menjadi HRD Manager yang baik, mungkin juga termasuk Anda, harus memandang karyawan sebagai sumber daya manusia milik perusahaan yang penting. HR Manager juga perlu berusaha membuat pekerjaan mereka menjadi menyenangkan dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.Tergantung besarnya perusahaan, HRD Perusahaan dapat memiliki beberapa HR Manager dengan tugas dan tanggung jawab yang lebih spesifik.

HR Recruitment Manager
Merekrut karyawan merupakan tugas yang sangat mempengaruhi kinerja perusahaan. HR Manager memiliki tugas pokok untuk mencari kandidat yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, menyusun job description yang jelas, menentukan media untuk rekrutmen, melakukan wawancara, merekrut dan melakukan proses onboarding karyawan baru.Meskipun semua tugas itu akan dikerjakan sebagian besar oleh staff HRD, HR manajer memastikan proses rekrutmen berjalan efektif dan efisien, baik dari sisi perusahaan maupun dari sisi pelamar kerja.

HR Admin & Payroll Manager
Tugas administratif seperti mengurus payroll, memproses permohonan cuti/izin, membuat jadwal kerja hingga mengelola data karyawan adalah beberapa hal yang harus dikerjakan oleh HRD Manager beserta timnya.Administrasi HR ini tampak sederhana, akan tetapi jika sistemnya tidak diatur sejak awal, proses administrasi ini akan mengganggu operasional perusahaan. Terutama jika sumber daya manusia di dalam perusahaan semakin banyak.

Ada banyak tantangan dalam administrasi HRD yang harus ditanggapi dengan baik. Berikut adalah beberapa contoh tantangan tersebut .Integrasi data absen, lembur, cuti/izin, jadwal kerja dengan payrol; pembuatan laporan kehadiran otomatis; integrasi data dari mesin absensi, smartphone ke database karyawan; perhitungan sisa hak cuti karyawan; hingga memastikan tidak ada keterlambatan dalam memperbarui kontrak kerja pegawai.HR Manager perlu secara strategis menyusun sistem HRIS (Human Resource Information System) yang efektif dan efisien. Penggunaan software hr dalam tugas ini memiliki peran besar karena mampu menghemat waktu dan tenaga, tidak hanya HR Manager tapi juga departemen SDM secara keseluruhan.

HR Operation Manager
Lingkungan kerja yang aman dan menyenangkan dapat mencegah terjadinya konflik dalam perusahaan.Untuk mengatasi kemungkinan terjadinya risiko kerja, HRD Manager memiliki kewajiban untuk melindungi perusahaan dari masalah hukum sekaligus melindungi karyawan dari bahaya fisik ataupun emosional.Salah satu cara untuk melaksanakan tugas ini adalah HRD Manager membuat dan mengimplementasikan sistem kerja yang kondusif.

Sistem HRIS tidak hanya mengenai software yang digunakan tapi juga prosedur dan budaya kerja karyawan. Software HRIS yang efektif mencerminkan budaya perusahaan yang praktis tapi tetap terkontrol.Budaya perusahaan yang baik akan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan menyenangkan. Sebaliknya, jika HR Manager tidak peduli pada cara kerja karyawan maka tidak akan ada lingkungan kerja yang aman dan menyenangkan.

Baca Juga : Keuntungan Penggunaan Software HRD Indonesia

Talent Acquisition (TA) Manager
Departemen HR dewasa ini tidak hanya mengurus administrasi SDM tapi juga menangani SDM dalam perusahaan secara strategis.Bagaimana cara memiliki karyawan dengan talenta yang dibutuhkan, personality yang mendukung, di saat yang tepat dan lokasi yang sesuai?Tanggung jawab TA Manager yaitu menyusun dan mengimplementasikan strategi jangka panjang agar perusahaan memiliki pemimpin yang mendukung goal perusahaan.Jangan menyerahkan pengorganisasian karyawan sepenuhnya kepada HRD Manager dan timnya saja, melainkan harus menjadi usaha bersama antara manajer setiap divisi.Dalam hal ini,TA Manager dapat membantu untuk membuat pengaturan karyawan secara strategis antara manajer dan karyawan, termasuk dengan tim HRD.Setiap departemen memiliki tujuan yang ingin dicapai. Untuk mencapai hal ini, tiap manager departemen perlu mendiskusikan kebutuhan sumber daya manusia, baik dari jumlah maupun kualitas ke HR Manager.

Dengan demikian departemen HR dapat membuat rencana suksesi, mengembangkan program kerja untuk mencapai tujuan, membuat program penilaian atau tracking performa karyawan hingga rencana pelatihan yang sesuai kebutuhan tiap departemen.Proses ini tentunya perlu didukung dengan sistem Talent Management. Dokumentasi kinerja karyawan digabungkan dengan rencana suksesi, jalur karir karyawan serta pelatihan, yang dilakukan secara manual tentu akan menghabiskan banyak waktu dan energi.Selain itu, untuk menghindari salah pengambilan keputusan terkait karir karyawan, Talent Management adalah sistem yang perlu dimiliki oleh setiap perusahaan.

Industrial Relationship Manager
Dalam sebuah organisasi, konflik antara atasan dan bawahan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Terutama di organisasi besar seperti pabrik. Hubungan yang diatur tidak hanya antara atasan dan bawahan tapi antara perusahaan dengan serikat pekerja.Tidak seperti HR Manager bagian yang lain Industrial Relationship Manager berperan sebagai sosok yang mengatur hubungan antara karyawan dan atasan mereka.Tugas utama mereka mencakup pembuatan regulasi, kontrol atas struktur kerja, pencegahan risiko kerja karyawan, perundingan dengan serikat pekerja, keamanan industri dan masalah serupa lainnyaMereka harus bisa mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan karyawan dapat bekerja dengan nyaman, serta menjadi mediator jika terdapat konflik antar karyawan.

Pemanfaatan SDM Dengan Baik Di Sebuah Perusahaan

Pemanfaatan SDM Dengan Baik Di Sebuah Perusahaan

bisnisholic.web.id Pemanfaatan SDM yang baik adalah salah satu dari upaya sebuah perusahaan bidang pemberdayaan SDM yang cukup baik agar bisa membuat kerja dan produktivitas sebuah perusahaan menjadi lebih maksimal.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Pemanfaatan SDM Dengan Baik Di Sebuah Perusahaan. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Pemanfaatan SDM Dengan Baik Di Sebuah Perusahaan

Mengapa Pengembangan SDM Perlu Dilakukan?
Strategi pengembangan SDM merupakan suatu perencanaan mengenai cara bagaimana kualitas SDM mampu berkembang ke arah yang lebih baik dan meningkat kemampuan kerjanya. Serta memiliki loyalitas yang baik terhadap perusahaan. Pengembangan SDM sangat dibutuhkan untuk kelangsungan sebuah perusahaan agar dapat berkembang secara lebih dinamis. Sebab SDM merupakan unsur yang paling penting di dalam sebuah perusahaan.Perusahaan yang dapat mencapai kesuksesannya adalah perusahaan yang mengerti bagaimana pentingnya strategi pengembangan SDM, dan mengetahui upaya apa saja yang harus ditempuh. Hubungan seorang karyawan dengan pimpinan perusahaan bukan hanya terikat atas hubungan kerja saja. Namun secara manusiawi keduanya juga saling berinteraksi. Oleh karena itu, pengembangan SDM dapat dijadikan sebagai suatu bentuk apresiasi seorang pimpinan perusahaan terhadap karyawan dalam aspek humanis. Salah satu aspek yang dapat menunjang proses pengembangan SDM ini adalah aspek pendidikan.

Perencanaan Program Pengembangan SDM
Strategi pengembangan SDM dapat berjalan dengan baik apabila disertai dengan program pengembangan SDM yang direncanakan dengan matang. Sehingga diharapkan mampu membantu tercapainya tujuan dalam menghasilkan SDM yang berkualitas. Perencanaan program pengembangan SDM memiliki beberapa tujuan, yaitu:

1. Menentukan kualitas karyawan.

2. Menjamin ketersediaan karyawan di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.

3. Meminimalisir terjadinya kesalahan dalam pelaksanaan tugas-tugas pekerjaan.

4. Memudahkan proses koordinasi untuk meningkatkan kinerja karyawan secara optimal.

5. Menghindari terjadinya kelebihan atau kekurangan karyawan.

6. Menjadi sebuah acuan dalam pelaksanaan tugas-tugas pekerjaan yang menyangkut ketenagakerjaan.

7. Menjadi suatu pedoman dalam menentukan program perekrutan, penyeleksian, dan kedisiplinan karyawan.

8. Menjadi sebuah landasan dalam pelaksanaan penilaian karyawan.

Baca Juga : Kelebihan Absensi Online

Langkah Pembuatan Program Pengembangan SDM
Bagaimana cara membuat program pengembangan SDM yang terencana dengan baik? Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat Anda ikuti untuk membuat program pengembangan SDM dengan perencanaan yang baik dan matang:

1. Langkah awal yang harus ditempuh adalah menentukan dan mengembangkan sasaran, tujuan, serta prioritas SDM yang diperlukan.

2. Membuat kebijakan yang mendukung sosialisasi program hingga terlaksananya program pengembangan SDM.

3. Melakukan proyeksi terhadap ketersediaan SDM, atau membuat perkiraan jumlah karyawan yang dibutuhkan dan mempertimbangkan kebutuhan karyawan di masa yang akan datang.

4. Mengadakan program pelatihan keterampilan karyawan.

5. Apabila langkah-langkah pembuatan program pengembangan SDM di atas sudah dilaksanakan, sebaiknya dilakukan evaluasi terlebih dahulu. Tahapan evaluasi ini merujuk pada tahapan-tahapan yang telah dibuat sebelumnya. Hal ini berfungsi untuk memperkirakan apakah program yang telah direncanakan akan berhasil atau masih memerlukan revisi untuk menyempurnakan program-program pengembangan SDM berikutnya.

Strategi Pengembangan SDM di Perusahaan
Strategi pengembangan SDM yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah sebagai berikut ini:

1. Memberikan kesempatan pada setiap karyawan untuk menyalurkan ide dan gagasan pribadi mereka. Karena di dalam suatu perusahaan, karyawan juga berkontribusi dalam mengembangkan perusahaan atau sebagai roda penggerak suatu perusahaan. Sehingga ide dan gagasan dari setiap karyawan juga perlu didengarkan dan dipertimbangkan.

2. Memberikan penghargaan (reward) kepada karyawan, yang bertujuan untuk membuat karyawan lainnya agar termotivasi untuk dapat menjadi lebih baik. Hal tersebut nantinya akan memberikan kontribusi besar terhadap perusahaan dalam mengembangkan perusahaan.

3. Mengadakan program pelatihan bagi karyawan. Ada beberapa jenis pelatihan dan pengembangan SDM yang dapat dilakukan. Diantaranya adalah skill training, retraining atau pelatihan ulang, cross functional training, team training, dan creativity training.

Kelebihan Absensi Online

Kelebihan Absensi Online

bisnisholic.web.id Perusahaan mana sih yang gak mau punya absensi Online untuk manajemen perusahaannya? Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Kelebihan Absensi Online. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Kelebihan Absensi Online

Terintegrasi Otomatis
Jika perusahaan Anda mulai beralih dari sistem manual ke absensi online, Anda perlu mempelajari dan memahami dengan baik bagaimana sistemnya bekerja. Salah satu kemudahan yang dapat Anda manfaatkan adalah sistem absensi online yang terintegrasi dengan database HR secara otomatis. Dengan begitu, Anda bisa menerima laporan absensi seluruh karyawan dengan mudah dan cepat tanpa harus menginputnya secara manual.

Sistem yang Lebih Praktis
Dengan adanya absensi online, Anda tidak perlu mengecek setiap saat apakah karyawan sudah datang atau belum, dan mengecek keterlambatan. Data akan masuk secara lengkap dan terperinci ke dalam database Anda. Seperti jam, keterlambatan, potongan gaji yang mungkin diberikan. Atau hal yang lainnya. Bukan hanya itu, aplikasi absensi online seperti Sleekr juga telah menyediakan mobile application yang mempermudah karyawan Anda dalam melakukan absensi secara online kapan dan di mana saja. Misalnya, karyawan Anda tidak bisa hadir ke kantor karena alasan meeting, mereka tetap bisa melakukan absensi, dan Anda bisa melakukan pengecekan lokasi absensi tersebut. Bukan hanya itu, Anda juga bisa mengatur berapa jarak karyawan Anda bisa melakukan absensi.

Akurasi Data yang Maksimal
Dikarenakan sistem yang terintegrasi secara otomatis, dapat dipastikan akurasi data yang masuk akan lebih maksimal, karena dapat diakses langsung oleh karyawan Anda. Akun juga biasanya hanya dapat diakses oleh karyawan yang bersangkutan. Anda juga lebih mudah untuk melakukan monitoring atau pengawasan. Jika diperlukan, Anda juga bisa menegur karyawan Anda jika telah melakukan pelanggaran keterlambatan berkali-kali. Anda juga dapat mengatur mengenai lembur yang dilakukan oleh karyawan. Sehingga Anda dengan lebih mudah mengkalkulasikan absensi karyawan dengan gaji, bonus, dan insentif yang akan diterima secara lengkap.

Baca Juga : Software Slip Gaji Digital

Sleekr, Aplikasi Absensi Tepat untuk Anda Gunakan
Memilih aplikasi yang tepat adalah hal yang penting. Saat ini sudah banyak sekali platform yang menyediakan fasilitas absensi online. Namun Anda perlu memperhatikan bagaimana reputasinya, keamanan data, kemudahan mengakes, serta fitur-fitur yang tersedia. Sleekr merupakan software HR #1 di Indonesia yang memiliki fitur absensi online dan telah tersedia versi mobile yang memudahkan HR maupun karyawan dalam melakukan absensi atau pengelolaan absensi.Bukan hanya itu, Sleekr juga dilengkapi dengan fitur payroll lengkap dengan PPh 21 karyawan dan BPJS, Di mana, data gaji dapat langsung di-download dan slip gaji dapat Anda kirim langsung ke karyawan Anda. Segera daftarkan perusahaan Anda dengan Sleekr sekarang juga!

Ini Bisa Jadi Target Marketing Anak Muda

Ini Bisa Jadi Target Marketing Anak Muda

bisnisholic.web.id Target marketing anak muda ? Bingung gimana cara kontrol konsumennya ? Gak tahu mau ngasih apa yang bisa jadi kegemaran konsumen. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Ini Bisa Jadi Target Marketing Anak Muda. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Ini Bisa Jadi Target Marketing Anak Muda

Selama beberapa tahun belakangan ini, generasi milenial (Y) menyita banyak perhatian, termasuk para pebisnis sekalipun. Bukan hanya terbatas pada generasi milenial saja, kini sudah mulai memasuki era generasi Z.Generasi ini dianggap memiliki karakter yang unik dan berbeda dari generasi-generasi sebelumnya, di mana hal ini jelas akan sangat memengaruhi perilaku sehari-hari mereka. Bukan hanya dalam bekerja, tapi juga dalam membelanjakan uangnya terbilang unik.Jika Anda ingin menjalankan bisnis yang menyasar generasi muda ini, maka pastikan memahami dengan baik berbagai karakter mereka sejak awal. Tak semua produk bisa menarik perhatian.

Tidak semua bisnis menarik bagi generasi muda ini, mengingat mereka memiliki sudat pandang tersendiri soal berbelanja. Jika generasi lain hanya fokus pada berbagai produk yang mereka butuhkan, maka generasi muda ini justru menunjukkan perhatian lainnya.Selain produk, mereka juga mencermati beragam dampak dan juga kebaikan atas pembelian yang akan mereka lakukan. Hal ini tentu menjadi perhatian penting bagi Anda serta pelaku bisnis lainnya, mengingat generasi muda ini merupakan salah satu kelompok konsumen yang aktif dan sangat menjanjikan.Jika Anda bisa mendapatkan kelompok konsumen ini, maka bisnis Anda tentu bisa berjalan lancar dan mendapatkan angka penjualan yang maksimal. Lalu, bisnis apa sebenarnya yang menarik dan bisa mendatangkan konsumen anak muda?

Baca Juga : Strategi Manajemen Paling Jitu

Industri Kreatif
Tentu bukan rahasia lagi jika kaum milenial dan Z merupakan generasi yang tergantung internet seiring dengan perkembangan dunia teknologi di Indonesia. Generasi ini identik dengan pertumbuhan industri kreatif yang selama beberapa tahun belakangan justru semakin berkembang dengan pesat.Mereka tertarik dengan berbagai jenis bisnis yang mandiri dan kreatif, bahkan meski industri ini baru tumbuh dalam skala yang kecil sekalipun. Bagi Anda yang berniat menjalankan bisnis dengan menyasar konsumen anak muda, maka memilih industri kreatif dengan basis teknologi digital bisa menjadi pertimbangan.

Strategi Manajemen Paling Jitu

Strategi Manajemen Paling Jitu

bisnisholic.web.id Bingung gimana bisa narik konsumen ? Strategi demi strategi sudah di rancang. Namun masih kurang efektif. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Strategi Manajemen Paling Jitu. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Strategi Manajemen Paling Jitu

Setiap perusahaan yang memproduksi barang atau jasa pasti membutuhkan strategi manajemen yang tepat. Dengan strategi tersebut, target dan tujuan perusahaan dapat tercapai sesuai harapan.Manajemen pemasaran memiliki peran vital dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Dari Wikipedia, pengertian manajemen pemasaran adalah proses penetapan tujuan-tujuan pemasaran bagi suatu organisasi (dengan mempertimbangkan sumber daya internal dan peluang pasar), perencanaan, dan pelaksanaan aktivitas untuk memenuhi tujuan-tujuan tertentu, dan mengukur kemajuan ke arah pencapaiannya.

1. Konsep Produksi
Konsep yang satu ini merupakan konsep konvensional yang banyak dianut perusahaan dengan sistem manajemen yang sudah stabil. Sebab, produksi massal lebih diutamakan untuk menekan biaya produksinya. Selain itu, biaya distribusi pun ikut disisir. Dengan begitu, harga jual produk atau jasa dapat lebih murah.Maklum, banyak konsumen yang lebih berorientasi pada harga murah ketimbang kualitas. Namun ada konsumen tertentu yang tak peduli jika harus merogoh kocek lebih demi mendapatkan produk atau jasa berkualitas baik.

2. Konsep Produk
Dalam menghasilkan barang atau jasa, perusahaan berusaha mengedepankan kualitas. Sehingga konsumen percaya dan kembali membeli produk perusahaan. Satu hal yang perlu diketahui, kualitas akan berpengaruh pada harga. “Ada harga, ada rupa.”Selain kualitas dan harga, barang atau jasa perusahaan juga harus memiliki keunggulan atau ciri khas dari produk kompetitor. Konsep produk harus dipikirkan dengan matang, bagaimana caranya produk yang diusung punya kekuatan tersendiri.

Baca Juga : Rahasia Sukses Eatlah FNB Yang Populer

3. Konsep Penjualan
Setelah produk siap, kualitas dan kuantitasnya memadai, harga jual sudah ditetapkan, berikutnya dalam manajemen pemasaran dikenal dengan konsep penjualan. Perusahaan harus mempunyai cara atau strategi penjualan tepat sesuai dengan target sasaran.Menjual produk, mempengaruhi konsumen sehingga tertarik membeli. Kalau perlu menjual produk secara agresif dengan sistem jemput bola, dari pintu ke pintu. Promosi yang dilakukan perusahaan juga dapat membuat konsumen kepincut membeli.Tapi begitu promosi ditiadakan, konsumen akan pindah ke lain hati. Menggunakan produk barang atau jasa kompetitor. Namun dalam konsep penjualan ini, kepuasan dan loyalitas konsumen seringkali tak terlalu dihiraukan.

4. Konsep Pemasaran
Konsumen adalah segalanya bagi perusahaan yang menganut konsep ini. Kebutuhan konsumen akan benar-benar menjadi prioritas. Perusahaan akan menyediakan waktu untuk berinteraksi dan mendengarkan suara konsumen lebih banyak.Riset atau survei kerap dilakukan sebelum memutuskan proses prosuksi dan pemasaran. Fokus utama adalah pada nilai tambah untuk membedakannya dengan sesama kompetitor.

5. Konsep Pemasaran Umum
Dalam konsep ini, perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan saja, tapi memperhatikan manfaatnya bagi orang lain. Perusahaan percaya, bisnis akan sukses bila konsumen puas dan ternyata produk barang atau jasa yang dihasilkan memiliki dampak baik ke konsumen maupun masyarakat luas.

Pentingnya Invoice Dalam Kegiatan Bisnis

Pentingnya Invoice Dalam Kegiatan Bisnis

bisnisholic.web.id Invoice tidak boleh dianggap remeh,ternyata invoice ternyata sangat berguna untuk sebuah kegiatan bisnis. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Pentingnya Invoice Dalam Kegiatan Bisnis. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Pentingnya Invoice Dalam Kegiatan Bisnis

Saat menekuni dunia bisnis, seseorang tentu diwajibkan untuk memahami banyak istilah penting di dalamnya. Tak hanya bagi pemilik badan usaha saja, seseorang yang bersentuhan dengan bidang tersebut juga harus memahami istilah yang sering digunakan dalam dunia bisnis.Berbicara soal bisnis, pasti tidak akan jauh dari hal-hal yang berkaitan dengan keuangan dan transaksi. Nah, ada satu istilah yang umum digunakan dalam urusan finansial maupun bertransaksi. Istilah tersebut adalah invoice atau dalam Bahasa Indonesia disebut faktur.Bagi yang jarang menggeluti atau bersentuhan dengan kegiatan berbisnis tentu akan merasa bingung dengan apa itu invoice atau faktur. Namun, bagi Anda yang berprofesi sebagai akuntan, bagian pemasaran, atau pemilik sebuah usaha tentu tidak akan asing dengan istilah tersebut.Meski begitu, tahukah Anda definisi dari invoice beserta jenis dan fungsinya? Untuk itu, agar pemahaman Anda lebih mantap dan membuat kinerja pekerjaan berjalan dengan lebih lancar, simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Invoice?
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, istilah invoice atau faktur banyak ditemui dalam kegiatan berbisnis. Bidang pekerjaan di perusahaan dan bagian marketing juga akrab dengan penggunaan istilah tersebut. Penyebabnya karena invoice berkaitan erat dengan urusan keuangan dan transaksi dalam skala yang cukup besar.Secara umum, invoice adalah sebuah dokumen yang berisi informasi tentang sebuah kegiatan pembelian yang dilakukan oleh perusahaan atau institusi. Invoice juga dapat dijadikan sebagai suatu pernyataan penagihan yang diberikan oleh pihak penjual ke pihak pembeli.Pihak penjual biasanya akan mengisinya dengan detail informasi transaksi seperti nama barang, jenis, harga satuan, jumlah yang dibeli, hingga nominal yang harus dibayarkan oleh pembeli. Tak lupa dengan tanggal dilakukannya pembelian yang juga harus tercantum dalam dokumen tersebut.

Dalam membuat dokumen penting tersebut, penjual seringkali akan mencetaknya dalam tiga rangkap, yang mana setiap rangkap memiliki perannya masing-masing.

1. Rangkap Pertama
Pada rangkap pertama biasanya digunakan sebagai bukti bahwa perusahaan telah melunasi pembayaran.

2. Rangkap Kedua
Rangkap kedua sebagai pendataan di bagian penjualan.

3. Rangkap Ketiga
Sedangkan untuk rangkap yang terakhir difungsikan sebagai berkas laporan pada bagian keuangan.

Baca Juga : Manfaat Ekuitas Dalam Perkembangan Bisnis

Setiap rangkap tersebut juga dapat dijadikan sebagai bukti jika transaksi dilakukan dengan sistem kredit.Selain menjadi bukti pembayaran, dokumen tersebut juga dapat menjadi berkas penagihan dari pihak penjual yang harus dilunasi pihak pembeli. Pastinya sebelum faktur diberikan oleh penjual, kedua pihak harus telah menyepakati transaksi yang dilakukan dan dicantumkan pada purchase order.Namun, dalam beberapa kondisi, invoice juga dapat berupa notice atau kuitansi. Oleh sebab itu, periksa segala bentuk berkas yang merupakan invoice di perusahaan agar kinerjanya dapat diukur dengan lebih cermat dan seksama.

Fungsi-Fungsinya dalam Kegiatan Bertransaksi
Berisi informasi rinci tentang suatu kegiatan transaksi, fungsi utama dari invoice adalah sebagai dokumen penagihan dari penjual untuk pihak pembeli. Namun, ada beberapa fungsi lain dari dokumen ini dalam kegiatan bertransaksi.

1. Dokumen yang Berisikan Informasi
Fungsi pertama adalah sebagai dokumen yang berisi informasi mengenai suatu barang atau jasa yang dibeli oleh konsumen. Melalui invoice, konsumen dapat mengetahui biaya tagihan yang harus dilunasi atas transaksi yang telah dilakukan.Dengan begitu, jika terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian dengan kesepakatan di purchase order, konsumen dapat melayangkan komplain atau bahkan melakukan pembatalan transaksi.

2. Bahan Rujukan
Fungsi selanjutnya adalah sebagai bahan rujukan saat barang atau jasa dijual kembali ke pihak ketiga atau untuk ditambahkan ke pembukuan finansial bisnis. Jika diperlukan, perusahaan dapat menjadikannya sebagai referensi dan dijadikan sebagai dokumen faktur pajak.Jadi, dengan memiliki dokumen penting tersebut, pembeli tidak hanya mudah mengetahui detail transaksi tapi juga beragam fungsi penting lainnya. Sehingga, pengelolaan dan pemantauan aktivitas bisnis pun dapat lebih mudah dilakukan dengan menyimpan invoice.

Manfaat Ekuitas Dalam Perkembangan Bisnis

Manfaat Ekuitas Dalam Perkembangan Bisnis

bisnisholic.web.id Ekuitas sangat berpengaruh besar dalam sebuah perkembangan bisnis. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Manfaat Ekuitas Dalam Perkembangan Bisnis. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Manfaat Ekuitas Dalam Perkembangan Bisnis

Pada saat ingin memulai sebuah bisnis atau usaha, ada dua hal penting yang harus dipersiapkan dengan matang. Hal penting tersebut meliputi ide atau konsep dan modal yang akan diinvestasikan. Tanpa kedua aspek tersebut, bisnis tidak akan mungkin bisa berdiri dan berkembang sesuai dengan harapan.Jika Anda membangunnya hanya dengan modal tetapi tidak memiliki konsep usaha yang jelas, sudah pasti bisnis tersebut akan bergerak tanpa arah dan sulit untuk berkembang. Memiliki ide usaha yang matang tetapi tidak memiliki modal yang cukup juga akan membuat bisnis berjalan lambat atau bahkan berhenti ditengah jalan.Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah mencari bantuan investor atau menjadi investor itu sendiri. Anda dapat membagi ide bisnis yang dimiliki dengan orang yang mau menginvestasikan dana yang dimiliki. Jika Anda memiliki tabungan yang tidak digunakan, tidak ada salahnya juga untuk mencari individu berkualitas yang memiliki konsep bisnis menjanjikan untuk ditanami saham.

Kegiatan penanaman modal oleh investor atau ekuitas pada sebuah bisnis yang memiliki potensi profit tinggi adalah hal yang lumrah terjadi. Bahkan, perusahaan kelas kakap seperti Gojek dan Apple sekalipun pasti pernah berada pada fase penanaman modal oleh investor.Alasannya karena perusahaan membutuhkan dana segar untuk meningkatkan operasional bisnis dan investor percaya bahwa saham yang ditanam dapat memberikan untung berlipat. Nah, untuk memahami ekuitas serta perannya secara lebih jelas, simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu Ekuitas?
Istilah ekuitas adalah bentuk naturalisasi dari kata dalam Bahasa Inggris, equity. Equity dalam konteks berbisnis sendiri memiliki makna sebagai kekayaan atau harta bersih yang dimiliki sebuah perusahaan.Mengingat kembali pada persamaan dasar keilmuan akuntansi, terdapat dua sisi yang ada dalam sebuah perusahaan. Layaknya pada koin, kedua sisi tersebut tidak bisa dipisahkan karena berkaitan satu sama lain. Kedua sisi perusahaan tersebut adalah sisi harta atau kekayaan dan utang atau beban perusahaan juga ekuitas.

1. Sisi Pertama
Sisi pertama adalah sumber daya atau aset yang murni dimiliki oleh perusahaan.

2. Sisi Kedua
Sedangkan, sisi kedua dalam sebuah perusahaan adalah beban kepentingan yang menjadi hak kreditor serta pemegang saham atas kekayaan yang dimiliki perusahaan.

Arti Ekuitas Secara Umum
Secara umum, yang dimaksud dengan ekuitas adalah sebagian kekayaan atau harta perusahaan yang dimiliki oleh para kreditor serta investor tersebut. Ekuitas juga dapat dimiliki oleh pemilik perusahaan yang menanamkan modal pada perusahaan yang dijalankannya. Jadi, ekuitas tidak melulu tentang saham atau dana yang ditanam oleh investor saja.

Dalam sebuah perusahaan yang berkembang, ekuitas menjadi nilai ukur dari penjualan saham atau pemberian dividen kepada pemegang saham. Ekuitas tidak hanya merujuk pada nominal modal yang disuntikkan oleh para investor atau pemegang saham saja, namun juga nilai jual dari saham yang dimiliki tersebut.Saat sebuah bisnis menerima suntikan modal dari investor, otomatis sebagian dari perusahaan tersebut menjadi hak milik dari si pemberi dana. Jika selama beberapa waktu ke depan bisnis tersebut berkembang dan asetnya berlipat ganda, maka perusahaan wajib membagikan sebagian keuntungan kepada investornya.

Dengan begitu, nilai dana yang diberikan investor untuk keperluan operasional akan bertambah selaras dengan peningkatan aset serta keuntungan yang didapat perusahaan.Pada sebagian besar praktiknya, ekuitas di sebuah perusahaan dilakukan oleh investor dan juga pendiri bisnis itu sendiri. Nominal keuntungan yang diterima oleh mereka ditentukan dari jumlah modal yang dimiliki serta perjanjian yang sudah ditetapkan oleh kedua belah pihak. Jadi, pihak penanam modal dan pengelola perusahaan akan sama-sama diuntungkan.Penghitungan nilai ekuitas secara sederhana dilakukan dengan mengurangi jumlah aktiva perusahaan dengan pasiva.

Aktiva meliputi kekayaan yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan operasional bisnis, seperti biaya transaksi dan lain sebagainya. Sedangkan, pasiva adalah biaya ekonomi atau hutang yang harus dibayarkan oleh perusahaan di masa depan.Pada prinsipnya, ekuitas merupakan aset bersih yang didapatkan dari investasi pemilik bisnis serta keuntungan operasional perusahaan. Ekuitas juga menjadi perkiraan atas porsi keuntungan yang berhak diterima oleh seluruh entitas kepemilikan kekayaan atau aset suatu perusahaan. Jadi, melalui ekuitas, perusahaan mampu menentukan nominal keuntungan yang akan diberikan kepada pemilik bisnis serta para investornya.

5 Elemen yang Menjadi Acuan Pembagian Ekuitas
Pembagian modal usaha atau ekuitas yang dilakukan oleh perusahaan selalu meruntut pada 5 elemen utama. Kelima elemen dalam ekuitas adalah:

1. Modal Disetor
Sebagai elemen pertama, yang termasuk sebagai modal disetor adalah nominal uang yang disetorkan para pemegang saham. Pada umumnya, modal disetor dibagi menjadi dua kelompok, yakni modal saham dan agio atau disagio saham.Modal saham merupakan jumlah lembar saham atau dana yang terdapat pada sebuah bisnis atau perusahaan. Sedangkan, untuk agio dan disagio adalah perbandingan dari jumlah investor dengan nominal saham yang tersedia dalam perusahaan.

2. Modal Penilaian Kembali
Selanjutnya, elemen kedua adalah modal penilaian kembali, diartikan sebagai modal yang tersisa dari periode sebelumnya dan dimasukkan ke pembukuan periode selanjutnya. Dengan begitu, modal yang masih ada di periode sebelumnya dapat digunakan secara maksimal untuk kebutuhan bisnis di periode yang akan datang.

3. Laba Tidak Dibagi
Elemen ketiga, laba tidak dibagi merupakan jumlah keuntungan bisnis dari periode sebelumnya dan belum diambil oleh pemilik modal. Berbeda dengan sebelumnya, elemen ini tidak dimasukkan sebagai dividen dan dijadikan modal bisnis tambahan daripada dibiarkan mengendap.

4. Modal Sumbangan
Untuk elemen keempat, modal sumbangan merupakan modal yang diperoleh dari aktiva yang disumbangkan oleh pihak lain.

5. Modal Lain-Lain
Terakhir, yang dimaksud dengan modal lain-lain sebagai elemen kelima adalah modal yang bersifat cadangan. Elemen kelima ini didapatkan ketika dana yang digunakan untuk membeli persediaan masih tersisa karena harga mengalami penurunan dan tidak bisa dicairkan sebagai dividen oleh investor.

Baca Juga : Cara Mencegah Turn Over Pegawai

Itulah kelima elemen yang menjadi acuan perusahaan dalam membagikan modal usaha atau ekuitas kepada para investornya. Jadi, saat perusahaan akan membagikan ekuitas, kelima elemen tersebut harus diperhitungkan dengan seksama agar nominal yang diberikan akurat.

Bentuk-Bentuk yang Seringkali Terdapat dalam Perseroan Terbatas
Ekuitas hampir selalu bisa ditemui dalam sebuah perusahaan, baik yang berskala besar maupun kecil. Hal ini disebabkan karena ekuitas memiliki andil yang cukup signifikan pada perkembangan sebuah bisnis hingga mencapai kestabilan dan memberikan keuntungan. Berikut contohnya:

1. Modal di Entitas
Ekuitas dapat berupa modal di entitas berbentuk PT atau Perseroan Terbatas yang terdiri dari saham yang diberikan investor. Bentuk lainnya dapat berupa saham seperti Saham Preferen, Biasa, dan juga Akun Tambahan Modal Disetor.

2. Modal yang Bersumber dari Sumbangan
Kemudian, ekuitas juga dapat berbentuk donated capital atau modal yang bersumber dari sumbangan. Bentuk ekuitas donated capital ini dapat dikategorikan sebagai tambahan modal yang disetor investor.

3. Premium dan Diskon
Contoh ekuitas lainnya adalah agio atau premium dan disagio atau discount dari hasil penjualan saham. Bentuk ekuitas agio dan disagio dapat berasal dari jenis saham biasa ataupun saham preferen.

4. Selisih dari Penilaian Ulang Aktiva Tetap
Bentuk ekuitas selanjutnya adalah selisih dari penilaian ulang aktiva tetap. Bentuk ekuitas ini didapatkan saat perusahaan sedang melakukan revaluasi pada aktiva tetap berdasarkan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

5. Laba yang Ditahan
Terakhir, retained earnings atau laba yang ditahan adalah bentuk ekuitas yang biasanya terdapat pada perseroan terbatas. Bentuk ekuitas ini juga dapat berupa accumulated losses atau sisa kerugian yang ditanggung perusahaan pada periode perhitungan sebelumnya.

Tambahan Modal dari Investor dapat Membuat Bisnis Lebih Pesat Berkembang
Modal adalah salah satu aspek penting untuk bisa memulai bisnis dan memaksimalkan laju perusahaan. Tanpa memiliki modal yang cukup, bukan tidak mungkin bisnis akan sulit untuk berkembang atau bahkan mengalami kebangkrutan karena tidak dapat berjalan dengan semestinya.

Untuk itulah mengapa praktik suntikan saham oleh investor banyak dijumpai dalam dunia bisnis, terlebih untuk perusahaan yang sedang dalam proses berkembang. Dengan begitu, proses produksi, distribusi, dan juga transaksi dapat dijalankan dengan lancar.Namun, memiliki jumlah modal yang berlimpah tidaklah cukup untuk mengembangkan bisnis tanpa dibarengi dengan pengelolaan keuangan yang mumpuni. Pengelolaan keuangan yang baik dapat terwujud dengan membuat laporan keuangan yang rinci dan akurat, baik dengan cara konvensional maupun software akuntansi.Dengan begitu, pemilik bisnis dapat mempertanggungjawabkan modal yang diberikan oleh para investor dan membagikan keuntungan seperti yang diharapkan oleh penanam saham. Jadi, perusahaan dan investor sama-sama menjadi pihak yang diuntungkan.

4 Cara Mencegah Turn Over Pegawai

Cara Mencegah Turn Over Pegawai

bisnisholic.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  4 Cara Mencegah Turn Over Pegawai.  Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai 4 Cara Mencegah Turn Over Pegawai

Memiliki sumber daya manusia yang berkualitas serta beretos kerja tinggi merupakan satu keadaan ideal untuk perusahaan yang ingin terus berkembang. Keberadaan SDM ini, akan menjadi kunci perkembangan usaha, tentu jika dikelola dengan maksimal. Namum tidak sedikit, karena satu dan lain hal, karyawan melakukan apa yang disebut turnover.

Istilah ini sendiri diberikan untuk karyawan yang meninggalkan posisi atau jabatannya dan berpindah ke perusahaan lain. Tentu saja hal ini merupakan kabar buruk untuk perusahaan terlebih jika karyawan tersebut memiliki apa yang diperlukan perusahaan. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, baik internal maupun eksternal. Dari internal perusahaan sendiri, tentu ada serangkaian kebijakan yang disusun agar karyawan bisa betah bekerja di perusahaan. Karyawan yang memiliki skill memang diperlukan, namun memiliki karyawan loyal juga merupakan anugerah lainnya. Untuk melihat beberapa sebab mengapa karyawan melakukan turnover, simak penjelasan berikut beserta cara mengantisipasinya.

Kesalahan Penempatan pada Karyawan Berpotensi
Setiap karyawan tentu memiliki skill tertentu yang diperlukan perusahaan, itu sebabnya karyawan tersebut direkrut. Ketika skill ini dikombinasikan dengan posisi yang tepat, makan karyawan tersebut dapat bekerja dengan sangat optimal dan mencapai kinerja terbaiknya. Sayangnya hal ini tidak selalu terjadi di perusahaan yang ada.

Kesalahan pembacaan potensi dan penempatan menjadi salah satu penyebab karyawan melakukan turnover. Perbedaan plotting kerja dan minat serta potensi karyawan yang dimiliki, akan menyebabkan karyawan tersebut tidak dapat berkembang dan mengalami stagnansi karir. Hal ini juga terjadi tidak hanya karena kesalahan perusahaan, namun juga kegagalan karyawan dalam melakukan adaptasi.Hal ini bisa dicegah dengan melakukan analisa bakat, passion dan skill yang dimiliki karyawan sebelum ditempatkan di satu divisi. Dengan analisa yang cermat, maka perusahaan dapat menempatkan karyawan pada posisi yang tepat dan potensi karyawan melakukan turnover akan berkurang.

Manajerial yang ‘Menimbun’ Potensi
Menimbun di sini diartikan sebagai upaya pencegahan karyawan dengan potensi atau skill tinggi untuk mendapatkan promosi. Wajarnya, jenjang karir akan diberikan pada karyawan yang berprestasi sehingga karyawan tersebut bisa menempati jabatan yang lebih tinggi sesuai dengan prestasi dan pencapaian yang diberikannya untuk perusahaan.

Namun pada kasus ini, jajaran manajerial dengan sengaja menghambat karir si karyawan dengan tujuan agar bisa ‘menggunakan’ jasa karyawan tersebut lebih lama untuk satu tim. Selain itu, penghambatan ini juga upaya agar karyawan bisa memberikan kinerja yang tetap tinggi pada tataran gaji yang tetap.Solusi utama dari penyebab turnover yang satu ini tentu adalah apresiasi pada setiap prestasi karyawan. Apresiasi yang diberikan bisa berupa promosi pada karyawan terkait, sehingga ia mendapat kenaikan jabatan yang layak. Jika memang perusahaan tidak mampu memberikan apresiasi yang layak, maka konsekuensinya adalah resiko karyawan tersebut mencari ladang yang lebih hijau.

Kesenjangan Payroll
Ketika terjadi satu fenomena tertentu, misalnya seperti revolusi industri yang terjadi belakangan ini, maka akan ada beberapa posisi atau jabatan yang akan mengalami kenaikan nilai jual. Kenaikan ini berupa tawaran payroll yang lebih besar karena dirasa peran yang dilakukan menjadi semakin krusial dalam perkembangan iklim industri.

Tak jarang, hal fundamental seperti payroll yang tidak sesuai menjadi alasan utama karyawan ‘meloncat’ ke perusahaan lain. Karyawan yang berada pada posisi yang tengah naik daun dan tidak pendapat kenaikan payroll akan memiliki pikiran untuk berpindah tempat kerja agar mendapat gaji yang lebih sesuai.Hal ini bisa dicegah dengan selalu memperhatikan pergerakan nilai jabatan yang terjadi. Posisi SEO (Search Engine Optimizer) misalnya, beberapa tahun belakangan mengalami peningkatan nilai yang signifikan karena semakin dibutuhkan. Perusahaan harus selalu memberikan penawaran yang menarik dan sesuai dengan tingkat payroll yang ditawarkan di pasar tenaga kerja.

Baca Juga : Cara Menilai Kinerja Perusahaan Dari Ratio Keuangan

Jam Kerja yang Berlebihan
Mesin yang dioperasikan secara berlebihan demi tercapainya target produksi satu ketika akan mengalami kerusakan, demikian juga yang terjadi pada SDM perusahaan. Jam kerja yang berlebihan yang dibebankan pada karyawan akan membuat karyawan kelelahan dan justru akan berdampak pada penurunan kinerja secara signifikan.

Jam kerja, lembur, target yang tidak masuk aka dan sistem kerja yang tidak sehat, akan menjadi pemicu lain untuk karyawan melakukan turnover. Karyawan juga bukanlah seorang yang pasif, dan tentu akan mencari informasi mengenai bagaimana iklim kerja di perusahaan lain dan apa yang ditawarkan. Ketika yang didapatkan karyawan tidak sesuai dengan harapannya, bukan tidak mungkin karyawan akan menyerah dan memilih keluar dari perusahaan.Gunakan pengaturan sistem yang efektif dengan alokasi jam kerja dan waktu istirahat yang benar. Dengan demikian, karyawan akan bisa memberikan kinerja lebih baik, yang berarti tingkat produksi bisa naikkan.

Cara Menilai Kinerja Perusahaan Dari Ratio Keuangan

Cara Menilai Kinerja Perusahaan Dari Ratio Keuangan

bisnisholic.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Cara Menilai Kinerja Perusahaan Dari Ratio Keuangan.  Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai Cara Menilai Kinerja Perusahaan Dari Ratio Keuangan

Kinerja perusahaan merupakan hasil dari kegiatan manajemen di setiap perusahaan. Parameter yang sering digunakan untuk menilai kinerja suatu perusahaan adalah dengan menggunakan pendekatan di mana informasi keuangan diambil dari laporan keuangan atau laporan keuangan lainnya. Rasio Keuangan merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dalam menjalankan sebuah perusahaan. Seorang pengusaha harus memahami tentang rasio keuangan, karena memiliki banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila dapat menganalisis rasio keuangan perusahaan. Rasio keuangan digunakan sebagai salah satu alat ukur untuk mengetahui posisi keuangan dan keberhasilan suatu perusahaan yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan. Ketahui tentang cara penilaian kinerja perusahaan berdasarkan rasio keuangan di bawah ini.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kinerja Perusahaan
Ada beberapa faktor penting yang dapat mempengaruhi kinerja suatu perusahaan. Diantaranya adalah sebagai berikut ini:

1. Efektivitas dan efisiensi
2. Otoritas atau wewenang
3. Disiplin atau taat terhadap hukum dan peraturan yang berlaku
4. Inisiatif, yang berkaitan dengan daya pikir dan kreativitas dalam perusahaan

Laporan Keuangan Sebagai Alat Pengukuran Kinerja Perusahaan
Laporan keuangan memiliki beberapa nilai keuntungan dan kelebihan yang dapat dirasakan dampaknya, baik bagi manajemen atau pemilik perusahaan, antara lain adalah sebagai berikut ini:

1. Menjadi alat pengukuran atau penilaian kinerja perusahaan. Dengan adanya laporan keuangan perusahaan, semua informasi tentang aliran pendapatan dan pengeluaran dalam perusahaan tercatat dengan baik dengan valid dan transparan. Sehingga laporan keuangan juga dapat menjadi dasar penilaian dari kinerja unit usaha dan tim karyawan yang ada di perusahaan.

2. Membuat langkah-langkah untuk perbaikan perusahaan. Dengan mengetahui dimana letak inefisiensi perusahaan, maka langkah-langkah perbaikan dapat dilakukan secara lebih baik dan tepat sasaran. Dengan adanya laporan keuangan, maka akan jelas terlihat dimana terjadinya pos-pos perusahaan dengan pengeluaran atau pembiayaan yang besar sehingga perlu dihemat, dan lain sebagainya.

3. Menjadi dasar informasi untuk melakukan proyeksi di masa mendatang. Dengan adanya data keuangan, maka akan membantu manajemen dan pemilik perusahaan dalam menentukan target dan visi untuk pengembangan bisnis yang ingin didapatkan di masa depan. Terutama dalam melakukan pembelian aktiva atau melakukan pinjaman ke pihak lain yang harus disesuaikan dengan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan yang lebih baik lagi.

4. Meningkatkan kredibilitas dan akuntabilitas suatu perusahaan. Untuk beberapa investor, laporan keuangan yang baik dapat menjadi dasar dalam melakukan penanaman modal kepada perusahaan tersebut. Namun, bukan berarti hal ini menyebabkan laporan keuangan dapat dipoles dengan angka-angka positif yang baik sehingga perusahaan dapat dinilai lebih tinggi.

Baca Juga : Penjelasan Tugas HR Manager Dalam Perusahaan

Indikator Rasio Keuangan untuk Menilai Kinerja Perusahaan
Ada 4 indikator rasio keuangan yang dapat digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan. Keempat indikator ini saling berhubungan sehingga para pengusaha harus dapat menjaga keseimbangan antara keempat rasio yang dimiliki. Indikator tersebut diantaranya adalah:

1. Rasio Likuiditas, merupakan rasio untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban membayar hutang-hutangnya maupun untuk mengecek efisiensi modal kerja. Rasio ini dapat digunakan untuk mengukur likuiditas suatu perusahaan. Apabila perusahaan tersebut mampu memenuhi kewajibannya, maka dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut likuid. Sedangkan apabila perusahaan tersebut tidak mampu memenuhi kewajibanya, maka perusahaan tersebut dikatakan ilikuid. Rasio yang sering digunakan untuk menghitungnya adalah Current Ratio, Quick Ratio, dan Cash Ratio.

2. Rasio Profitabilitas, merupakan rasio yang digunakan untuk menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Selain itu, rasio ini juga dapat digunakan untuk mengetahui kelangsungan hidup perusahaan yang dapat diukur menggunakan Gross Profit Margin, Net Profit Margin, Return On Assets, dan Return On Equity.

3. Rasio Solvabilitas, merupakan rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melunasi seluruh kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka panjang. Rasio ini dapat diukur dengan menggunakan Rasio Hutang terhadap Aktiva, Time Interest Earned, dan Fixed Charge Coverage.

4. Rasio Aktivitas, digunakan untuk mengukur tingkat penggunaan aktiva atau kekayaan perusahaan. Rasio ini diukur dengan menggunakan perputaran piutang, perputaran persediaan, perputaran aktiva tetap, dan perputaran total aktiva.

Fungsi Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio keuangan digunakan oleh manajemen perusahaan untuk menentukan seberapa baik kinerja perusahaan. Sedangkan fungsi analisis rasio keuangan untuk para investor adalah untuk melihat perusahaan yang akan digunakan untuk investasi, apakah memiliki kondisi keuangan yang baik atau tidak. Sehingga investor dapat menentukan investasi mana yang terbaik. Suatu perusahaan dapat dikatakan dalam kondisi baik apabila memiliki indikator-indikator seperti memiliki rasio likuiditas yang lancar, profitabilitas yang tinggi, solvabilitas yang tinggi, serta rasio aktivitas yang tinggi. Indikator-indikator tersebut dapat diketahui menggunakan rasio keuangan yang dapat dihitung berdasarkan data yang diperoleh dari laporan keuangan.

1 2 3 5