Manfaat Ekuitas Dalam Perkembangan Bisnis

Manfaat Ekuitas Dalam Perkembangan Bisnis

bisnisholic.web.id Ekuitas sangat berpengaruh besar dalam sebuah perkembangan bisnis. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Manfaat Ekuitas Dalam Perkembangan Bisnis. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Manfaat Ekuitas Dalam Perkembangan Bisnis

Pada saat ingin memulai sebuah bisnis atau usaha, ada dua hal penting yang harus dipersiapkan dengan matang. Hal penting tersebut meliputi ide atau konsep dan modal yang akan diinvestasikan. Tanpa kedua aspek tersebut, bisnis tidak akan mungkin bisa berdiri dan berkembang sesuai dengan harapan.Jika Anda membangunnya hanya dengan modal tetapi tidak memiliki konsep usaha yang jelas, sudah pasti bisnis tersebut akan bergerak tanpa arah dan sulit untuk berkembang. Memiliki ide usaha yang matang tetapi tidak memiliki modal yang cukup juga akan membuat bisnis berjalan lambat atau bahkan berhenti ditengah jalan.Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah mencari bantuan investor atau menjadi investor itu sendiri. Anda dapat membagi ide bisnis yang dimiliki dengan orang yang mau menginvestasikan dana yang dimiliki. Jika Anda memiliki tabungan yang tidak digunakan, tidak ada salahnya juga untuk mencari individu berkualitas yang memiliki konsep bisnis menjanjikan untuk ditanami saham.

Kegiatan penanaman modal oleh investor atau ekuitas pada sebuah bisnis yang memiliki potensi profit tinggi adalah hal yang lumrah terjadi. Bahkan, perusahaan kelas kakap seperti Gojek dan Apple sekalipun pasti pernah berada pada fase penanaman modal oleh investor.Alasannya karena perusahaan membutuhkan dana segar untuk meningkatkan operasional bisnis dan investor percaya bahwa saham yang ditanam dapat memberikan untung berlipat. Nah, untuk memahami ekuitas serta perannya secara lebih jelas, simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu Ekuitas?
Istilah ekuitas adalah bentuk naturalisasi dari kata dalam Bahasa Inggris, equity. Equity dalam konteks berbisnis sendiri memiliki makna sebagai kekayaan atau harta bersih yang dimiliki sebuah perusahaan.Mengingat kembali pada persamaan dasar keilmuan akuntansi, terdapat dua sisi yang ada dalam sebuah perusahaan. Layaknya pada koin, kedua sisi tersebut tidak bisa dipisahkan karena berkaitan satu sama lain. Kedua sisi perusahaan tersebut adalah sisi harta atau kekayaan dan utang atau beban perusahaan juga ekuitas.

1. Sisi Pertama
Sisi pertama adalah sumber daya atau aset yang murni dimiliki oleh perusahaan.

2. Sisi Kedua
Sedangkan, sisi kedua dalam sebuah perusahaan adalah beban kepentingan yang menjadi hak kreditor serta pemegang saham atas kekayaan yang dimiliki perusahaan.

Arti Ekuitas Secara Umum
Secara umum, yang dimaksud dengan ekuitas adalah sebagian kekayaan atau harta perusahaan yang dimiliki oleh para kreditor serta investor tersebut. Ekuitas juga dapat dimiliki oleh pemilik perusahaan yang menanamkan modal pada perusahaan yang dijalankannya. Jadi, ekuitas tidak melulu tentang saham atau dana yang ditanam oleh investor saja.

Dalam sebuah perusahaan yang berkembang, ekuitas menjadi nilai ukur dari penjualan saham atau pemberian dividen kepada pemegang saham. Ekuitas tidak hanya merujuk pada nominal modal yang disuntikkan oleh para investor atau pemegang saham saja, namun juga nilai jual dari saham yang dimiliki tersebut.Saat sebuah bisnis menerima suntikan modal dari investor, otomatis sebagian dari perusahaan tersebut menjadi hak milik dari si pemberi dana. Jika selama beberapa waktu ke depan bisnis tersebut berkembang dan asetnya berlipat ganda, maka perusahaan wajib membagikan sebagian keuntungan kepada investornya.

Dengan begitu, nilai dana yang diberikan investor untuk keperluan operasional akan bertambah selaras dengan peningkatan aset serta keuntungan yang didapat perusahaan.Pada sebagian besar praktiknya, ekuitas di sebuah perusahaan dilakukan oleh investor dan juga pendiri bisnis itu sendiri. Nominal keuntungan yang diterima oleh mereka ditentukan dari jumlah modal yang dimiliki serta perjanjian yang sudah ditetapkan oleh kedua belah pihak. Jadi, pihak penanam modal dan pengelola perusahaan akan sama-sama diuntungkan.Penghitungan nilai ekuitas secara sederhana dilakukan dengan mengurangi jumlah aktiva perusahaan dengan pasiva.

Aktiva meliputi kekayaan yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan operasional bisnis, seperti biaya transaksi dan lain sebagainya. Sedangkan, pasiva adalah biaya ekonomi atau hutang yang harus dibayarkan oleh perusahaan di masa depan.Pada prinsipnya, ekuitas merupakan aset bersih yang didapatkan dari investasi pemilik bisnis serta keuntungan operasional perusahaan. Ekuitas juga menjadi perkiraan atas porsi keuntungan yang berhak diterima oleh seluruh entitas kepemilikan kekayaan atau aset suatu perusahaan. Jadi, melalui ekuitas, perusahaan mampu menentukan nominal keuntungan yang akan diberikan kepada pemilik bisnis serta para investornya.

5 Elemen yang Menjadi Acuan Pembagian Ekuitas
Pembagian modal usaha atau ekuitas yang dilakukan oleh perusahaan selalu meruntut pada 5 elemen utama. Kelima elemen dalam ekuitas adalah:

1. Modal Disetor
Sebagai elemen pertama, yang termasuk sebagai modal disetor adalah nominal uang yang disetorkan para pemegang saham. Pada umumnya, modal disetor dibagi menjadi dua kelompok, yakni modal saham dan agio atau disagio saham.Modal saham merupakan jumlah lembar saham atau dana yang terdapat pada sebuah bisnis atau perusahaan. Sedangkan, untuk agio dan disagio adalah perbandingan dari jumlah investor dengan nominal saham yang tersedia dalam perusahaan.

2. Modal Penilaian Kembali
Selanjutnya, elemen kedua adalah modal penilaian kembali, diartikan sebagai modal yang tersisa dari periode sebelumnya dan dimasukkan ke pembukuan periode selanjutnya. Dengan begitu, modal yang masih ada di periode sebelumnya dapat digunakan secara maksimal untuk kebutuhan bisnis di periode yang akan datang.

3. Laba Tidak Dibagi
Elemen ketiga, laba tidak dibagi merupakan jumlah keuntungan bisnis dari periode sebelumnya dan belum diambil oleh pemilik modal. Berbeda dengan sebelumnya, elemen ini tidak dimasukkan sebagai dividen dan dijadikan modal bisnis tambahan daripada dibiarkan mengendap.

4. Modal Sumbangan
Untuk elemen keempat, modal sumbangan merupakan modal yang diperoleh dari aktiva yang disumbangkan oleh pihak lain.

5. Modal Lain-Lain
Terakhir, yang dimaksud dengan modal lain-lain sebagai elemen kelima adalah modal yang bersifat cadangan. Elemen kelima ini didapatkan ketika dana yang digunakan untuk membeli persediaan masih tersisa karena harga mengalami penurunan dan tidak bisa dicairkan sebagai dividen oleh investor.

Baca Juga : Cara Mencegah Turn Over Pegawai

Itulah kelima elemen yang menjadi acuan perusahaan dalam membagikan modal usaha atau ekuitas kepada para investornya. Jadi, saat perusahaan akan membagikan ekuitas, kelima elemen tersebut harus diperhitungkan dengan seksama agar nominal yang diberikan akurat.

Bentuk-Bentuk yang Seringkali Terdapat dalam Perseroan Terbatas
Ekuitas hampir selalu bisa ditemui dalam sebuah perusahaan, baik yang berskala besar maupun kecil. Hal ini disebabkan karena ekuitas memiliki andil yang cukup signifikan pada perkembangan sebuah bisnis hingga mencapai kestabilan dan memberikan keuntungan. Berikut contohnya:

1. Modal di Entitas
Ekuitas dapat berupa modal di entitas berbentuk PT atau Perseroan Terbatas yang terdiri dari saham yang diberikan investor. Bentuk lainnya dapat berupa saham seperti Saham Preferen, Biasa, dan juga Akun Tambahan Modal Disetor.

2. Modal yang Bersumber dari Sumbangan
Kemudian, ekuitas juga dapat berbentuk donated capital atau modal yang bersumber dari sumbangan. Bentuk ekuitas donated capital ini dapat dikategorikan sebagai tambahan modal yang disetor investor.

3. Premium dan Diskon
Contoh ekuitas lainnya adalah agio atau premium dan disagio atau discount dari hasil penjualan saham. Bentuk ekuitas agio dan disagio dapat berasal dari jenis saham biasa ataupun saham preferen.

4. Selisih dari Penilaian Ulang Aktiva Tetap
Bentuk ekuitas selanjutnya adalah selisih dari penilaian ulang aktiva tetap. Bentuk ekuitas ini didapatkan saat perusahaan sedang melakukan revaluasi pada aktiva tetap berdasarkan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

5. Laba yang Ditahan
Terakhir, retained earnings atau laba yang ditahan adalah bentuk ekuitas yang biasanya terdapat pada perseroan terbatas. Bentuk ekuitas ini juga dapat berupa accumulated losses atau sisa kerugian yang ditanggung perusahaan pada periode perhitungan sebelumnya.

Tambahan Modal dari Investor dapat Membuat Bisnis Lebih Pesat Berkembang
Modal adalah salah satu aspek penting untuk bisa memulai bisnis dan memaksimalkan laju perusahaan. Tanpa memiliki modal yang cukup, bukan tidak mungkin bisnis akan sulit untuk berkembang atau bahkan mengalami kebangkrutan karena tidak dapat berjalan dengan semestinya.

Untuk itulah mengapa praktik suntikan saham oleh investor banyak dijumpai dalam dunia bisnis, terlebih untuk perusahaan yang sedang dalam proses berkembang. Dengan begitu, proses produksi, distribusi, dan juga transaksi dapat dijalankan dengan lancar.Namun, memiliki jumlah modal yang berlimpah tidaklah cukup untuk mengembangkan bisnis tanpa dibarengi dengan pengelolaan keuangan yang mumpuni. Pengelolaan keuangan yang baik dapat terwujud dengan membuat laporan keuangan yang rinci dan akurat, baik dengan cara konvensional maupun software akuntansi.Dengan begitu, pemilik bisnis dapat mempertanggungjawabkan modal yang diberikan oleh para investor dan membagikan keuntungan seperti yang diharapkan oleh penanam saham. Jadi, perusahaan dan investor sama-sama menjadi pihak yang diuntungkan.

Related posts