Pentingnya Invoice Dalam Kegiatan Bisnis

Pentingnya Invoice Dalam Kegiatan Bisnis

bisnisholic.web.id Invoice tidak boleh dianggap remeh,ternyata invoice ternyata sangat berguna untuk sebuah kegiatan bisnis. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Pentingnya Invoice Dalam Kegiatan Bisnis. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Pentingnya Invoice Dalam Kegiatan Bisnis

Saat menekuni dunia bisnis, seseorang tentu diwajibkan untuk memahami banyak istilah penting di dalamnya. Tak hanya bagi pemilik badan usaha saja, seseorang yang bersentuhan dengan bidang tersebut juga harus memahami istilah yang sering digunakan dalam dunia bisnis.Berbicara soal bisnis, pasti tidak akan jauh dari hal-hal yang berkaitan dengan keuangan dan transaksi. Nah, ada satu istilah yang umum digunakan dalam urusan finansial maupun bertransaksi. Istilah tersebut adalah invoice atau dalam Bahasa Indonesia disebut faktur.Bagi yang jarang menggeluti atau bersentuhan dengan kegiatan berbisnis tentu akan merasa bingung dengan apa itu invoice atau faktur. Namun, bagi Anda yang berprofesi sebagai akuntan, bagian pemasaran, atau pemilik sebuah usaha tentu tidak akan asing dengan istilah tersebut.Meski begitu, tahukah Anda definisi dari invoice beserta jenis dan fungsinya? Untuk itu, agar pemahaman Anda lebih mantap dan membuat kinerja pekerjaan berjalan dengan lebih lancar, simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Invoice?
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, istilah invoice atau faktur banyak ditemui dalam kegiatan berbisnis. Bidang pekerjaan di perusahaan dan bagian marketing juga akrab dengan penggunaan istilah tersebut. Penyebabnya karena invoice berkaitan erat dengan urusan keuangan dan transaksi dalam skala yang cukup besar.Secara umum, invoice adalah sebuah dokumen yang berisi informasi tentang sebuah kegiatan pembelian yang dilakukan oleh perusahaan atau institusi. Invoice juga dapat dijadikan sebagai suatu pernyataan penagihan yang diberikan oleh pihak penjual ke pihak pembeli.Pihak penjual biasanya akan mengisinya dengan detail informasi transaksi seperti nama barang, jenis, harga satuan, jumlah yang dibeli, hingga nominal yang harus dibayarkan oleh pembeli. Tak lupa dengan tanggal dilakukannya pembelian yang juga harus tercantum dalam dokumen tersebut.

Dalam membuat dokumen penting tersebut, penjual seringkali akan mencetaknya dalam tiga rangkap, yang mana setiap rangkap memiliki perannya masing-masing.

1. Rangkap Pertama
Pada rangkap pertama biasanya digunakan sebagai bukti bahwa perusahaan telah melunasi pembayaran.

2. Rangkap Kedua
Rangkap kedua sebagai pendataan di bagian penjualan.

3. Rangkap Ketiga
Sedangkan untuk rangkap yang terakhir difungsikan sebagai berkas laporan pada bagian keuangan.

Baca Juga : Manfaat Ekuitas Dalam Perkembangan Bisnis

Setiap rangkap tersebut juga dapat dijadikan sebagai bukti jika transaksi dilakukan dengan sistem kredit.Selain menjadi bukti pembayaran, dokumen tersebut juga dapat menjadi berkas penagihan dari pihak penjual yang harus dilunasi pihak pembeli. Pastinya sebelum faktur diberikan oleh penjual, kedua pihak harus telah menyepakati transaksi yang dilakukan dan dicantumkan pada purchase order.Namun, dalam beberapa kondisi, invoice juga dapat berupa notice atau kuitansi. Oleh sebab itu, periksa segala bentuk berkas yang merupakan invoice di perusahaan agar kinerjanya dapat diukur dengan lebih cermat dan seksama.

Fungsi-Fungsinya dalam Kegiatan Bertransaksi
Berisi informasi rinci tentang suatu kegiatan transaksi, fungsi utama dari invoice adalah sebagai dokumen penagihan dari penjual untuk pihak pembeli. Namun, ada beberapa fungsi lain dari dokumen ini dalam kegiatan bertransaksi.

1. Dokumen yang Berisikan Informasi
Fungsi pertama adalah sebagai dokumen yang berisi informasi mengenai suatu barang atau jasa yang dibeli oleh konsumen. Melalui invoice, konsumen dapat mengetahui biaya tagihan yang harus dilunasi atas transaksi yang telah dilakukan.Dengan begitu, jika terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian dengan kesepakatan di purchase order, konsumen dapat melayangkan komplain atau bahkan melakukan pembatalan transaksi.

2. Bahan Rujukan
Fungsi selanjutnya adalah sebagai bahan rujukan saat barang atau jasa dijual kembali ke pihak ketiga atau untuk ditambahkan ke pembukuan finansial bisnis. Jika diperlukan, perusahaan dapat menjadikannya sebagai referensi dan dijadikan sebagai dokumen faktur pajak.Jadi, dengan memiliki dokumen penting tersebut, pembeli tidak hanya mudah mengetahui detail transaksi tapi juga beragam fungsi penting lainnya. Sehingga, pengelolaan dan pemantauan aktivitas bisnis pun dapat lebih mudah dilakukan dengan menyimpan invoice.

Related posts