Tips Untuk Anda Yang Ingin Memulai Bisnis dari Kecil

Tips Untuk Anda Yang Ingin Memulai Bisnis dari Kecil

Bisnisholic.web.id – Sebagian besar orang tentunya selalu dihantui dengan rasa khawatir dan rasa takut untuk memulai, salah satunya adalah memulai untuk berbisnis. Biasa alasannya tidak jauh-jauh dari takut gagal, takut merugi, dan sebagainya. Akhirnya bisnis tidak jadi dijalankan. Nah, untuk menghindari kegagalan, dikutip dari Forbes, berikut tips untuk membantu Anda memulai bisnis sederhana :

1. Jangan banyak alasan

Untuk memulai suatu bisnis hindari banyak alasan. Jika Anda nyaman dengan terus membuat alasan, Anda akan terus terjebak dalam lingkaran aman.

Salah satunya jalan adalah hadapi. Khawatir tentang risiko kepemilikan bisnis adalah hal normal. Alasan hanya memperlambat untuk mencapai tujuan.

Jadi, cara untuk mengatasi alasan-alasan tersebut adalah dengan memulai.

2. Terima segala masukkan

Mendengar adalah kunci dari sukses. Dengarkan saran dari senior bisnis dan dari siapa pun yang mengerti persoalan bisnis. Dengan mendengarkan Anda akan memiliki pengetahuan baru dan kembangkan secara terperinci.

Dengarkan pendapat kolektif dari teman sebaya atau saudara karena mereka akan menjadi cerminan bagaimana rekasi konsumen akan produk yang Anda buat. Jangan abaikan kekuatan nasihat.

3. Pikirkan sebuah solusi

Ketimbang memikirkan produk apa yang akan dijual, lebih baik pikirkan apa yang menjadi masalah saat ini dan jadikan itu sebuah bisnis.

Hal tesebut jauh lebih mudah untuk mendapatkan segmentasi pasar. Ketahui masalah apa yang dihadapi target pelanggan dan bagaimana cara menyelesaikannya.

Baca Juga : Industri Farmasi Harus Manfaatkan E-Commerce

4. Buatlah yang sederhana

Sebagai pemula dalam hal bisnis, mulailah dengan bisnis baru yang sederhana ketimbang langsung membuat bisnis besar yang akhirnya membuat produk mahal dan tidak diinginkan oleh banyak orang. Hal tersebut untuk mencegah gagalnya bisnis di awal.

5. Rencana untuk berjaga-jaga

Bayangkan ketika Anda benar-benar tidak memiliki uang sepeser pun karena bisnis Anda terus mengalami kerugian. Hal tersebut membuat Anda menjadi berjaga-jaga untuk mengurangi kemungkinan tersebut.

Setidaknya jika bisnis Anda benar-benar gagal masih ada simpanan rencana yang mungkin akan dilakukan untuk hal terburuk nantinya.

6. Lakukan secara bertahap

Sebagai pembisnis baru, memerlukan waktu untuk dapat menghasilkan pendapatan tetap hingga bisnis Anda berjalan dengan sendirinya secara stabil.

Untuk memperoleh penghasilan tetap, dibutuhkan pengorbanan ditahap-tahap pertama. Setelah arus bisnis mulai tergambarkan maka saat itulah Anda memiliki arus kas yang sehat.

7. Bicarakan bisnis Anda

Percaya diri dengan bisnis buatan Anda agar dapat lebih meyakinkan konsumen untuk menggunakan produk yang Anda buat.

Hilangkan rasa khawatir Anda untuk membicarakannya di depan umum. Seperti kata pepatah berpura- puralah sampai Anda berhasil. Persiapkan diri untuk menyebarluaskan dengan memasarkan bisnis Anda.

Alasan Sepele Yang Bisa Membuat Bisnis Ambruk

Alasan Sepele Yang Bisa Membuat Bisnis Ambruk

Bisnisholic.web.id – Mungkin anggapan bahwa orang kaya akan menjadi semakin kaya tidaklah selalu benar. Jika melakukan kesalahan fatal, orang dengan harta dan aset sebanyak apapun dapat mengalami kebangkrutan.

Ada banyak kasus orang kaya kehilangan sebagian besar kekayaannya, bahkan hingga jatuh miskin. Penyebab kebangkrutan tentunya beragam.

Banyak pengusaha yang bangkrut karena cara pengelolaan keuangan yang buruk, maupun investasi yang dilakukan mengalami kegagalan. Namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa hal yang jadi penyebab pasti kebangkrutan bisnis?

Alasan kebangkrutan seringkali karena pengelolaan hasil usaha yang buruk maupun pengambilan keputusan yang salah. Berikut adalah alasan sepele yang bisa membuat bisnis besar Anda bangkrut,

1. Pengelolaan Keuangan yang Buruk

Setiap bidang usaha pasti memerlukan pengelolaan keuangan yang baik agar dapat bertahan dan berkembang. Bisnis dengan pengelolaan keuangan yang buruk hampir selalu berujung pada kebangkrutan.

Mengelola keuangan sebuah bisnis tentu tidaklah mudah. Diperlukan pendidikan formal di bidang financial agar profit usaha dapat terkelola dengan baik. Tidak jarang juga perusahaan berkembang menyewa jasa penasihat keuangan untuk mengelola dana yang masuk dan keluar secara efisien.

Baca Juga : Hindari Jenis Bisnis Berisiko Ini Agar Tak Rugi Untuk Para Investor

2. Mencampur Dengan Keuangan Pribadi

Arus keuangan tidak selalu berkutik pada bisnis saja, namun juga yang digunakan untuk kebutuhan pemilik usaha. Jika sebagai pemilik usaha tidak dapat mengontrol gaya hidup, tata kelola keuangan bisnis tentu akan terkena imbasnya.

Dana yang seharusnya digunakan untuk keperluan pengembangan usaha, menjadi tergerus oleh kebutuhan sehari-hari Anda. Oleh karena itu, usahakan agar pengelolaan keuangan bisnis Anda dapat terkontrol dengan baik sehingga bisnis Anda bisa bertahan dan berkembang dengan baik.

3. Terlalu ‘Dermawan’ Tanpa Perhitungan

Menjadi dermawan tentu adalah hal yang mulia untuk dilakukan jika bisnis Anda berjalan dengan lancar. Namun, perlu disadari bahwa sebagian kekayaan yang Anda miliki diperlukan untuk memajukan bisnis Anda.

Dengan memiliki bisnis yang memberi keuntungan melimpah, keinginan untuk membantu saudara mungkin akan muncul. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan memberikan bantuan finansial pada orang terdekat kita, tapi pastikan uang yang Anda gunakan tidak mengganggu kinerja bisnis Anda.

Sifat dermawan tentu dapat menghasilkan outcome yang positif. Tapi jika dilakukan tanpa perhitungan, kerendahan hati Anda akan menjadi bumerang yang berimbas buruk pada bisnis Anda.

Jadi, pastikan kedermawanan yang Anda berikan bukanlah uang yang dibutuhkan untuk keberlangsungan usaha.

4. Tidak paham tentang pengeluaran yang baik dan buruk

Pebisnis yang handal tentu memahami perihal pengeluaran baik dan buruk. Pengeluaran yang baik, dapat memberikan keuntungan pada bisnis yang saat ini Anda kelola.

Sebaliknya, pengeluaran yang buruk tidak memberikan efek apapun pada perkembangan keuangan Anda. Hal yang termasuk sebagai pengeluaran yang baik adalah, pembelian aset, rumah, maupun investasi.

Pembelian rumah maupun tanah adalah sebuah bentuk pengeluaran baik karena ada kemungkinan harga akan mengalami kenaikan beberapa tahun kemudian. Sedangkan untuk pengeluaran buruk, adalah expense yang tidak akan menghasilkan keuntungan finansial di masa depan.

Sebagai contoh, pembelian mobil mewah. Harga mobil mewah tidak akan mengalami kenaikan jika dijual kembali, bahkan akan menambah pengeluaran untuk penggunaan bahan bakar dan perawatannya.

Jadi, agar keuangan bisnis Anda terkendali, pahami dahulu perbedaan pengeluaran baik dan buruk dan prioritaskan hal yang Anda rasa sangat diperlukan.

5. Investasi yang Tidak Terencana dan Terukur

Berinvestasi adalah salah satu cara untuk mendapatkan sumber pendapatan tambahan dari usaha lain yang Anda kembangkan. Tujuan jangka panjang investasi adalah agar keuntungan yang bisa didapat dari bisnis dapat digandakan.

Namun, tidak semua investasi menjanjikan hasil yang baik. Tanpa adanya pengetahuan dan rencana yang matang saat melakukan investasi, uang yang Anda investasikan akan terbuang begitu saja.

Hal ini tentu bisa terjadi karena investasi pada bisnis tidak selalu berakhir dengan keuntungan, bahkan akan mengalami kegagalan.

Investasi yang terlalu membutuhkan banyak dana hingga uang terkuras habis juga buruk untuk dilakukan. Oleh sebab itu, lakukan investasi hanya pada bidang yang Anda kuasai dengan baik dan lakukan perencanaan dengan matang.

6. Tidak melakukan diversifikasi usaha

Kebanyakan orang kaya mempunyai lebih dari satu jenis usaha atau melakukan diversifikasi. Hal ini perlu dilakukan. Jika suatu saat salah satu bisnis Anda mengalami kendala dan penghasilan tengah merosot, bisnis yang lain masih dapat menutupi kerugian bisnis tersebut.

Anda mungkin berpikir bahwa lebih baik memfokuskan semua penghasilan yang didapat untuk membangun bisnis Anda secara maksimal. Hal ini bisa jadi hal yang tepat untuk dilakukan jika bisnis Anda masih kecil dan butuh dana untuk berkembang.

Tapi, jika bisnis sudah tergolong maju, alokasikan penghasilan Anda untuk membuka bisnis baru. Selain dapat mendapatkan sumber penghasilan tambahan, membuka bisnis baru dapat menyegarkan kembali semangat Anda untuk berbisnis.

Jadi, usahakan Anda memiliki lebih dari satu sumber penghasilan agar ketika bisnis utama sedang merosot, bisnis kedua Anda dapat memberikan back up yang dibutuhkan.

7. Pola Hidup yang Terlalu Hedon

Memiliki penghasilan yang melimpah dari bisnis yang Anda kelola sendiri tentu memberikan euphoria pada diri Anda. Tak jarang juga para pemilik bisnis yang sedang beranjak naik menggunakan uang mereka secara berlebihan.

Hal ini tentu bisa membawa Anda pada petaka kebangkrutan. Kekayaan yang Anda gunakan untuk membeli keperluan tersier, seperti, mobil mewah maupun pakaian dengan brand ternama bisa jadi berakibat buruk pada keberlangsungan bisnis yang Anda kelola.

Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk mengembangkan bisnis dan membuka bisnis baru, terbuang pada hal yang sebenarnya tidak terlalu penting.

Sebenarnya tidak ada salahnya untuk memenuhi kebutuhan tersier, tapi tetap kontrol pengeluaran Anda dengan bijak. Jadi, jangan sampai gaya hidup yang terlalu hedon menjadi ‘sel kanker’ pada kondisi keuangan Anda.

Tips Membangun Kepercayaan Saat Berbisnis

Tips Membangun Kepercayaan Saat Berbisnis

Bisnisholic.web.id – Mendapatkan pelanggan, klien, dan karyawan untuk mempercayai Anda bisa menjadi rumit, tetapi ini sangat penting untuk sukses dan mungkin lebih penting daripada penjualan.

Jika Anda membuat orang lain memercayai Anda, lebih mudah untuk menumbuhkan dan memelihara bisnis Anda dan memberi semua orang layanan yang sangat baik.

Berikut lima tindakan nyata yang membangun kepercayaan dalam lingkungan bisnis, yang memiliki kemungkinan untuk membangun kepercayaan melalui komunikasi, komitmen, dan kompetensi.

1. Tunjukkan bahwa Anda mempercayai orang lain

Salah satu cara untuk melakukan ini adalah bermurah hati dan memaafkan ketika orang lain membuat kesalahan atau mengecewakan Anda dalam beberapa cara.

Kebanyakan orang tidak bermaksud kejam atau bodoh, jadi beri mereka manfaat dari keraguan sampai Anda memiliki informasi yang bertentangan yang membuktikan Anda salah. Anda akan merasa lebih baik tentang mereka, dan mereka akan mempercayai Anda atas kemurahan hati Anda.

2. Ciptakan hubungan yang saling menguntungkan

Pelanggan, rekan kerja, dan karyawan semua ingin percaya bahwa mereka membuat keputusan yang tepat untuk bekerja bersama dengan Anda.

Pelanggan harus memahami dengan jelas nilai produk dan layanan Anda kepada mereka. Demikian juga, karyawan harus merasa senang mengambil kepemilikan dan menunjukkan tingkat kepercayaan yang Anda miliki di dalamnya.

Dengan kata lain, kepercayaan adalah tentang menunjukkan kepada orang-orang bahwa Anda peduli terhadap mereka. Sebagai umpan balik, mereka akan peduli dan mempercayai Anda.

Baca Juga : Tips Sukses Bangun Bisnis Dari Nol

3. Langsung mengatasi masalah

Bagaimana Anda menangani masalah adalah apa yang menanamkan kepercayaan dan kesetiaan. Kepercayaan pelanggan berkembang dan meluas melalui penyampaian layanan, implementasi, perawatan dan dukungan.

Pada setiap langkah, Anda dapat merusak atau meningkatkan pengalaman ini bagi pelanggan Anda. Itulah mengapa sangat penting untuk memenuhi janji jika Anda ingin dipercaya.

Jika Anda ingin dipercaya, Anda harus peduli. Tanggapi keluhan dengan cepat, berbagi informasi, dapatkan kepercayaan diri mereka, Puaskan kebanggaan dan semangat tentang bisnis Anda. Menyelesaikan konflik dengan cepat dapat membangun dan mempertahankan kepercayaan.

4. Katakan yang sebenarnya

Jangan pernah berasumsi bahwa orang-orang tertentu tidak dapat menangani kebenaran. Jujurlah dengan karyawan dan pelanggan Anda seperti yang Anda harapkan. Jika Anda terjebak dalam kebohongan, tidak ada yang akan mempercayai Anda.

Menjaga janji Anda juga merupakan bagian dari mengatakan yang sebenarnya. Jangan berkomitmen dengan janji yang tidak dapat Anda berikan. Pikirkan tentang apa yang realistis, dan lakukan yang terbaik untuk mewujudkan kata-kata Anda.

5. Hormati waktu mereka

Banyak orang-orang di masyarakat kita kehilangan rasa kesopanan dan rasa hormat mereka. Agar orang percaya kepada Anda, tingkatkan kesadaran Anda tentang waktu, jadwal, dan kebutuhan orang lain. Ini berarti Anda harus segera balas e-mail, tepat waktu untuk rapat, dan segera menjawab panggilan.

Semoga Bermanfaat.

Tips Mulai Bisnis Kuliner

Tips Mulai Bisnis Kuliner

bisnisholic.web.id – Ada yang mengatakan bahwa usaha kuliner itu ga ada matinya. Harus diakui bisnis kuliner merupakan salah satu jenis bisnis yang paling banyak peminatnya.

Semakin banyak pelaku usaha di bidang ini, membuat konsumen semakin banyak pilihan untuk makanan, namun pelaku usaha yang bekerja keras ,memiliki kreativitas dan inovasi yang bisa bertahan.

Target Pasar

Tentukan target pasar anda secara spesik. Target pasar adalah acuan untuk merancang strategi pasar. Target pasar meliputi umur, pekerjaan, pendapatan, gaya hidup, dan sebagainya. Setelah menentukan target pasar, anda dapat menentukan strategi kedepannya.

Memilih Lokasi Strategis

Lokasi menjadi sangat penting untuk di tetapkan sebelum usaha akan berjalan. Sebagai pilihan, bisnis kuliner bisa didirikan sendiri di wilayah ramai lalu lalang, ataupun bergabung di sentra-sentra para pedagang kuliner lainnya seperti food court ataupun pusat-pusat perdagangan makanan lainnya.

Baca juga : 6 Alasan Pengusaha Gagal dalam Bisnis

Selalu BerInovasi

Dengan semakin ketatnya persaingan di dunia bisnis kuliner, anda harus dapat menyiasati hal ini. Inovasi meliputi rasa, tampilan atau bentuk, kreasi dalam pembuatannya, dan cara penyajiannya. Inovasi ini juga harus disesuaikan dengan target pasar. Contohnya, jika target anda adalah anak sekolah, buatlah makanan dengan tampilan yang menarik bagi anak sekolah. Inovasi produk kuliner yang kita jual juga sangat penting agar konsumen tidak bosan untuk mengkonsumsi produk kita, selalu berikan variasi baru kepada jenis makanan yang kita jual.

Pilih Supplier Dengan Tepat

Bahan dasar yang dipakai dalam mengolah makanan dapat sangat mempengaruhi rasa makanan. Untuk menyediakan bahan dasar, harus ada pihak yang bertanggung jawab untuk itu. Dengan adanya bantuan dari supplier, maka kualitas bahan dasar makanan anda akan terjamin. Memilih supplier pun harus berhati – hati. Pilihlah supplier yang konsisten menjaga kualitas

Kalkulasi Harga Bahan

Ketahui juga beragam harga bahan-bahan untuk pembuatan kuliner yang akan di pasarkan, pasalnya bahan-bahan ini akan banyak macamnya sehingga perhitungan untuk kalkulasi menentukan harga jual perlu dilakukan dengan teliti untuk menghindari kerugian kedepannya.

Pengetahuan Dan Keahlian

Menjadi salah satu pengusaha dalam bisnis kuliner, berarti anda harus mempunyai pengetahuan dan keahlian juga di bidang kuliner. Dari pengetahuan dan keahlian inilah nantinya akan muncul ide – ide baru serta inovasi baru. Sehingga menjadikan makanan yang anda sajikan beda dari yang lainnya. Walaupun anda memilih untuk menggunakan juru masak atau chef, anda tetap harus mengetahui lebih dalam lagi mengenai bidang bisnis anda.

Selalu Jaga Reputasi

Usaha kuliner yang sanggup bertahan dalam jangka waktu yang lama adalah yang mampu menjaga reputasinya di mata konsumen, sedikit saja mengecewakan mereka akan dapat berakibat buruk kepada reputasi usaha kita. Mulai dari mulai kebersihan makanan, tempat hingga rasa menu masakan dan pelayanan harus di tetapkan dengan standar operasi yang ketat.

Manfaatkan Internet

Perkembangan pengguna internet yang terus bertambah sekarang ini, bisa kita manfaatkan untuk menunjang bisnis kita agar semakin di kenal. Meski tidak kita gunakan untuk menjual produknya secara langsung, dalam hal ini bisa kita gunakan untuk berpromosi mengenalkan kuliner kita dengan lebih luas, seperti dengan mengenalkannya di berbagai media sosial. Cukup banyak sekarang ini pebisnis kuliner yang sukses dengan memanfaatkan internet sebagai salah satu langkah untuk promosinya

Sabar Di Awal Usaha
Usaha di bidang kuliner ini akan sedikit membutuhkan waktu pengenalan kepada konsumen terlebih untuk bisnis yang barudi buka, maka jangan heran jika di awal-awal usaha mungkinterjadi sepi pengunjung. Namun untuk selanjutnya jika menumasakan kita cocok di lidah konsumen, maka akan sangat mudah tersiar kabarnya kepada konsumen lain