Manfaat Ekuitas Dalam Perkembangan Bisnis

Manfaat Ekuitas Dalam Perkembangan Bisnis

bisnisholic.web.id Ekuitas sangat berpengaruh besar dalam sebuah perkembangan bisnis. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Manfaat Ekuitas Dalam Perkembangan Bisnis. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Manfaat Ekuitas Dalam Perkembangan Bisnis

Pada saat ingin memulai sebuah bisnis atau usaha, ada dua hal penting yang harus dipersiapkan dengan matang. Hal penting tersebut meliputi ide atau konsep dan modal yang akan diinvestasikan. Tanpa kedua aspek tersebut, bisnis tidak akan mungkin bisa berdiri dan berkembang sesuai dengan harapan.Jika Anda membangunnya hanya dengan modal tetapi tidak memiliki konsep usaha yang jelas, sudah pasti bisnis tersebut akan bergerak tanpa arah dan sulit untuk berkembang. Memiliki ide usaha yang matang tetapi tidak memiliki modal yang cukup juga akan membuat bisnis berjalan lambat atau bahkan berhenti ditengah jalan.Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah mencari bantuan investor atau menjadi investor itu sendiri. Anda dapat membagi ide bisnis yang dimiliki dengan orang yang mau menginvestasikan dana yang dimiliki. Jika Anda memiliki tabungan yang tidak digunakan, tidak ada salahnya juga untuk mencari individu berkualitas yang memiliki konsep bisnis menjanjikan untuk ditanami saham.

Kegiatan penanaman modal oleh investor atau ekuitas pada sebuah bisnis yang memiliki potensi profit tinggi adalah hal yang lumrah terjadi. Bahkan, perusahaan kelas kakap seperti Gojek dan Apple sekalipun pasti pernah berada pada fase penanaman modal oleh investor.Alasannya karena perusahaan membutuhkan dana segar untuk meningkatkan operasional bisnis dan investor percaya bahwa saham yang ditanam dapat memberikan untung berlipat. Nah, untuk memahami ekuitas serta perannya secara lebih jelas, simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu Ekuitas?
Istilah ekuitas adalah bentuk naturalisasi dari kata dalam Bahasa Inggris, equity. Equity dalam konteks berbisnis sendiri memiliki makna sebagai kekayaan atau harta bersih yang dimiliki sebuah perusahaan.Mengingat kembali pada persamaan dasar keilmuan akuntansi, terdapat dua sisi yang ada dalam sebuah perusahaan. Layaknya pada koin, kedua sisi tersebut tidak bisa dipisahkan karena berkaitan satu sama lain. Kedua sisi perusahaan tersebut adalah sisi harta atau kekayaan dan utang atau beban perusahaan juga ekuitas.

1. Sisi Pertama
Sisi pertama adalah sumber daya atau aset yang murni dimiliki oleh perusahaan.

2. Sisi Kedua
Sedangkan, sisi kedua dalam sebuah perusahaan adalah beban kepentingan yang menjadi hak kreditor serta pemegang saham atas kekayaan yang dimiliki perusahaan.

Arti Ekuitas Secara Umum
Secara umum, yang dimaksud dengan ekuitas adalah sebagian kekayaan atau harta perusahaan yang dimiliki oleh para kreditor serta investor tersebut. Ekuitas juga dapat dimiliki oleh pemilik perusahaan yang menanamkan modal pada perusahaan yang dijalankannya. Jadi, ekuitas tidak melulu tentang saham atau dana yang ditanam oleh investor saja.

Dalam sebuah perusahaan yang berkembang, ekuitas menjadi nilai ukur dari penjualan saham atau pemberian dividen kepada pemegang saham. Ekuitas tidak hanya merujuk pada nominal modal yang disuntikkan oleh para investor atau pemegang saham saja, namun juga nilai jual dari saham yang dimiliki tersebut.Saat sebuah bisnis menerima suntikan modal dari investor, otomatis sebagian dari perusahaan tersebut menjadi hak milik dari si pemberi dana. Jika selama beberapa waktu ke depan bisnis tersebut berkembang dan asetnya berlipat ganda, maka perusahaan wajib membagikan sebagian keuntungan kepada investornya.

Dengan begitu, nilai dana yang diberikan investor untuk keperluan operasional akan bertambah selaras dengan peningkatan aset serta keuntungan yang didapat perusahaan.Pada sebagian besar praktiknya, ekuitas di sebuah perusahaan dilakukan oleh investor dan juga pendiri bisnis itu sendiri. Nominal keuntungan yang diterima oleh mereka ditentukan dari jumlah modal yang dimiliki serta perjanjian yang sudah ditetapkan oleh kedua belah pihak. Jadi, pihak penanam modal dan pengelola perusahaan akan sama-sama diuntungkan.Penghitungan nilai ekuitas secara sederhana dilakukan dengan mengurangi jumlah aktiva perusahaan dengan pasiva.

Aktiva meliputi kekayaan yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan operasional bisnis, seperti biaya transaksi dan lain sebagainya. Sedangkan, pasiva adalah biaya ekonomi atau hutang yang harus dibayarkan oleh perusahaan di masa depan.Pada prinsipnya, ekuitas merupakan aset bersih yang didapatkan dari investasi pemilik bisnis serta keuntungan operasional perusahaan. Ekuitas juga menjadi perkiraan atas porsi keuntungan yang berhak diterima oleh seluruh entitas kepemilikan kekayaan atau aset suatu perusahaan. Jadi, melalui ekuitas, perusahaan mampu menentukan nominal keuntungan yang akan diberikan kepada pemilik bisnis serta para investornya.

5 Elemen yang Menjadi Acuan Pembagian Ekuitas
Pembagian modal usaha atau ekuitas yang dilakukan oleh perusahaan selalu meruntut pada 5 elemen utama. Kelima elemen dalam ekuitas adalah:

1. Modal Disetor
Sebagai elemen pertama, yang termasuk sebagai modal disetor adalah nominal uang yang disetorkan para pemegang saham. Pada umumnya, modal disetor dibagi menjadi dua kelompok, yakni modal saham dan agio atau disagio saham.Modal saham merupakan jumlah lembar saham atau dana yang terdapat pada sebuah bisnis atau perusahaan. Sedangkan, untuk agio dan disagio adalah perbandingan dari jumlah investor dengan nominal saham yang tersedia dalam perusahaan.

2. Modal Penilaian Kembali
Selanjutnya, elemen kedua adalah modal penilaian kembali, diartikan sebagai modal yang tersisa dari periode sebelumnya dan dimasukkan ke pembukuan periode selanjutnya. Dengan begitu, modal yang masih ada di periode sebelumnya dapat digunakan secara maksimal untuk kebutuhan bisnis di periode yang akan datang.

3. Laba Tidak Dibagi
Elemen ketiga, laba tidak dibagi merupakan jumlah keuntungan bisnis dari periode sebelumnya dan belum diambil oleh pemilik modal. Berbeda dengan sebelumnya, elemen ini tidak dimasukkan sebagai dividen dan dijadikan modal bisnis tambahan daripada dibiarkan mengendap.

4. Modal Sumbangan
Untuk elemen keempat, modal sumbangan merupakan modal yang diperoleh dari aktiva yang disumbangkan oleh pihak lain.

5. Modal Lain-Lain
Terakhir, yang dimaksud dengan modal lain-lain sebagai elemen kelima adalah modal yang bersifat cadangan. Elemen kelima ini didapatkan ketika dana yang digunakan untuk membeli persediaan masih tersisa karena harga mengalami penurunan dan tidak bisa dicairkan sebagai dividen oleh investor.

Baca Juga : Cara Mencegah Turn Over Pegawai

Itulah kelima elemen yang menjadi acuan perusahaan dalam membagikan modal usaha atau ekuitas kepada para investornya. Jadi, saat perusahaan akan membagikan ekuitas, kelima elemen tersebut harus diperhitungkan dengan seksama agar nominal yang diberikan akurat.

Bentuk-Bentuk yang Seringkali Terdapat dalam Perseroan Terbatas
Ekuitas hampir selalu bisa ditemui dalam sebuah perusahaan, baik yang berskala besar maupun kecil. Hal ini disebabkan karena ekuitas memiliki andil yang cukup signifikan pada perkembangan sebuah bisnis hingga mencapai kestabilan dan memberikan keuntungan. Berikut contohnya:

1. Modal di Entitas
Ekuitas dapat berupa modal di entitas berbentuk PT atau Perseroan Terbatas yang terdiri dari saham yang diberikan investor. Bentuk lainnya dapat berupa saham seperti Saham Preferen, Biasa, dan juga Akun Tambahan Modal Disetor.

2. Modal yang Bersumber dari Sumbangan
Kemudian, ekuitas juga dapat berbentuk donated capital atau modal yang bersumber dari sumbangan. Bentuk ekuitas donated capital ini dapat dikategorikan sebagai tambahan modal yang disetor investor.

3. Premium dan Diskon
Contoh ekuitas lainnya adalah agio atau premium dan disagio atau discount dari hasil penjualan saham. Bentuk ekuitas agio dan disagio dapat berasal dari jenis saham biasa ataupun saham preferen.

4. Selisih dari Penilaian Ulang Aktiva Tetap
Bentuk ekuitas selanjutnya adalah selisih dari penilaian ulang aktiva tetap. Bentuk ekuitas ini didapatkan saat perusahaan sedang melakukan revaluasi pada aktiva tetap berdasarkan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

5. Laba yang Ditahan
Terakhir, retained earnings atau laba yang ditahan adalah bentuk ekuitas yang biasanya terdapat pada perseroan terbatas. Bentuk ekuitas ini juga dapat berupa accumulated losses atau sisa kerugian yang ditanggung perusahaan pada periode perhitungan sebelumnya.

Tambahan Modal dari Investor dapat Membuat Bisnis Lebih Pesat Berkembang
Modal adalah salah satu aspek penting untuk bisa memulai bisnis dan memaksimalkan laju perusahaan. Tanpa memiliki modal yang cukup, bukan tidak mungkin bisnis akan sulit untuk berkembang atau bahkan mengalami kebangkrutan karena tidak dapat berjalan dengan semestinya.

Untuk itulah mengapa praktik suntikan saham oleh investor banyak dijumpai dalam dunia bisnis, terlebih untuk perusahaan yang sedang dalam proses berkembang. Dengan begitu, proses produksi, distribusi, dan juga transaksi dapat dijalankan dengan lancar.Namun, memiliki jumlah modal yang berlimpah tidaklah cukup untuk mengembangkan bisnis tanpa dibarengi dengan pengelolaan keuangan yang mumpuni. Pengelolaan keuangan yang baik dapat terwujud dengan membuat laporan keuangan yang rinci dan akurat, baik dengan cara konvensional maupun software akuntansi.Dengan begitu, pemilik bisnis dapat mempertanggungjawabkan modal yang diberikan oleh para investor dan membagikan keuntungan seperti yang diharapkan oleh penanam saham. Jadi, perusahaan dan investor sama-sama menjadi pihak yang diuntungkan.

Penurunan Bisnis Garmen Di Indonesia

Penurunan Bisnis Garmen Di Indonesia

bisnisholic.web.id Salah satu bisnis yang sangat menjalar di Indonesia sekarang adalah bisnis Garmen. Bagaimana tidak? Clothing Line saja sudah cukup penting, bagaimana dengan sumber dari bisnis Garmen? Tentu saja Bisnis Garmen akan sangat menghasilkan bukan? Berikut ini akan kami berikan artikel tentang Perkembangan Bisnis Garmen di Indonesia.

Anne Patricia Sutanto, Wakil Direktur Utama PT Pan Brothers Tbk., mengatakan saat ini perusahaan menggunakan 85% bahan baku impor, sisanya sebesar 15% diambil dari industri dalam negeri. Sebenarnya, perseroan lebih memilih untuk menyerap bahan baku domestik, tetapi karena kemampuan produksi terbatas, maka impor menjadi pilihan.”Kalau industri tekstil dalam negeri bisa [memenuhi kebutuhan], kami lebih suka beli dari mereka. Perlu pengembangan pabrik kain dan finishing dyeing, tidak hanya kapasitas tetapi juga kemampuan inovasi karena perlu bersaing dengan negara lain,” ujarnya di Jakarta, belum lama ini.

Dia menyebutkan serapan bahan baku lokal perseroan selama ini tergantung kemampuan industri tekstil yang menyuplai. Pasalnya, jika dipaksakan untuk memenuhi sesuai kebutuhan pabrikan garmen, pada akhirnya justru akan mendatangkan pinalti bagi industri bahan baku karena tidak mampu memenuhi kebutuhan sesuai order.Iswar Deni, Corporate Secretary Pan Brothers, menambahkan emiten dengan kode saham PBRX ini sebenarnya lebih memilih bahan baku lokal karena waktu pengiriman lebih cepat dibandingkan impor. Namun, karena suplai kurang, maka mau tidak mau perseroan mengimpor untuk memenuhi permintaan pakaian jadi dari pasar global.

“Kami berharap ada investor masuk di industri antara karena pengembangan di sektor tersebut telat,” kata Iswar.Kementerian Perindustrian saat ini sedang mendorong investasi tekstil ke sektor antara atau midstream. Achmad Sigit Dwiwahjono, Dirjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin mengatakan saat ini beberapa investor asal China berminat untuk menanamkan modalnya di dalam negeri dengan membangun fasilitas produksi. Pemerintah mendorong investor supaya masuk ke industri pencelupan dan pewarnaan kain.

Baca Juga : Jago Bisnis Online Untuk Pemula

“Industri tekstil kita masih lemah di situ. Sudah ada yang joint venture mengambil alih pabrik,” katanya.Redma Gita Wirawasta, Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI), berpendapat industri TPT, khususnya di sektor antara, memang harus segera dikembangkan untuk mempertahankan permintaan global akan produk hilir.Menurutnya, industri tekstil antara dalam negeri sudah lama tidak ada pemain baru maupun ekspansi dari pelaku yang sudah ada dengan alasan kurang menarik untuk investasi karena impor yang masih banyak sehingga tidak ada pasar, walaupun konsumsi dalam negeri besar.

Namun, ke depan industri antara dalam negeri harus segera dikembangkan karena buyer di luar negeri akan mencari pabrikan dengan local sourcing supaya bisa mempercepat waktu pengiriman barang. Ekspor pakaian jadi dari Indonesia bisa menurun apabila terus mengandalkan impor karena membutuhkan waktu pengiriman atau lead time yang lebih lama.“Kalau enggak bangun midstream, ekspor garmen dalam 2—3 tahun ke depan bisa anjlok. Buyer tidak hanya melihat masalah kualitas dan harga, tetapi juga masalah waktu pengiriman,” ujarnya.Pabrikan pakaian jadi lainnya, PT Golden Flower Tbk. sebelumnya menyatakan akan meningkatkan komposisi penggunaan kain jadi produksi lokal pada tahun ini. Dengan demikian, perseroan menargetkan dapat mengimbangi pasokan kain jadi impor untuk bahan baku perseroan.

Direktur Golden Flower Balkrishnan Udaikumar menjabarkan perseroan masih bergantung kepada pasokan kain jadi dari China hingga 70% dari kebutuhan total kain jadi perseroan. Adapun, lanjutnya, perseroan berencana untuk mencari pemasok kain jadi, khususnya yang berbahan polyester, di dalam negeri.

Tips Bisnis Distro

Tips Bisnis Distro

bisnisholic.web.id Tentu saja menarik apabila baju yang kita inginkan untuk dikenakan bisa kita realisasi untuk diri sendiri? Bayangkan jika baju yang kita ciptakan tersebut dengan desain kita sendiri bisa menghasilkan uang untuk kita sendiri.Berikut adalah artikel untuk kalian yang mau mencoba untuk membuka clothing line atau distro kalian sendiri.

Cara Memulai Bisnis Baju Distro

Untuk memulai bisnis distro ada beberapa hal yang mesti kalian persiapkan secara matang agar kemudian hari bisnis kalian akan sukses. Yuk, kita simak bersama tips bisnis baju distro berikut ini:

1. Pilihlah tema toko yang sesuai
Tampak mudah sepertinya untuk memilih tema toko sesuai keinginan kita sendiri, tetapi ada beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan. Tema toko distro merupakan hal yang terpenting bagi kita yang ingin memulai bisnis distro. Distro identik dengan tampilan toko nya yang menarik pembeli. Tampilan toko yang dibuat semenarik mungkin, ditata dengan tema yang menarik menjadikan toko-toko distro dengan mudah dikenali masyarakat. Pada tahap awal, bagi para pembisnis yang ingin memulai bisnisnya baiknya menentukan tema toko seperti apa yang akan diangkat, nilai keunikan pun bisa menjadi jawabanya. Misalnya, kalian ingin membuka distro dengan tema all-black dimana barang-barang yang kalian jual semuanya bernuansa hitam. Sehingga para pembeli yang ingin mencari baju-baju dengan nuansa hitam akan dengan mudah mengingat toko kalian.

2. Tentukan jenis usaha
Tips berikutnya tidak kalah penting, yakni kalian harus menentukan jenis usaha yang ingin kalian jalani. Apakah kalian akan memulai usaha sebagai reseller atau self-production. Kalian harus mencari tau keuntungan dan kelemahan masing-masing jika kalian sebagai reseller atau self production. Bagi kalian yang bermodal kecil, reseller bisa menjadi alternatif bagi kalian, tapi bagi kalian yang benar-benar ingin terjun ke dunia distro dan memiliki pendanaan yang cukup alangkah lebih baiknya memproduksi barang sendiri.

3. Tentukan tempat sablon
Tips yang berikutnya adalah mencari tempat sablon yang berkualitas baik serta menawarkan harga yang cukup terjangkau bagi usaha kalian. Hampir semua produksi dari pakaian distro menggunakan sablon, sehingga kualitas dari desain, baju, ketahanan yang diproduksi pun harus memberikan hasil yang maksimal. Kalian mungkin harus berkeliling mencari vendor sablon yang terbaik bagi bisnis kalian.

4. Tentukan harga
Tips keempat yakni tidak kalah penting dari tips-tips sebelumnya, yakni kalian harus menentukan harga. Setelah kalian membuat rincian akan produksi setiap bajunya kalian juga harus melakukan riset pasar. Kalian bisa mengunjungi toko-toko distro lainnya untuk mendapatkan pengetahuan tentang harga pasaran yang ada.  Sehingga nantinya harga yang kalian tawarkan untuk setiap produk tidak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah.

5. Tentukan konsep penjualan (online/offline)
Berikutnya, tips bagi kalian yang ingin memilih konsep penjualan apakah kalian akan membuka usaha secara online (online shop) atau offline store (toko). Hal tersebut juga harus kalian pertimbangkan,apakah kalian akan berjualan secara online atau offline. Di-era teknologi zaman sekarang gadget dan handphone sangat membantu kita dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari tidak terlepas juga kebutuhan akan pakaian.

6. Tentukan Lokasi Strategis
Tips berikutnya adalah menentukan tempat yang strategis bagi usaha distro anda. Dalam menentukan tentunya ada beberapa pertimbangan seperti luas bangunan, akses menuju toko, fasilitas toko serta biaya rent/penyewaan toko tersebut. Lokasi yang strategis juga ditentukan oleh lingkungan sekitarnya seperti contoh kalian memilih lokasi strategis yang berdekatan dengan kampus dan perkantoran.

7. Siapkan strategi marketing
Baik online ataupun offline sebetulnya sama-sama baik bagi usaha kalian, tergantung bagaimana kita memaksimalkan usaha dalam meningkatkan penjualan. Sebagai contoh, jika kita memilih usaha online mungkin kita harus gencar dalam melakukan yang namanya “promote” atau mengiklankan toko kita tersebut. Jika usaha offline, sisi marketing pun tetap harus dilaksanakan sebagai contoh, melakukan desain poster yang menarik dan kita sebar dijalan-jalan.

8. Berjualan Secara Ritel dan Grosir
Untuk memperbesar peluang keberhasilan pada bisnis distro yang akan kalian jalani, alangkah lebih baiknya memulai bisnis tidak hanya berjualan secara ritel.  Mulailah secara bersamaan dengan strategi marketing yang akan dibuat yakni dengan menerima pesanan secara ritel maupun grosir. Terkadang masih jarang pedagang yang menyajikan sistem grosir jikalau ada pembeli yang ingin memesan secara grosir.

9. Tentukan Target Pasar Barang Kalian
Tips berikutnya sama seperti tips dalam menentukan tema distro anda, tetapi menentukan target pasar yang lebih spesifik akan membantu kalian lebih baik lagi dalam mengelola bisnis. Target pasar merupakan segmantasi dari tujuan kemana barang kita akan dipasarkan, dengan menentukan target pasar secara baik dan rinci maka perencanaan barang yang dipasarkan sudah jelas tempatnya dengan penentuan kualitas dan kwantitas. Sebagai contoh target pasar kalian ialah para remaja dan mahasiswa disekitar kampus A dan B dengan mematok harga yang terjangkau oleh para remaja, sehingga kalian akan dengan mudah menetukan trend baju remaja saat ini seperti apa dan mematok harga yang terjangkau.

10. Berikan Diskon dan Penawaran yang Menarik
Setelah sebelumnya kalian sudah mempertimbangkan perkiraan dari harga barang yang akan kalian pasarkan, cobalah untuk terus melakukan kalkulasi pemberian diskon yang menarik bagi para pembeli. Sebagai contoh kalian mendapatkan vendor baru yang mampu memberikan potongan harga yang cukup tinggi bagi kalian, dan kesempatan ini bisa kalian pakai untuk menerapkan tambahan diskon bagi produk tersebut. Contoh lainnya, buatlah penawaran-penawaran yang menarik seperti pembelian 3pcs berhadiah 1pcs atau bentuk penawaran menarik lainnya.

11. Bentuklah Tim yang Dapat Dipercaya
Tips berikutnya yang tidak kalah penting yakni membentuk tim yang dapat kalian percayai yang sudah terbukti dapat bekerja sama untuk meningkatkan bisnis kalian.Nah, dari ulasan diatas tentang bagaimana cara bisnis baju distro yang akan membantu kalian dalam mempersiapkan bisnis kalian semua. Jangan pernah ragu untuk memulai suatu pekerjaan tetap yakin dan optimis.

Jago Bisnis Online Untuk Pemula

Jago Bisnis Online Untuk Pemula

Bisnisholic.web.id Bisnis Online adalah salah satu bisnis yang sekarang sangat menjelma,karena mulai dari orang tua,anak kecil hingga remaja  semua menggunakan media sosial dan dengan sedikit penawaran yang menggoda,mereka akan langsung khilaf dan terpancing dengan produk yang dijajakan.Berikut adalah langkah cara bisnis online yang baik dan benar.

Cara Bisnis Online Bagi Pemula

Berikut ini adalah beberapa langkah cara memulai bisnis online yang bisa diterapkan bagi pemula, antara lain:

  1. Luruskan niat, miliki mindset bisnis yang benar.
  2. Putuskan apa yang mau Anda jual.
  3. Buat website jualan maupun toko online.
  4. Promosikan lapak jualan online Anda.
  5. Temukan mentor dan lingkungan yang positif.

#1 – Miliki Mindset Bisnis Yang Benar

Pesan ini mungkin mungkin sudah sering Anda dengar.Tapi ingat, yang hendak Anda lakukan adalah membangun BISNIS. Sehingga memiliki mindset bisnis yang benar dan sikap mental yang positif, adalah PENTING.Kita juga harus berpikir untuk membangun aset, dimana aset itu nantinya yang akan bekerja untuk kita.Jangan sampai ketika kita sudah berhasil membangun usaha sampai susah payah, namun akhirnya mengorbankan hal-hal lainnya hanya karena kesibukan kita mengurus bisnis.Anda tentunya juga ingin memiliki waktu bersama keluarga, orang-orang tercinta, atau melakukan hal-hal bermanfaat lainnya bukan?
Dan sama seperti jenis bisnis lainnya, ketika Anda memutuskan untuk membangun bisnis online pastinya ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, seperti:

  1. Modal.
  2. Produk yang akan dijual.
  3. Pasar yang akan disasar.
  4. Strategi pemasaran.
  5. Kelangsungan bisnis dan tren bisnis.

#2 – Mulai Dengan Jualan

Langkah kedua, adalah putuskan apa yang mau Anda jual.Ini adalah beberapa tips cara menemukan produk yang akan dijual:

  1. Carilah apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, carilah apa yang dibutuhkan oleh orang-orang di sekitar Anda.
  2. Anda adalah problem solver, Anda adalah pemberi solusi dari permasalahan orang-orang.
  3. Tukar manfaat yang bisa Anda berikan, menjadi sebuah bentuk transaksi yang saling menguntungkan.

#3 – Buat Website Jualan Atau Toko Online

Tahapan ketiga adalah membuat website jualan maupun toko online. Atau bisa juga kita sebut sebagai lapak online.Karena kita hendak memanfaatkan media internet atau berjualan via online, maka secara teknis langkah-langkah cara jualan online-nya adalah:

  1. Pada saat tahap awal, cobalah berjualan lewat pasar online (situs marketplace), situs media sosial, dan aplikasi social chat terlebih dahulu.
  2. Ketika Anda sudah ingin lebih serius, Anda bisa mulai membuat website sendiri.

Untuk penjelasan yang pertama, contohnya adalah jualan lewat media sebagai berikut:

  • Pasar online (situs marketplace) – Bukalapak, Tokopedia, OLX, dll.
  • Situs media sosial – Facebook, Twitter, Instagram.
  • Aplikasi social chat – BBM, LINE, WhatsApp, Telegram.

Baca Juga : Perencanaan Bisnis Travel

#4 – Promosi Online

Setelah website jadi, Anda bisa mengisinya dengan informasi produk / jasa yang Anda miliki. Isilah website dengan konten yang meyakinkan.Gunakan kata-kata yang memang pantas untuk Anda tampilkan di website, karena ini akan menjadi sarana promosi dan kantor online Anda.

Untuk materi konten web-nya, tampilkan yang simpel-simpel saja dulu, dan sebisa mungkin memuat informasi sebagai berikut:

  • Profil usaha.
  • Galeri gambar produk / jasa beserta keterangannya.
  • Alamat usaha lengkap dengan cara menghubungi Anda.
  • Cara pemesanan dan form order nya.
  • Logo usaha / bisnis.

#5 – Mentor Dan Lingkungan Yang Positif

Bagi Anda yang hendak belajar bisnis online dengan lebih serius, saya sarankan untuk mulai mencari mentor. Dialah yang akan “membimbing” Anda dalam masa-masa awal membangun bisnis, baik secara langsung maupun tidak langsung.Mentor ini bisa teman Anda, orang tua, saudara, guru, dosen, maupun pelaku bisnis yang Anda anggap sudah berhasil dalam bidang usaha yang digelutinya.Mereka sudah melalui proses jatuh bangun dan manis pahit getir serta asam garam dalam membangun bisnis dan kehidupannya, sehingga Anda bisa belajar dari pengalaman prosesnya. Dan sudah semestinya kita menaruh hormat pada para mentor kita ini, karena dari mereka lah wasilah ilmu hidup dan ilmu bisnis itu bisa sampai kepada kita.Dengan adanya mentor ini, Anda bisa mempercepat proses trial and error yang Anda butuhkan selama berproses menuju puncak.Selain itu, bergabunglah dengan komunitas bisnis dan komunitas-komunitas lain yang mendukung tujuan Anda, serta milikilah lingkungan yang positif. Ini juga akan sangat mendukung proses belajar Anda supaya lebih kondusif dan terarah.

Alasan Sepele Yang Bisa Membuat Bisnis Ambruk

Alasan Sepele Yang Bisa Membuat Bisnis Ambruk

Bisnisholic.web.id – Mungkin anggapan bahwa orang kaya akan menjadi semakin kaya tidaklah selalu benar. Jika melakukan kesalahan fatal, orang dengan harta dan aset sebanyak apapun dapat mengalami kebangkrutan.

Ada banyak kasus orang kaya kehilangan sebagian besar kekayaannya, bahkan hingga jatuh miskin. Penyebab kebangkrutan tentunya beragam.

Banyak pengusaha yang bangkrut karena cara pengelolaan keuangan yang buruk, maupun investasi yang dilakukan mengalami kegagalan. Namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa hal yang jadi penyebab pasti kebangkrutan bisnis?

Alasan kebangkrutan seringkali karena pengelolaan hasil usaha yang buruk maupun pengambilan keputusan yang salah. Berikut adalah alasan sepele yang bisa membuat bisnis besar Anda bangkrut,

1. Pengelolaan Keuangan yang Buruk

Setiap bidang usaha pasti memerlukan pengelolaan keuangan yang baik agar dapat bertahan dan berkembang. Bisnis dengan pengelolaan keuangan yang buruk hampir selalu berujung pada kebangkrutan.

Mengelola keuangan sebuah bisnis tentu tidaklah mudah. Diperlukan pendidikan formal di bidang financial agar profit usaha dapat terkelola dengan baik. Tidak jarang juga perusahaan berkembang menyewa jasa penasihat keuangan untuk mengelola dana yang masuk dan keluar secara efisien.

Baca Juga : Hindari Jenis Bisnis Berisiko Ini Agar Tak Rugi Untuk Para Investor

2. Mencampur Dengan Keuangan Pribadi

Arus keuangan tidak selalu berkutik pada bisnis saja, namun juga yang digunakan untuk kebutuhan pemilik usaha. Jika sebagai pemilik usaha tidak dapat mengontrol gaya hidup, tata kelola keuangan bisnis tentu akan terkena imbasnya.

Dana yang seharusnya digunakan untuk keperluan pengembangan usaha, menjadi tergerus oleh kebutuhan sehari-hari Anda. Oleh karena itu, usahakan agar pengelolaan keuangan bisnis Anda dapat terkontrol dengan baik sehingga bisnis Anda bisa bertahan dan berkembang dengan baik.

3. Terlalu ‘Dermawan’ Tanpa Perhitungan

Menjadi dermawan tentu adalah hal yang mulia untuk dilakukan jika bisnis Anda berjalan dengan lancar. Namun, perlu disadari bahwa sebagian kekayaan yang Anda miliki diperlukan untuk memajukan bisnis Anda.

Dengan memiliki bisnis yang memberi keuntungan melimpah, keinginan untuk membantu saudara mungkin akan muncul. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan memberikan bantuan finansial pada orang terdekat kita, tapi pastikan uang yang Anda gunakan tidak mengganggu kinerja bisnis Anda.

Sifat dermawan tentu dapat menghasilkan outcome yang positif. Tapi jika dilakukan tanpa perhitungan, kerendahan hati Anda akan menjadi bumerang yang berimbas buruk pada bisnis Anda.

Jadi, pastikan kedermawanan yang Anda berikan bukanlah uang yang dibutuhkan untuk keberlangsungan usaha.

4. Tidak paham tentang pengeluaran yang baik dan buruk

Pebisnis yang handal tentu memahami perihal pengeluaran baik dan buruk. Pengeluaran yang baik, dapat memberikan keuntungan pada bisnis yang saat ini Anda kelola.

Sebaliknya, pengeluaran yang buruk tidak memberikan efek apapun pada perkembangan keuangan Anda. Hal yang termasuk sebagai pengeluaran yang baik adalah, pembelian aset, rumah, maupun investasi.

Pembelian rumah maupun tanah adalah sebuah bentuk pengeluaran baik karena ada kemungkinan harga akan mengalami kenaikan beberapa tahun kemudian. Sedangkan untuk pengeluaran buruk, adalah expense yang tidak akan menghasilkan keuntungan finansial di masa depan.

Sebagai contoh, pembelian mobil mewah. Harga mobil mewah tidak akan mengalami kenaikan jika dijual kembali, bahkan akan menambah pengeluaran untuk penggunaan bahan bakar dan perawatannya.

Jadi, agar keuangan bisnis Anda terkendali, pahami dahulu perbedaan pengeluaran baik dan buruk dan prioritaskan hal yang Anda rasa sangat diperlukan.

5. Investasi yang Tidak Terencana dan Terukur

Berinvestasi adalah salah satu cara untuk mendapatkan sumber pendapatan tambahan dari usaha lain yang Anda kembangkan. Tujuan jangka panjang investasi adalah agar keuntungan yang bisa didapat dari bisnis dapat digandakan.

Namun, tidak semua investasi menjanjikan hasil yang baik. Tanpa adanya pengetahuan dan rencana yang matang saat melakukan investasi, uang yang Anda investasikan akan terbuang begitu saja.

Hal ini tentu bisa terjadi karena investasi pada bisnis tidak selalu berakhir dengan keuntungan, bahkan akan mengalami kegagalan.

Investasi yang terlalu membutuhkan banyak dana hingga uang terkuras habis juga buruk untuk dilakukan. Oleh sebab itu, lakukan investasi hanya pada bidang yang Anda kuasai dengan baik dan lakukan perencanaan dengan matang.

6. Tidak melakukan diversifikasi usaha

Kebanyakan orang kaya mempunyai lebih dari satu jenis usaha atau melakukan diversifikasi. Hal ini perlu dilakukan. Jika suatu saat salah satu bisnis Anda mengalami kendala dan penghasilan tengah merosot, bisnis yang lain masih dapat menutupi kerugian bisnis tersebut.

Anda mungkin berpikir bahwa lebih baik memfokuskan semua penghasilan yang didapat untuk membangun bisnis Anda secara maksimal. Hal ini bisa jadi hal yang tepat untuk dilakukan jika bisnis Anda masih kecil dan butuh dana untuk berkembang.

Tapi, jika bisnis sudah tergolong maju, alokasikan penghasilan Anda untuk membuka bisnis baru. Selain dapat mendapatkan sumber penghasilan tambahan, membuka bisnis baru dapat menyegarkan kembali semangat Anda untuk berbisnis.

Jadi, usahakan Anda memiliki lebih dari satu sumber penghasilan agar ketika bisnis utama sedang merosot, bisnis kedua Anda dapat memberikan back up yang dibutuhkan.

7. Pola Hidup yang Terlalu Hedon

Memiliki penghasilan yang melimpah dari bisnis yang Anda kelola sendiri tentu memberikan euphoria pada diri Anda. Tak jarang juga para pemilik bisnis yang sedang beranjak naik menggunakan uang mereka secara berlebihan.

Hal ini tentu bisa membawa Anda pada petaka kebangkrutan. Kekayaan yang Anda gunakan untuk membeli keperluan tersier, seperti, mobil mewah maupun pakaian dengan brand ternama bisa jadi berakibat buruk pada keberlangsungan bisnis yang Anda kelola.

Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk mengembangkan bisnis dan membuka bisnis baru, terbuang pada hal yang sebenarnya tidak terlalu penting.

Sebenarnya tidak ada salahnya untuk memenuhi kebutuhan tersier, tapi tetap kontrol pengeluaran Anda dengan bijak. Jadi, jangan sampai gaya hidup yang terlalu hedon menjadi ‘sel kanker’ pada kondisi keuangan Anda.

Bisnis Dengan Modal Kecil Yang Cocok Untuk Pemula

Bisnis Dengan Modal Kecil Yang Cocok Untuk Pemula

Bisnisholic.web.id – Di era teknologi yang semakin canggih ini, Anda tidak perlu menyiapkan modal yang mahal untuk memulai sebuah bisnis. Dengan bisnis modal murah meriah Anda sudah mewujudkan keinginan untuk mempunyai bisnis sendiri.

Semua orang tentu ingin mempunyai bisnis atau usaha sampingan, bukan?. Namun, terkadang semua itu tidak dapat diwujudkan karena terhalang oleh modal yang tidak cukup. Padahal untuk memulai sebuah bisnis tidak harus dengan modal yang besar. Dengan modal murah meriah Anda sudah bisa mempunyai usaha sampingan.

Ada banyak jenis usaha sampingan yang bisa Anda jalani hanya dengan modal murah meriah dan bisa Anda lakukan di rumah, lo! Bicara soal jenis usaha sampingan, apa saja bisa jadi usaha kok, terlepas apakah itu barang, jasa, atau apapun. Hanya saja, ada baiknya jika Anda memahami lebih dalam seputar usaha yang ingin dijalani.

Bisnis Modal Murah Meriah yang Cocok Untuk Pemula

Usaha sampingan memang sangat menarik untuk dijalani. Umumnya, seharusnya tidak ada istilah gagal dalam bisnis ini karena memang sebatas hanya sebagai usaha sampingan atau penghasilan tambahan saja.

Nah, berikut ini alasan kenapa Anda harus mencoba bisnis sampingan, diantaranya:

1. Uang Tambahan

Untuk Anda seorang pegawai kantoran, untuk memenuhi kebutuhanmu selama sebulan penuh dengan gaji pas-pasan tentunya tidak cukup. Belum lagi biaya keperluan lain seperti nongkrong bersama teman kantor atau kalau ada barang yang Anda inginkan bisa segera didapatkan.

Nah, jika mempunyai waktu luang Anda bisa memanfaatkan waktu dengan memulai sebuah bisnis. Memiliki bisnis sampingan bisa menambah pundi-pundi rezeki untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup. Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup, uang tambahan ini bisa juga digunakan untuk tabungan masa depan Anda dan keluarga.

Baca Juga : Tips Membangun Kepercayaan Saat Berbisnis

2. Persiapan Pensiun

Untuk para pekerja swasta, pertimbangan untuk memiliki rencana pensiun memang sangat diperlukan. Dengan mempunyai usaha sampingan, rencana hari tua akan menjadi lebih mudah dipenuhi karena akan sangat terbantu ketika Anda menginjak usia lanjut nanti.

Bisnis modal murah meriah ini bisa Anda jadikan sebagai penyambung hidup atau hanya sekedar mengisi aktivitas masa tua. Pasalnya, aktivitas harian pasca pensiun diperlukan untuk menjaga kesehatan mental Anda.

3. Aktualisasi Diri

Saat mengalami kebuntuan dan jenuh dalam menjalankan pekerjaan di kantor, atau Anda merasa bahwa pekerjaan di kantor saat ini tidak sesuai dengan passion yang dimiliki, maka bisnis modal murah meriah bisa jadi usaha sampingan untuk menyegarkan pikiran.

Proses ini dinamakan aktualisasi diri, namun perlu diingat bahwa kadang-kadang pelajaran ini datang dari kegagalan. Namun, jangan takut untuk gagal karena sejatinya kegagalan adalah awal dari keberhasilan.

Usaha Sampingan untuk Pemula

Nah, berikut ini beberapa usaha sampingan yang cocok untuk pemula, diantaranya:

1. Pulsa Elektrik

Usaha besar tentu dimulai dari yang kecil lebih dahulu, Anda bisa memilih pulsa elektrik sebagai tahap awal. Kalau bicara bisnis pulsa, jangan pernah beranggapan bahwa kita harus punya banyak handphone dan banyak deposit.

Padahal, dengan bisnis pulsa Anda tidak perlu modal yang besar, hanya membutuhkan satu handphone saja sudah bisa langsung memulai bisnis. Ditambah lagi dengan waktu yang fleksibel, Anda bisa berjualan pulsa dimana dan kapan saja.

Bagaimana cara menjadi agen pulsa elektrik ini? Tiap provider pulsa elektrik punya ketentuan yang berbeda. Umumnya, Anda cukup mendaftar dan melakukan deposit saja. Kemudian, saldo bisa digunakan untuk transaksi semua produk.

Untuk mendaftar sebagai agen pulsa, Anda bisa menggunakan formulir pendaftaran atau kirim SMS dengan format yang sudah ditentukan.

2. Desain Grafis

Bisnis jasa desain grafis adalah salah satu usaha yang tidak membutuhkan modal yang banyak. Bisnis ini bisa dijalankan sebagai sampingan ataupun dijalankan sebagai bisnis utama seseorang. Selain itu, bisnis ini sangat menguntungkan dan prospeknya pun jangka panjang.

Saat ini dunia desain grafis memang semakin popular karena seringkali berhubungan dengan bisnis lainnya. Banyak orang membutuhkan jasa desain untuk keperluan tertentu, misalnya butuh desain logo untuk bisnis, keperluan desain rumah minimalis dengan memakai jasa desain interior rumah, desain kartu nama, dan desain grafis lainnya.

3. Penerjemah

Manfaatkan keahlian berbahasa asing dengan menawarkan jasa penerjemahan akan sangat menguntungkan buat Anda. Penerjemah terbagi menjadi dua golongan, yaitu penerjemah profesional dan penerjemah pemula. Penerjemah profesional biasanya bekerja di bawah sumpah dan relatif mahal tarifnya.

Nah, untuk Anda pemula yang ingin mencoba usaha sampingan ini, sebaiknya Anda bisa memulainya dengan menerjemahkan dokumen-dokumen seperti artikel, skripsi, makalah, dan lain sebagainya.

Modal yang diperlukan juga relatif mudah dan murah, cukup dengan laptop dan koneksi internet saja. Internet adalah modal utama yang sangat penting dan bisa digunakan untuk melakukan riset yang diperlukan dalam proses penerjemahan, seperti mencari definisi suatu kata dan lain sebagainya. Lokasi kerjanya pun fleksibel. Bisa di kantor, di kafe, di rumah, atau di manapun.

4. Jasa Titip Beli (Jastip)

Bisnis jasa titip beli sedang populer belakangan ini, dengan kemajuan teknologi sekarang ini bisnis ini menjadi peluang yang cukup menguntungkan untuk Anda yang mempunyai waktu luang. Artinya Anda akan melakukan bisnis ini secara online.

Anda hanya perlu membelikan barang-barang pesanan pelanggan yang kemudian akan dikirimkan lagi ke mereka dengan tambahan ongkos kirim. Modal yang dibutuhkan pun relatif kecil dengan omzet besar hingga jutaan rupiah. Lumayan banget, kan?

Usaha ini banyak dijumpai di media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Untuk itu, sistem pemasarannya pun dilakukan melalui media sosial dengan cara mengunggah foto produk yang akan dipasarkan ke media sosial guna menarik perhatian para calon pembeli. Dengan bisnis jasa titip beli ini, Anda harus sering update barang-barang baru ya.

5. Menjual Aneka Kue

Untuk Anda yang menyukai atau memiliki hobi membuat kue, maka ide berikut adalah ide yang paling cocok untuk Anda. Pasalnya, Anda bisa menghasilkan uang dari hobi yang disukai.

Anda bisa memulainya setelah pulang dari kantor, bisa dijual pada keesokan harinya di kantor atau kepada tetangga sekitar tempat tinggal. Akan sangat menyenangkan jika setiap sore bisa melakukan hobi serta mendapatkan penghasilan pula, kan?

Kue yang dijual bisa dalam bentuk kue basah seperti brownies kukus, bika ambon, dadar gulung, banana cake, bolu coklat, lapis legit, klepon, apem, onde-onde, dan kue cucur.

Kue kering pun juga tak kalah banyak, misalnya walnut cream cheese, sandwich coklat mint, nastar nanas, putri salju, cookies lemon, dan kukis selai kacang coklat. Untuk variasi resep, Anda bisa melihat di internet.

Tips Membangun Kepercayaan Saat Berbisnis

Tips Membangun Kepercayaan Saat Berbisnis

Bisnisholic.web.id – Mendapatkan pelanggan, klien, dan karyawan untuk mempercayai Anda bisa menjadi rumit, tetapi ini sangat penting untuk sukses dan mungkin lebih penting daripada penjualan.

Jika Anda membuat orang lain memercayai Anda, lebih mudah untuk menumbuhkan dan memelihara bisnis Anda dan memberi semua orang layanan yang sangat baik.

Berikut lima tindakan nyata yang membangun kepercayaan dalam lingkungan bisnis, yang memiliki kemungkinan untuk membangun kepercayaan melalui komunikasi, komitmen, dan kompetensi.

1. Tunjukkan bahwa Anda mempercayai orang lain

Salah satu cara untuk melakukan ini adalah bermurah hati dan memaafkan ketika orang lain membuat kesalahan atau mengecewakan Anda dalam beberapa cara.

Kebanyakan orang tidak bermaksud kejam atau bodoh, jadi beri mereka manfaat dari keraguan sampai Anda memiliki informasi yang bertentangan yang membuktikan Anda salah. Anda akan merasa lebih baik tentang mereka, dan mereka akan mempercayai Anda atas kemurahan hati Anda.

2. Ciptakan hubungan yang saling menguntungkan

Pelanggan, rekan kerja, dan karyawan semua ingin percaya bahwa mereka membuat keputusan yang tepat untuk bekerja bersama dengan Anda.

Pelanggan harus memahami dengan jelas nilai produk dan layanan Anda kepada mereka. Demikian juga, karyawan harus merasa senang mengambil kepemilikan dan menunjukkan tingkat kepercayaan yang Anda miliki di dalamnya.

Dengan kata lain, kepercayaan adalah tentang menunjukkan kepada orang-orang bahwa Anda peduli terhadap mereka. Sebagai umpan balik, mereka akan peduli dan mempercayai Anda.

Baca Juga : Tips Sukses Bangun Bisnis Dari Nol

3. Langsung mengatasi masalah

Bagaimana Anda menangani masalah adalah apa yang menanamkan kepercayaan dan kesetiaan. Kepercayaan pelanggan berkembang dan meluas melalui penyampaian layanan, implementasi, perawatan dan dukungan.

Pada setiap langkah, Anda dapat merusak atau meningkatkan pengalaman ini bagi pelanggan Anda. Itulah mengapa sangat penting untuk memenuhi janji jika Anda ingin dipercaya.

Jika Anda ingin dipercaya, Anda harus peduli. Tanggapi keluhan dengan cepat, berbagi informasi, dapatkan kepercayaan diri mereka, Puaskan kebanggaan dan semangat tentang bisnis Anda. Menyelesaikan konflik dengan cepat dapat membangun dan mempertahankan kepercayaan.

4. Katakan yang sebenarnya

Jangan pernah berasumsi bahwa orang-orang tertentu tidak dapat menangani kebenaran. Jujurlah dengan karyawan dan pelanggan Anda seperti yang Anda harapkan. Jika Anda terjebak dalam kebohongan, tidak ada yang akan mempercayai Anda.

Menjaga janji Anda juga merupakan bagian dari mengatakan yang sebenarnya. Jangan berkomitmen dengan janji yang tidak dapat Anda berikan. Pikirkan tentang apa yang realistis, dan lakukan yang terbaik untuk mewujudkan kata-kata Anda.

5. Hormati waktu mereka

Banyak orang-orang di masyarakat kita kehilangan rasa kesopanan dan rasa hormat mereka. Agar orang percaya kepada Anda, tingkatkan kesadaran Anda tentang waktu, jadwal, dan kebutuhan orang lain. Ini berarti Anda harus segera balas e-mail, tepat waktu untuk rapat, dan segera menjawab panggilan.

Semoga Bermanfaat.