Peluang Bisnis Masa Pandemi Covid-19

Peluang Bisnis Masa Pandemi Covid-19

Peluang Bisnis Masa Pandemi Covid-19 – Dalam masa pandemi ini terdapat banyak karyawan yang dirumahkan atau bahkan dipecat, dengan terjadinya ini banyak masyarakat-masyarakat yang memilih untuk membuka usaha.

Usaha rumahan merupakan peluang yang bisa dimanfaatkan. Umumnya modal yang dibutuhkan juga tidak terlalu besar, selain itu lebih fleksibel. Untuk memulai peluang usaha rumahan di saat Pandemi seperti sekarang ini, yang perlu dilakukan adalah memaksimalkan bakat dan minat untuk membuat sesuatu sehingga diminati atau dibutuhkan orang lain.

Berikut ini adalah 5 peluang usaha rumahan yang sudah cukup banyak di lakoni dan menghasilkan pundi-pundi rupiah :

1) Usaha Online

Memanfaatkan kemajuan teknologi, usaha online sudah banyak digandrungi bahkan sebelum wabah Pandemi menjangkit. Ide usaha online ini sangat beragam dan fleksibel, hanya perlu memanfaatkan internet dan laptop atau smartphone saja.

Terlebih di tengah pembatasan sosial seperti sekarang, dimana masyarakat lebih banyak beraktivitas di dalam rumah yang justru meningkatkan penggunaan internet -termasuk untuk berbelanja. Menjalankan usaha online bisa dengan memanfaatkan dan mengoptimalkan lapak-lapak e-commerce yang kian banyak tersedia, atau bisa juga membuat toko online via website pribadi, bahkan menggunakan media sosial.

2) Usaha Pembuatan Masker Kain

Selama masa pandemi ini, masker menjadi barang wajib dikenakan, terlebih ketika harus melakukan aktivitas di luar rumah. Fenomena ini membuat masker medis menjadi barang yang cukup langka -apalagi sempat adanya kelangkaan dan kalaupun ada harganya terbilang tinggi. Sampai kemudian, keluar himbauan bahwa masker medis diperuntukkan bagi para pejuang garda terdepan dalam menangani pasien covid dan untuk masyarakat bisa dengan masker kain sebagai alternatif.

Dan hal ini bisa menjadi peluang usaha bagi yang memiliki keterampilan menjahit Menjalani usaha masker kain bisa sangat menguntungkan untuk dijalankan.

Masker kain bisa dibuat dengan beragam model, seperti tie-up (diikat sendiri), earloop, dan headloop (untuk hijab). Selain itu, tak ada salahnya melakukan inovasi dengan menggunakan beragam macam warna kain dan juga motif agar banyak dilirik pembeli.

3) Usaha Catering Harian

Salah satu usaha yang menjanjikan adalah berjualan makanan. Ini sudah pasti menjadi peluang usaha yang bagus bagi yang memiliki kemampuan memasak mumpuni dengan menjalani usaha catering harian.

Wabah virus corona membuat sebagian masyarakat mulai concern dalam menjaga kesehatan, salah satunya menjaga pola dan asupan makan yang lebih sehat. Bisa dengan menjalani catering yang menghadirkan menu-menu sehat dan bergizi seimbang.

Ciptakan kunikan sehingga pembeli tertarik dengan usaha yang tengah di jalani. Untuk promosi maupun penawaran bisa lewat platform berbasis digital.

Baca Juga: Tips Strategi Menjadi HRD yang Dapat Memajukan Perusahaan

4. Bisnis Makanan Beku (Frozen Food)

Di saat Pandemi, aktifitas di luar rumah dibatasi dan sebisa mungkin tidak kemana-mana, kecuali untuk hal yang begitu mendesak. Dan hal ini justru membuat seseorang lebih sering menyimpan makanan agar intensitas keluar rumah bisa dikurangi. Apalagi bagi orang yang tidak piawai memasak, sehingga lebih sering membuat makanan yang cenderung simpel dan mudah, seperti Frozen food misalnya.

Nah, ini juga bisa jadi peluang usaha. Menjalankan usaha frozen food tidak terlalu sulit. Setidaknya, yang harus disiapkan adalah freezer dan persediaan frozen food yang beragam.

Usahakan untuk menyiapkan berbagai jenis frozen food; mulai dari frozen vegetable, nugget, sosis, hingga cemilan. Pastikan makanan yang di jual harus bertahan lama dan praktis. Jikalaupun tidak terlalu berbakat memasak, usaha ini tetap bisa digarap dengan menjadi agen frozen food di wilayah sekitar.

5) Usaha Menulis/ Content Writer

Pernah dengar istilah ‘hal yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar’? Nah jika memiliki hobi menulis, bisa memanfaatkannya dengan menjadi penulis lepas atau content writer.

Manfaatkan kesempatan sebaik-baiknya bisa dengan menulis sebuah cerita pendek dan menjualnya, atau mempostingnya di blog pribadi. Pekerjaan sebagai editor di sebuah perusahaan penerbit atau outlet media online juga bisa menjadi pilihan.

Yang terpenting adalah menemukan fokus dan kesukaan dalam menulis. Setelah itu, perdalam lagi ilmunya, misalnya saja dengan memperdalam pemahaman Search Engine Optimization (SEO) dan menerapkannya untuk meningkatkan nilai jual dengan harga pantas.

Semua peluang usaha yang disebutkan cukup dapat membantu mendapatkan penghasilan selama masa pandemi virus Corona. Ambil pilihan yang tepat, tergantung pada keahlian serta minat. Jangan pernah memilih peluang usaha hanya karena orang lain juga melakukan itu, lakukan yang terbaik sebisamu.

Alasan Sepele Yang Bisa Membuat Bisnis Ambruk

Alasan Sepele Yang Bisa Membuat Bisnis Ambruk

Bisnisholic.web.id – Mungkin anggapan bahwa orang kaya akan menjadi semakin kaya tidaklah selalu benar. Jika melakukan kesalahan fatal, orang dengan harta dan aset sebanyak apapun dapat mengalami kebangkrutan.

Ada banyak kasus orang kaya kehilangan sebagian besar kekayaannya, bahkan hingga jatuh miskin. Penyebab kebangkrutan tentunya beragam.

Banyak pengusaha yang bangkrut karena cara pengelolaan keuangan yang buruk, maupun investasi yang dilakukan mengalami kegagalan. Namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa hal yang jadi penyebab pasti kebangkrutan bisnis?

Alasan kebangkrutan seringkali karena pengelolaan hasil usaha yang buruk maupun pengambilan keputusan yang salah. Berikut adalah alasan sepele yang bisa membuat bisnis besar Anda bangkrut,

1. Pengelolaan Keuangan yang Buruk

Setiap bidang usaha pasti memerlukan pengelolaan keuangan yang baik agar dapat bertahan dan berkembang. Bisnis dengan pengelolaan keuangan yang buruk hampir selalu berujung pada kebangkrutan.

Mengelola keuangan sebuah bisnis tentu tidaklah mudah. Diperlukan pendidikan formal di bidang financial agar profit usaha dapat terkelola dengan baik. Tidak jarang juga perusahaan berkembang menyewa jasa penasihat keuangan untuk mengelola dana yang masuk dan keluar secara efisien.

Baca Juga : Hindari Jenis Bisnis Berisiko Ini Agar Tak Rugi Untuk Para Investor

2. Mencampur Dengan Keuangan Pribadi

Arus keuangan tidak selalu berkutik pada bisnis saja, namun juga yang digunakan untuk kebutuhan pemilik usaha. Jika sebagai pemilik usaha tidak dapat mengontrol gaya hidup, tata kelola keuangan bisnis tentu akan terkena imbasnya.

Dana yang seharusnya digunakan untuk keperluan pengembangan usaha, menjadi tergerus oleh kebutuhan sehari-hari Anda. Oleh karena itu, usahakan agar pengelolaan keuangan bisnis Anda dapat terkontrol dengan baik sehingga bisnis Anda bisa bertahan dan berkembang dengan baik.

3. Terlalu ‘Dermawan’ Tanpa Perhitungan

Menjadi dermawan tentu adalah hal yang mulia untuk dilakukan jika bisnis Anda berjalan dengan lancar. Namun, perlu disadari bahwa sebagian kekayaan yang Anda miliki diperlukan untuk memajukan bisnis Anda.

Dengan memiliki bisnis yang memberi keuntungan melimpah, keinginan untuk membantu saudara mungkin akan muncul. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan memberikan bantuan finansial pada orang terdekat kita, tapi pastikan uang yang Anda gunakan tidak mengganggu kinerja bisnis Anda.

Sifat dermawan tentu dapat menghasilkan outcome yang positif. Tapi jika dilakukan tanpa perhitungan, kerendahan hati Anda akan menjadi bumerang yang berimbas buruk pada bisnis Anda.

Jadi, pastikan kedermawanan yang Anda berikan bukanlah uang yang dibutuhkan untuk keberlangsungan usaha.

4. Tidak paham tentang pengeluaran yang baik dan buruk

Pebisnis yang handal tentu memahami perihal pengeluaran baik dan buruk. Pengeluaran yang baik, dapat memberikan keuntungan pada bisnis yang saat ini Anda kelola.

Sebaliknya, pengeluaran yang buruk tidak memberikan efek apapun pada perkembangan keuangan Anda. Hal yang termasuk sebagai pengeluaran yang baik adalah, pembelian aset, rumah, maupun investasi.

Pembelian rumah maupun tanah adalah sebuah bentuk pengeluaran baik karena ada kemungkinan harga akan mengalami kenaikan beberapa tahun kemudian. Sedangkan untuk pengeluaran buruk, adalah expense yang tidak akan menghasilkan keuntungan finansial di masa depan.

Sebagai contoh, pembelian mobil mewah. Harga mobil mewah tidak akan mengalami kenaikan jika dijual kembali, bahkan akan menambah pengeluaran untuk penggunaan bahan bakar dan perawatannya.

Jadi, agar keuangan bisnis Anda terkendali, pahami dahulu perbedaan pengeluaran baik dan buruk dan prioritaskan hal yang Anda rasa sangat diperlukan.

5. Investasi yang Tidak Terencana dan Terukur

Berinvestasi adalah salah satu cara untuk mendapatkan sumber pendapatan tambahan dari usaha lain yang Anda kembangkan. Tujuan jangka panjang investasi adalah agar keuntungan yang bisa didapat dari bisnis dapat digandakan.

Namun, tidak semua investasi menjanjikan hasil yang baik. Tanpa adanya pengetahuan dan rencana yang matang saat melakukan investasi, uang yang Anda investasikan akan terbuang begitu saja.

Hal ini tentu bisa terjadi karena investasi pada bisnis tidak selalu berakhir dengan keuntungan, bahkan akan mengalami kegagalan.

Investasi yang terlalu membutuhkan banyak dana hingga uang terkuras habis juga buruk untuk dilakukan. Oleh sebab itu, lakukan investasi hanya pada bidang yang Anda kuasai dengan baik dan lakukan perencanaan dengan matang.

6. Tidak melakukan diversifikasi usaha

Kebanyakan orang kaya mempunyai lebih dari satu jenis usaha atau melakukan diversifikasi. Hal ini perlu dilakukan. Jika suatu saat salah satu bisnis Anda mengalami kendala dan penghasilan tengah merosot, bisnis yang lain masih dapat menutupi kerugian bisnis tersebut.

Anda mungkin berpikir bahwa lebih baik memfokuskan semua penghasilan yang didapat untuk membangun bisnis Anda secara maksimal. Hal ini bisa jadi hal yang tepat untuk dilakukan jika bisnis Anda masih kecil dan butuh dana untuk berkembang.

Tapi, jika bisnis sudah tergolong maju, alokasikan penghasilan Anda untuk membuka bisnis baru. Selain dapat mendapatkan sumber penghasilan tambahan, membuka bisnis baru dapat menyegarkan kembali semangat Anda untuk berbisnis.

Jadi, usahakan Anda memiliki lebih dari satu sumber penghasilan agar ketika bisnis utama sedang merosot, bisnis kedua Anda dapat memberikan back up yang dibutuhkan.

7. Pola Hidup yang Terlalu Hedon

Memiliki penghasilan yang melimpah dari bisnis yang Anda kelola sendiri tentu memberikan euphoria pada diri Anda. Tak jarang juga para pemilik bisnis yang sedang beranjak naik menggunakan uang mereka secara berlebihan.

Hal ini tentu bisa membawa Anda pada petaka kebangkrutan. Kekayaan yang Anda gunakan untuk membeli keperluan tersier, seperti, mobil mewah maupun pakaian dengan brand ternama bisa jadi berakibat buruk pada keberlangsungan bisnis yang Anda kelola.

Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk mengembangkan bisnis dan membuka bisnis baru, terbuang pada hal yang sebenarnya tidak terlalu penting.

Sebenarnya tidak ada salahnya untuk memenuhi kebutuhan tersier, tapi tetap kontrol pengeluaran Anda dengan bijak. Jadi, jangan sampai gaya hidup yang terlalu hedon menjadi ‘sel kanker’ pada kondisi keuangan Anda.